
Di keluarga Firdani, Sherin dengan cemas mondar-mandir di kamarnya sembari menggigit jarinya sendiri, karena dia belum mendapat informasi dari pria bertopeng tentang balasan surat yang dikirim ke You dan Tuan Jenkins.
"Sial!! Kenapa dia tidak menghubungiku? Padahal dia sudah tahu kalau aku tidak diizinkan keluar dari rumah karena kehamilanku ini!!!" Geram Sherin yang merasa sangat gelisah di dalam kamarnya.
Tok tok tok...
Tiba-tiba suara pintu yang diketuk langsung membuat Sherin menatap ke arah pintu lalu dia memperbaiki raut wajahnya dan berlari membuka pintu kamarnya.
Dilihatnya Nyonya Firdani berdiri di ambang pintu sembari membawa nampan berisi makanan sehat untuk ibu hamil.
"Ibu datang membawa makanan untukmu," ucapkan Nyonya Firdani sembari memandangi putrinya yang cantik.
Dengan segera Sherin menganggukkan kepalanya, lalu dia membiarkan perempuan itu masuk dan menutup pintu kamarnya.
__ADS_1
Setelah meletakkan makanan di atas meja dan melihat putrinya memakan makanan yang ia bawakan, Nyonya Firdani merasa sangat lega.
"Kau pasti sangat bosan karena terus-menerus dikurung dalam kamar." Ucap Nyonya Firdani sembari memperhatikan putrinya yang makan dengan lahap.
Sherin mengukir senyum tipis di wajahnya lalu dia berkata, "aku tidak apa-apa Bu, lagi pula ini adalah hukumanku karena aku sudah terlalu mencintai You hingga nekat melakukan segala sesuatu yang akhirnya membuat makhluk keluarga kita. Tapi aku tidak menyangka bahwa You sama sekali tidak ingin bertanggung jawab untuk bayi yang ada di kandunganku."
Melihat putrinya yang tampak sedih langsung membuat Nyonya Firdani menghela nafas lalu perempuan itu berkata, "besok pagi ayahmu akan pergi ke luar kota. Ibu akan membiarkanmu keluar untuk berjalan-jalan, tapi kau harus ingat untuk tidak memberitahu ayahmu."
"Terima kasih Ibu, ibu yang paling mengerti aku!!" Ucap perempuan itu membuat Nyonya Firdani juga merasa senang karena dia selalu bahagia setiap kali melihat Sherin tersenyum.
"Kalau begitu, makan makananmu dengan lahap supaya bayi dalam kandunganmu bisa tumbuh dengan sehat. Saat nanti kita melakukan tes DNA, Aku ingin membungkam mulut keluarga Jenkins yang sudah bersikap sombong pada keluarga kita." Ucap Nyonya Firdani langsung diangguki oleh Sherin.
Perempuan itu tersenyum tipis, 'Ibu benar,, pokoknya bayi ini harus merupakan keturunan keluarga Jenkins, agar aku masih memiliki celah untuk mendapatkan You, dan membalas dendam pada keluarga sialan itu!!!
__ADS_1
'Terutama Angelina, pokoknya aku akan mencari cara untuk membuat perempuan itu kecelakaan sampai bayinya keguguran dan tidak bisa lagi mengandung!!!' geram Sherin dalam hati sembari mengunyah makanannya seolah membayangkan Dia sedang mengunyah Angelina yang menyebalkan itu.
Maka Nyonya Firdani terus menemani putrinya sampai perempuan itu selesai makan lalu dia membawa keluar nampan berisi piring bekas makanan sering.
Baru saja pintu kamar tertutup, maka sebuah merpati terbang dari jendela masuk ke kamar Sherin.
Itu adalah sebuah merpati pos yang menyimpan surat di kakinya.
Jadi Sherin langsung mendekati merpati itu dan melepaskan surat dari kakinya, lalu dia membacanya.
*Keluarga Jenkins tidak menanggapi surat yang diberikan. Sebaiknya kau cari cara yang lain untuk mendesak keluarga Jenkins agar mau memperhatikanmu dan bayi yang ada di kandunganmu itu!!* Isi surat itu langsung membuat Sherin merasa sangat kesal.
"Apa?!! Jadi mereka sama sekali tidak memperdulikan kehamilanku? Mereka menutup mata, bahkan setelah mengetahui bahwa aku benar-benar hamil?!!" Sherin mengepal erat tangannya lalu perempuan itu berusaha menenangkan dirinya untuk memikirkan rencananya.
__ADS_1