Budak Ranjang Tuan Muda You

Budak Ranjang Tuan Muda You
116. Memikirkan cara lain


__ADS_3

Setelah kepergian Hendra, Angelina menyadari bahwa tidak ada satupun barang miliknya yang ada di rumah itu, semua barang-barang yang ia butuhkan telah disiapkan oleh Hendra.


Ponsel baru dengan nomor ponsel yang baru, dan terlebih Angelina menyadari bahwa ponsel tersebut disadap dan seberapa keras pun dia meresetnya, tidak dapat membantunya.


Jadi Angelina mengabaikan ponsel itu dan memeriksa barang-barang lain di rumah itu.


"Hah... Pria itu benar-benar niat." Ucap Angelina sembari menggeleng-gelengkan kepalanya saat membuka lemarinya dan melihat seluruh barang-barang mewah dan bermerek di dalam lemari tersebut.


Yang lebih parahnya lagi, pria itu memilih barang-barang dengan warna yang membuatnya ingin muntah karena sama sekali tidak sesuai dengan kepribadiannya.


"Sial!! Apakah pria itu berpikir aku ini remaja balasan tahun? Mengapa seleranya begitu mengerikan?" Angelina menggelengkan kepalanya lalu menutup pintu lemari.


Perempuan itu menghabiskan harinya dengan bosan sampai sore hari Hendra akhirnya kembali ke tempat itu.


"Kau sudah pulang?!" Angelina langsung berdiri memandangi Hendra yang berjalan ke arahnya.

__ADS_1


Melemparkan senyum terbaiknya, Hendra menatap Angelina yang bertolak pinggang, lalu pria itu berkata, "Hm,, ternyata begini rasanya ketika pulang dari kantor dan sudah ditunggui oleh seorang istri. Apalagi istri tersebut mengandung seorang anak yang--"


"Diam!! Kau sialan!! Cepat keluarkan Aku dari rumah ini atau aku akan meledak marah dan menghancurkan rumahmu!!!" Kesal Angelina yang merasa bahwa pria itu sudah membelenggunya.


Hendra menghela nafas lalu pria itu duduk di sofa tunggal di depan Angelina, "Hm,, aku tidak bisa membiarkanmu pergi. Bagaimana nanti kalau kau bertemu dengan ayah dari bayi itu lalu meninggalkanku?" Tanya Hendra kini menyalakan mode cemburunya.


"Sial!! Kalau begitu biarkan pengawal mengawasiku!! Tapi aku tidak mau hanya berada dalam rumah ini sendirian dan tidak melakukan apapun dengan bebas!!" Ucap Angelina.


Hendra berpikir sesaat lalu menjawab Angelina, "Tidak, selain aku tidak ada orang lain lagi yang bisa mengalahkanmu dalam hal bertarung. Jadi bagaimana kalau aku saja yang menemanimu setiap kali kau ingin keluar rumah? Tapi aku tidak bisa melakukannya setiap saat, mungkin hanya beberapa jam saja dalam satu hari." Ucap Hendra.


Intinya, dia tidak mau kecolongan!!!


"Sial!! Aku bisa gila bersamamu!!" Gerutu Angelina yang menyadari bahwa dia tidak bisa membujuk pria itu, bagaimanapun caranya!!


Jadi, Angelina memutuskan untuk naik ke atas kamarnya dan mengunci diri di dalam kamar.

__ADS_1


Kalau mengancam tidak bisa, maka dia akan menggunakan cara lain untuk membujuk pria itu!!!


Sementara Hendra yang tinggal di lantai bawah, pria itu memijat keningnya lalu berkata, "Kemari!"


Gilang yang berada di luar rumah langsung berlari menghampiri Hendra.


"Tuan," ucapnya begitu dia sudah berdiri tegap di samping Hendra.


"Tempatkan beberapa pengawal perempuan untuk tinggal bersama Angelina di sini." Perintah Hendra yang merasa bahwa Angelina perlu beberapa teman untuk tinggal bersama.


"Baik Tuan." Jawab Gilang.


"Satu lagi, pria bernama Arthur yang tempo hari kau urus itu, aku ingin dia juga berada di sini supaya bisa memasak untuk Angelina. Tapi aku ingin kau mengatur dia menandatangani perjanjian untuk tidak terlalu dekat dengan Angelina." Kata Hendra yang teringat ucapan Angelina bahwa Arthur bukanlah selera Angelina.


Dengan begitu, dia merasa aman untuk menempatkan Arthur di sisi Angelina.

__ADS_1


"Baik Tuan." Jawab Gilang lalu pria itu segera keluar mengatur seluruh permintaan Hendra.


__ADS_2