
Angelina tidak khawatir meninggalkan suaminya bersama Sherin, sebab dia tahu bahwa suaminya tidak akan melakukan apapun untuk menghianati nya.
Jadi dia terus mengikuti ibu mertuanya hingga mereka tiba di taman dan Angelina menghentikan langkahnya ketika melihat ibu mertuanya juga menghentikan langkahnya lalu berbalik menatap nya.
"Setelah makan malam ini, seharusnya kau sudah mengerti bahwa kami keluarga Jenkins tidak bisa membiarkanmu bersama putra kami." Ucap Nyonya Jenkins.
Angelina sudah menduga bahwa hal itulah yang akan dikatakan oleh ibu mertuanya, jadi perempuan itu tampak tenang di tempatnya.
Sesaat berpikir Angelina lalu berkata, "ibu mertua tenang saja, kalau suamiku sudah berniat meninggalkanku, maka aku juga dengan tahu diri akan pergi. Tapi kalau dia tidak mengusirku, maka aku juga dengan tahu diri untuk menghargainya, akan tetap berada di sisinya." Ucap Angelina membuat Nyonya Jenkins langsung mengerutkan keningnya menatap perempuan di hadapannya.
"Jadi kau pikir kau akan tetap berada di sisinya meski sebenarnya kalian bukan sepasang suami istri?" Tanya Nyonya Jenkins.
"Ya, kami bisa menikah kapan saja." Jawab Angelina dengan penuh percaya diri.
__ADS_1
Hal itu membuat Nyonya Jenkins semakin dilema dalam hati, tapi ketika dia tak sengaja melihat Sherin dengan mengintip mereka, hati perempuan itu kembali lagi berubah.
Jadi Nyonya Jenkins menatap Angelina, "yang penting, kalian belum menikah, jadi jangan berpikir kalau kau masih punya kesempatan untuk bersama keluarga kami!!" Bentak Nyonya Jenkins lalu pergi meninggalkan Angelina.
Ia harus pergi secepatnya agar pembicaraan mereka tak berkepanjangan lagi. Bisa-bisa ada sesuatu yang buruk yang terbongkar yang bisa di dengar oleh Sherin.
Angelina memandangi kepergian ibu mertuanya lalu berkata dalam hati, 'sangat aneh dia pergi secepat itu!'
Angelina langsung berbalik menatap Sherin, 'jadi ini alasannya,,' ucap Angelina dalam hati kini mengerti mengapa mertuanya mengakhiri pembicaraan begitu cepat.
Angelina lalu tersenyum dan berkata, "belum menikah di mata manusia, tapi sudah mengikat janji sehidup semati di depan Tuhan. Bagaimana menurutmu?"
Pertanyaan Angelina membuat Sherin mengepalkan tangannya lalu berkata, "heh, kau tidak tahu kalau keluarga Jenkins adalah keluarga yang tidak percaya Tuhan bukan?! Mereka adalah ateisme!!"
__ADS_1
Angelina terdiam sesaat, tentu saja dia tahu bahwa keluarga Jenkins bukanlah orang yang mempercayai Tuhan, tapi lebih dari itu, dia tetap tidak bisa kalah di depan Sherin.
Jadi Angelina kemudian tersenyum indah, "ya, tapi entah kenapa setelah bersamaku, suamiku jadi lebih percaya akan adanya Tuhan." Ucap Angelina mendekat ke arah Sherin lalu kembali berkata, "dan aku rasa, dia sudah terlalu teegila-gila padaku hingga dewi mana pun tak ternilai lagi di matanya. Apa lagi dirimu yang sepeti ini,, menurutmu,, apakah dia akan meirikmu?!!"
Sherin bergetar di tempatnya melihat bagaiman ekspresi Angelina begitu mengerikan hingga membuatnya tak mampu menjawab perempuan itu.
Perempuan macam apa yang bisa membuat seseorang tertekan sampai tak punya keberanian bergerak sedikit pun!!!
Beberapa detik menikmati wajah ketakutan Sherin, Angelina meras puas lalu dia berlalu pergi tanpa berbalik lagi.
'Dasar dia,, hanya punya kesombongan tapi tak punya keberanian, mana bisa melawanku?!!' Angelina terseyum puas.
__ADS_1