Budak Ranjang Tuan Muda You

Budak Ranjang Tuan Muda You
321. Angelina menangis di pelukan You


__ADS_3

Setelah pertemuannya dengan Hendra, Angelina merasa kesal pada Hendra sekaligus merasa bersalah pada pria itu.


Dia sudah sering tidak fokus di rumah dan bahkan beberapa kali perempuan itu tidak mendengar ketika dipanggil oleh ibu mertuanya ataupun oleh suaminya.


Hal itu membuat semua orang menjadi sangat cemas, hingga suatu kali Nyonya Jenkins memanggil putranya untuk berbicara.


"Ibu," ucap You ketika dia memasuki kamar ibunya.


"Apa akhir-akhir ini kau memperhatikan sikap istrimu?" Tanya Nyonya Jenkins sembari menatap putranya dengan intens.


You menghela nafas, lalu pria itu menganggukkan kepalanya, "iya, dia berubah, dan itu sangat mengkhawatirkanku. Tapi Ketika aku bertanya padanya dia bilang dia baik-baik saja, dan selalu mengatakan bahwa itu hanyalah bawaan bayinya.


"Aku sangat cemas Bu, tapi aku tidak bisa memaksanya untuk mengatakan sesuatu yang mengganjal hatinya." Ucap You.


"Hah,, Ibu juga merasakan hal yang sama. Beberapa kali dia memecahkan piring di dapur karena dia tidak fokus. Bahkan kemarin dia hampir saja terjatuh ke kolam renang karena berjalan dengan pikiran yang fokus ke tempat lain." Ucap Nyonya Jenkins yang juga merasa sangat khawatir pada menantunya.


"Ibu tenang saja, mulai besok aku tidak akan pergi ke kantor dan akan bekerja dari rumah. Jadi aku akan mengawasinya dengan baik." Ucap You langsung diangguki oleh Nyonya Jenkins, lalu kedua orang itu langsung berpisah.

__ADS_1


Begitu You keluar dari kamar Ibunya dan hendak kembali ke kamar, ia terkejut melihat istrinya sedang berdiri sendirian di balkon dengan perempuan itu terlihat sedang menghayal.


'Ada apa dengan istriku?' ucap pria itu langsung berjalan mendekati istrinya.


"Sayangku?" Ucap You tak dihiraukan oleh Angelina, sebab perempuan itu sedang fokus memikirkan pembicaraannya dengan Hendra.


Jadi You semakin mendekati Angelina dan memeluk perempuan itu dari belakang.


"Apa yang sedang kau pikirkan?" Tanya You mendaratkan sebuah ciuman di pipi Angelina, langsung membuat perempuan itu akhirnya tersadar.


Jadi Angelina langsung berbalik menatap suaminya dan melemparkan sebuah senyuman.


Meski You tidak bisa mempercayai ucapan istrinya, tetapi pria itu juga tidak mau mendesak istrinya, karena tidak ingin istrinya semakin tertekan.


Jadi pria itu hanya membalas pelukan istrinya dan mengusap-ngusap punggung istrinya dengan lembut.


"Aku senang karena suamiku ada di sini," ucap Angelina menikmati pelukan mereka.

__ADS_1


'Aku tidak bisa meninggalkan pria ini, tapi aku juga tidak bisa membuat pria ini menderita, Kalau nantinya Hendra menghancurkan perusahaan keluarganya hanya karena aku tidak menuruti keinginan pria itu.


'Tapi 1 tahun untuk meninggalkan Suamiku itu terlalu lama. Bahkan satu hari saja sudah ingin membuatku menangis,,' Angelina berusaha menahan agar air matanya tidak jatuh, tetapi dia tidak bisa melakukannya, jadi pada akhirnya dia menangis dalam pelukan suaminya.


"Hiks,, hiks,, hiks,," isakan Angelina langsung mengejutkan You hingga pria itu berusaha membuat Angelina menatapnya.


Tetapi Angelina menggelengkan kepalanya dan hanya menyelipkan kepalanya di lekukan leher suaminya.


"Hiks,, hiks,," perempuan itu melanjutkan tangisannya dan semakin lama suara tangisannya semakin keras.


Hal itu mengundang perhatian Nyonya Jenkins dan Raina yang sedang berjalan di lantai 2 untuk pergi ke ruang baca.


Maka mereka berdua langsung pergi ke balkon dan melihat dua orang yang sedang berpelukan itu.


"Ada apa ini?" Ucap Raina yang sangat terkejut melihat putrinya yang kini menangis begitu keras di dalam pelukan suaminya.


Tetapi Nyonya Jenkins merasa lega, "akhirnya Angelina mau memperlihatkan kesedihannya." Ucap perempuan itu langsung membuat Raina menatap Nyonya Jenkins dengan wajah yang bingung.

__ADS_1


"Memangnya ada apa?" Tanya Raina yang tidak mengetahui perubahan putrinya karena dia baru saja datang.


Namun Nyonya Jenkins tersenyum dan menarik perempuan itu menjauhi You dan Angelina, "Aku akan menceritakannya nanti." Ucap perempuan itu lalu mereka pergi ke ruang baca.


__ADS_2