Budak Ranjang Tuan Muda You

Budak Ranjang Tuan Muda You
168.


__ADS_3

Angelina benar-benar tertidur di depan TV, dan ketika dia bangun, perempuan itu sudah berpindah di tempat tidur.


Perempuan itu bangun dengan wajah terkejut langsung menatap ke arah seorang pria yang sedang membaca buku di dekat jendela.


Lalu tatapan perempuan itu tertuju pada jam dinding yang memperlihatkan bahwa jam makan siang telah lewat.


"Kau sudah bangun," suara You tiba-tiba mengejutkan Angelina hingga perempuan itu langsung menyingkap selimutnya dan turun menghampiri suaminya.


"Aku tidur terlalu lama, Apa kau sudah makan siang?" Tanya Angelina.


You tersenyum meletakkan buku di tangannya, lalu pria itu berdiri, "aku menunggu istriku untuk makan siang bersama," katanya memegang tangan Angelina.


"Ah,, Kenapa kau tidak makan siang saja?" Tanya Angelina yang merasa khawatir bahwa pria di depannya mungkin akan kembali sakit karena terlambat makan siang.


You semakin melebarkan senyumnya, "aku tidak bisa makan bila istriku belum," ucap You sembari menarik Angelina keluar dari kamar tersebut.


Angelina tidak mengatakan apapun, perempuan itu hanya mengikuti suaminya sembari mengabaikan rasa menyesal dalam hatinya.


Setelah keduanya selesai makan siang, Brano menghampiri kedua orang itu untuk melaporkan masalah perusahaan.


"Laporannya nanti saja, aku sedang sibuk," ucap You mengusir asistennya lalu pria itu kembali fokus pada istrinya yang sedang duduk di kursi.

__ADS_1


Brano dengan patuh meninggalkan tempat itu, meski dalam hatinya dia merasa agak kesal pada Tuannya, sebab pria itu kini terlalu bucin dan melupakan masalah pekerjaan.


"Apa yang kau sibukkan?" Angelina bertanya dengan bingung saat menatap suaminya yang kini berfokus ke arahnya.


"Aku belum menceritakan bagaimana jalan cerita serial drama yang tadi ku nonton." Jawab You membuat Angelina ternganga di tempatnya.


'Pria ini kerasukan apa? Dia mengabaikan masalah perusahaan dengan alasan sibuk hanya karena ingin menceritakan serial drama yang tadi pagi ditontonnya?' Angelina begitu tercengang sampai-sampai dia tidak bisa berkata apapun pada suaminya yang kini mengeratkan pegangan pada tangannya.


"Drama yang kau ikuti tadi itu benar-benar bagus, kedua pemerannya tiba-tiba diberi tugas oleh Ibu mereka untuk mengantar makanan. Lalu bla bla bla...." You bercerita panjang lebar tentang drama yang ia nonton.


Saking lancarnya pria itu bercerita membuat Angelina benar-benar tak berkomentar dan hanya diam saja mendengarkan suaminya.


Perempuan itu baru bereaksi ketika You berkata, "tapi adegan terakhir drama itu tidak bisa diceritakan," kata You sembari main Hela nafas.


"Hm,, ya, karena adegan itu lebih bagus jika dipraktekkan," ucap You membuat Angelina mengerutkan keningnya karena merasa penasaran dengan adegan yang dikatakan oleh suaminya.


"Kalau begitu praktekanlah, biar aku melihatnya." Ucap Angelina yang begitu bersemangat untuk melihat kemampuan akting suaminya.


"Tentu saja, tapi aku butuh partner untuk melakukannya," ucap You membuat Angelina langsung mengangguk.


"Tentu! Aku bisa membantumu jika hanya membutuhkan satu orang, jika kau butuh lebih banyak orang maka aku bisa memanggil para pelayan dan pengawal." Ucap Angelina dengan sungguh-sungguh.

__ADS_1


Hal itu membuat You menumbuhkan rasa jahilnya dalam hati lalu pria itu segera berkata, "iya, aku butuh istriku dan beberapa pengawal, tidak juga,, akan lebih baik kalau semua pengawal di rumah ini berkumpul untuk membantu."


"Ok!" Angelina dengan semangat berdiri lalu memerintahkan Brano untuk mengumpulkan semua pengawal agar masuk ke ruang keluarga.


Hanya dalam beberapa menit seluruh pengawal telah memenuhi ruangan keluarga dengan You yang menyuruh semua orang berdiri mengelilingi dia dan istrinya.


"Lalu kita bisa meneruskannya," ucap Angelina membuat You tersenyum.


Para pengawal kebingungan dengan apa yang akan diteruskan oleh kedua orang di tengah-tengah mereka.


"Tentu saja," ucap You langsung mendekati Angelina sembari mengulurkan tangannya menarik pinggang perempuan itu mendekat ke arahnya.


Tanpa aba-aba pria itu langsung menundukkan kepalanya dengan satu tangan berada di belakang leher Angelina.


Cup!


"Adegan terakhir adalah adegan berciuman yang disaksikan oleh seluruh keluarga dari kedua pemeran utama." Kata pria itu membuat Angelina melototkan matanya.


Ia hendak memberontak di pelukan you, tetapi pria itu kembali membungkam nya dan dengan erat menahan tubuh Angelina agar perempuan itu tidak menjauh darinya.


Para pengawal yang mengelilingi kedua orang itu langsung berdiri dengan pipi merona sembari tertunduk malu dengan kelakuan dua orang di tengah-tengah mereka.

__ADS_1


Mereka semua dikumpulkan hanya untuk melihat dua orang itu meneruskan adegan yang tertunda, di mana adegan itu adalah...... Sebuah penyiksaan untuk mereka!!!


__ADS_2