Budak Ranjang Tuan Muda You

Budak Ranjang Tuan Muda You
292


__ADS_3

Rossa yang kembali dari kediaman keluarga Jenkins langsung menemui ayahnya.


"Ayah,," ucap perempuan itu menghampiri ayahnya yang sedang menikmati teh di belakang rumah.


"Putriku, ada apa?" Tanya ayahnya sambil menata putrinya yang langsung duduk di depannya.


"Aku ingin tanya sesuatu, apakah akhir-akhir ini keluarga kita berhubungan dengan keluarga Jenkins?" Tanya Rosa langsung mengejutkan tuan rahaya.


"Apa maksudmu?" Tanya Tuan Rahaya.


"Itu,, Aku baru saja kembali dari keluarga Jenkins dan aku menemukan bahwa ternyata sesuatu yang kulihat di keluarga kita yang akan membawa keberuntungan bagi keluarga kita, ternyata malah berhubungan dengan keluarga Jenkins." Ucap Rossa langsung membuat Tuan Rahaya menatap putrinya dengan semangat.


"Apa? Kau yakin?" Tanya Tuan Rahaya yang merasa sangat senang bahwa tahun ini adalah tahun keberuntungan keluarga mereka.

__ADS_1


"Iya," jawab Rossa.


"Baguslah, kalau begitu ayah akan menelpon bawahan Ayah dulu untuk mengatakan hal tersebut." Ucap Tuan Rahaya segera meninggalkan putrinya untuk menelpon seseorang di perusahaannya.


"Tuan," jawab seseorang dari seberang telepon.


"Aku dengar ada proyek keluarga Jenkins yang akan dikeluarkan tahun ini dan perusahaan kita berusaha mendapatkannya?" Tanya Tuan Rahaya pada bawahannya.


"Iya benar Tuan, ini adalah usul dari sekretaris Wilson. Dan dia sudah merekrut orang baru di perusahaan kita yang akan mengurus proyek tersebut, karena orang-orang kita semuanya sudah ditugaskan untuk proyek dari beberapa perusahaan lain." Jawab bawahan Tuan Rahaya langsung membuat Tuan Rahaya merasa sangat senang.


Maka begitu, bawahan yang ada di seberang telepon langsung menghubungi Gilang dan mengatur rencana mereka.


Setelah satu minggu kemudian, maka seorang pria yang menggunakan kacamata berbingkai tipis dengan setelan yang sederhana langsung berangkat ke kantor Rahaya.

__ADS_1


"Perkenalkan saya adalah Ariston M, kepala tim kalian yang akan menangani proyek dari keluarga Jenkins." Ucap pria itu sembari menoleh pada asisten kecilnya yang merupakan seorang pria berumur 20 tahun dengan penampilan yang menarik.


Pria 20 tahun itu langsung membagikan kopian berkas pada orang-orang di meja itu.


"Ini adalah rancangan awal yang saya buat untuk kita gunakan memenangkan proyek senilai 1 triliun dari keluarga Jenkins. Masing-masing harus mempelajarinya dan besok hari kita akan kembali bertemu dengan ide-ide yang akan saya dapatkan dari kalian semua!!!" Ucap pria bernama Ariston lalu keluar bersama asistennya meninggalkan ruangan rapat yang dihuni oleh 6 orang.


Keenam orang yang ditinggalkan langsung membaca rancangan awal yang diberikan oleh Ariston lalu mereka bertatapan satu sama lain.


"Rancangan awal ini sangat bagus dan tidak sulit untuk mengembangkannya. Tapi,, pria yang baru saja direkrut oleh perusahaan kita itu, Bukankah dia terlalu arogan? Maksudku,,, dia pasti tahu bahwa kita yang dikumpulkan di sini adalah senior yang sudah bekerja lama untuk perusahaan Rahaya, tapi kenapa dia sama sekali tidak menghormati kita?"


"Ah,, benar,, setidaknya Dia memberi kita waktu untuk berkenalan dengannya dan menyebutkan nama kita masing-masing. Tapi aku dengar Dia berasal dari sekolah kenamaan Harvard jadi mungkin saja itu membuatnya sangat sombong."


"Iya benar,,, dia memang berasal dari Harvard, dan katanya dia di training di anak perusahaan kita di luar negeri. Dan sekarang dia dibawa ke perusahaan utama hanya untuk memenangkan proyek dari keluarga Jenkins."

__ADS_1


"Hah,, itu aneh,, lulusan Harvard tapi mau di training di anak perusahaan. Tapi apa pun itu, Aku tidak akan menghormatinya kalau dia tidak menghormati kita!!!" Ucap salah satu pria lalu segera berdiri meninggalkan ruangan itu sembari membawa dokumen di tangannya.


__ADS_2