Budak Ranjang Tuan Muda You

Budak Ranjang Tuan Muda You
42. Dibagikan secar agratis


__ADS_3

"Ada apa ini?!!" Manajer tersebut bertanya dengan raut wajah terkejut melihat kejadian di tempat itu.


"Kau!! Kau manager di tempat ini?!!" Tanya Barto pada perempuan itu.


"Ya,, saya menager di sini," jawab Sang manajer dengan tubuh gemetar saat melihat pakaian yang dikenakan pria yang berbicara dengannya adalah pakaian pelayan dari keluarga jenkins.


"Sekarang juga, pecat pelayanmu ini!!" Teriak Berto penuh amarah.


Sang manajer mendengarkannya langsung mengetahui situasi yang terjadi.


Jadi dia tidak membuang-buang waktu untuk bertanya lebih lanjut mengenai alasan untuk memecat pelayan itu.


Pastilah pelayannya telah menyinggung orang-orang dari keluarga jenkins!!!


"Baik!! Saya akan memecatnya!! Saya bahkan akan memukulinya sebelum melemparkannya keluar dari toko kami!! Tolong maafkan kami karena sudah membuat kalian tidak nyaman.." ucap sang manager.


"Sialan!! Kau masih berani berbicara di sini dan belum pergi mengurus pelayan ini??!" Barto kembali berteriak pada manajer tersebut membuat sang manajer langsung menganggukkan kepalanya.


"Saya mengurusnya sekarang!!" Kata perempuan itu lalu menoleh pada dua penjaga yang bertugas di sana lalu mereka menyeret Rati ke belakang.


"Nyonya,, tolong,, nyonya,, tolong maafkan saya!!" Teriak Rati.

__ADS_1


"Tutup mulutmu sialan!! Beraninya kau menyinggung pelayan dari keluarga jenkins!! Kau pasti sudah bosan hidup!!!" Teriak manajer itu sembari mengikuti dua penjaga yang menyeret terlatih.


Setelah pelayan tersebut diseret pergi, Barto kemudian menoleh pada Angelina lalu membungkuk 90 derajat.


"Nyonya,, Tolong maafkan kelalaian saya hari ini. Masalah yang terjadi di sini biarkan saya membereskannya untuk Nyonya. Saya jamin kejadian ini tidak akan tersebar kemanapun." Ucap Barto.


Angelina memperhatikan pria didepannya lalu menghela nafas, "Baiklah, ku serahkan semua masalah ini untuk kau tangani."


"Baik Nyoanya, tapi jika berkenan mohon kepada Nyonya untuk tidak melaporkan masalah ini pada keluarga jenkins," ucap Barto tanpa berani mengangkat wajahnya menatap Angelina.


"Baiklah, lagi pula masalah di sini sudah selesai." Kata Angelina lalu perempuan itu menoleh pada Tiara dan Marlin.


Tiara dan Marlin juga menghela nafas dengan lega, jika Barto tidak melaporkan masalah ini pada keluarga Jenkins, maka mereka berdua juga tidak akan mendapat hukuman untuk pelanggaran mereka terhadap salah satu peraturan dari keluarga jenkins.


"Baik Nyonya," jawab Tiara langsung mengumpulkan barang belanjaan yang sudah tercecer di lantai lalu perempuan itu mengikuti Angelina yang keluar menerobos kerumunan di toko itu.


Setelah Angelina dan pelayannya keluar dari toko, Barto langsung menatap ketiga polisi dan menyuruh 3 polisi itu untuk menutup pintu.


"Semua yang berada di sini, Jika ada satupun dari kalian yang menyebarkan peristiwa ini keluar maka keluarga jenkins tidak akan membiarkan kalian!!! Apa kalain mengerti?!!" Tegas Barto pada Smeua orang.


Karena setiap orang di situ mengetahui bagaimana kekuasaan keluarga jenkins, maka tidak ada satupun yang berani membantah, mereka semua menganggukkan kepalanya dan menyanggupi permintaan Barto.

__ADS_1


"Bagus,, sebagai rasa terimakasih keluarga jenkins karena kalian telah bersedia menutup mulut maka masing-masing orang bisa mengambil satu barang dari toko ini secara gratis." Perintah Barto.


"Benarkah?!!" Semua orang bersorak kegirangan lalu semuanya mulai melihat-lihat dan berebut barang-barang terbaik di toko tersebut.


Manajer yang baru saja kembali memukul Rati langsung melototkan matanya saat mendengar ucapan Barto.


Dia akan dipecat kalau ada barang yang keluar dari tokonya tanpa dibayar!!


Perempuan itu langsung mendekati Barto dan berkata, "Tuan tolong,, Tolong jangan membagikan apapun di toko saya secara gratis karena kalau tidak saya lah yang ak--"


"Bodoh!!" Barto membentak manager tersebut, "Apakah kau lupa siapa yang memiliki pusat perbelanjaan ini?!!" Teriaknya pada sang manager.


Tentu saja yang memiliki pusat perbelanjaan itu adalah keluarga Jenkins, tapi masalahnya adalah manajer itu harus mempertanggungjawabkan segala sesuatu yang ada di tokonya.


"Tapi--"


"Diam!! Apakah kau mau di pecat dari sini?!!" Teriaknya.


Manajer itu menggelengkan kepalanya lalu membungkuk 90 derajat "Saya tidak berani."


"Bagus!!" Ucap Barto pada pelayan itu lalu dia melihat semua orang mulai keluar sembari membawa satu barang yang didapat dari toko itu.

__ADS_1


Semua Pelayan toko hanya bisa menganga melihat kejadian itu, barang barang seharga jutaan rupiah bahkan ada yang puluhan juta rupiah kini di bawah dari toko mereka secara cuma-cuma!!


__ADS_2