Budak Ranjang Tuan Muda You

Budak Ranjang Tuan Muda You
180.


__ADS_3

Begitu meninggalkan ruang kerja ayahnya, You langsung turun ke bawah dan melihat Angelina bersama neneknya telah pindah ke meja makan, sedang makan bersama.


Pria itu benar-benar mengerti bahwa ayahnya tidak akan berhenti ketika pria itu telah menemukan sebuah jalan untuk keluarga mereka.


Oleh karena itu, You merasa cemas jika saja ayahnya melakukan hal diluar batas demi memisahkan nya dengan Angelina.


Hal itu membuat You terdiam di tempatnya menatap Angelina dengan perasaan cemas.


"Sayang, kemarilah," tiba-tiba suara Angelina menarik You dari lamunannya.


You langsung memperbaiki raut wajahnya, lalu pria itu mendekat ke arah dua orang yang sedang duduk bersama.


"Makanlah," langsung kata Angelina menyodorkan sesuap makanan ke arah You.


Dengan patuh, You langsung membuka mulutnya dan mengambil sesuap makanan yang disodorkan oleh Angelina.


"Bagaimana rasanya?" Tanya Angelina.

__ADS_1


You menganggukkan kepalanya lalu berkata, "enak."


"Baguslah," ucap Angelina merasa puas sembari mengambil sesendok makanan lalu kembali menyuapi suaminya.


Nyonya Jenkins 3 memperhatikan hal tersebut dan hatinya terasa begitu hangat melihat cucunya yang selalu dingin akhirnya bisa luluh di tangan seorang perempuan.


Terlebih lagi, biasanya bahwa perempuan yang berhasil meluluhkan hati cucunya adalah perempuan baik.


Jadi perempuan itu tersenyum menatap dua orang di depannya lalu berkata, "Kalian berdua, nenek harap kalian bisa terus bersama-sama selamanya. Nenek juga berharap akan ada banyak cicit yang akan kalian berikan untuk nenek."


You langsung tersenyum mendengar ucapan istrinya hingga pria itu tak bisa menahan tangannya untuk merangkul istrinya dan memberi sebuah ciuman di kening Angelina.


"Dan kami juga berjanji akan ada banyak cicit untuk nenek." Kata You langsung membuat Angelina menyiku pria itu dengan kesal.


Angelina hendak protes kepada suaminya, tetapi saat mendengar suara Nyonya Jenkins, perempuan itu tak mampu berkata apapun lagi.


"Nenek selalu kesepian selama beberapa waktu terakhir ini, jika ada banyak cicit di rumah ini, nenek berharap rumah ini tidak akan kesepian lagi." Kata Nyonya Jenkins dengan perasaan yang begitu bahagia.

__ADS_1


You langsung memanfaatkan ucapan neneknya sembari mempererat rangkulannya pada Angelina dan berkata, "Kau dengar itu? Nenek sangat senang jika kita memberinya banyak cicit."


Tentu saja Angelina tidak setuju dengan ucapan suaminya, tetapi melihat perempuan tua di depannya begitu bahagia dalam senyumannya, maka Angelina hanya bisa mengangguk kan kepalanya dengan pasrah.


Setelah makan bersama, You dan Angelina menemani Nyonya Jenkins berjalan-jalan di taman sebelum mengantar perempuan untuk untuk tidur siang.


"Nenek sudah tidur, kau juga perlu beristirahat supaya bayi kita tumbuh dengan sehat." Kata You langsung menggendong istrinya ke arah kamar, dibarengi tawa kecil Angelina.


Dari sudut rumah yang lain, Nyonya Jenkins 4 melihat bagaimana interaksi kedua orang itu dan perempuan itu menghela nafas sembari berbalik ke dalam kamar.


Nyonya Jenkins lalu menatap suaminya sembari berkata, "Aku rasa hari ini bukan hari yang tepat untuk mengundang perempuan itu ke rumah ini. Bagaimana kalau kita menunda nya beberapa waktu lagi. Paling tidak sampai kehamilan Angelina semakin--"


"Mana mungkin aku membatalkan undangan yang telah ku kirim? Pokoknya persiapkan saja makan malam untuk hari ini, masalah nanti,, aku yang akan mengatasinya." Ucap Tuan Jenkins membuat Nyonya Jenkins hanya bisa mengangguk pasrah.


Meski dia tidak menyukai Angelina karena perempuan itu berasal dari keluarga miskin, tetapi dia juga tidak tega menghancurkan hati putranya. Apalagi dia melihat bahwa You benar-benar memperdulikan Angelina.


Namun, dia juga tidak bisa mengabaikan perintah suaminya, jadi perempuan itu turun ke lantai bawah menyuruh para pelayan untuk menyiapkan makan malam mewah.

__ADS_1


__ADS_2