
Zain langsung berada dalam kondisi tegang seperti busur yang ditarik kencang.
Waktu 20 menit telah habis, tetapi Kenan belum tiba!!!
"Tuan," ucap Zain sedikit menunduk pada You.
"Heh, kalau dia datang, katakan padanya untuk pergi ke dokter gigi. Jangan pakai obat bius!." Ucap You lalu pria itu kembali memasuki ruangannya.
Zain yang mendengar ucapan Tuan Mudanya hanya kebingungan di tempatnya. Untuk apa Lenan disuruh pergi ke dokter gigi?
Pria itu masih dalam kebingungannya ketika Kenan akhirnya muncul dengan baju yang telah basah kuyup oleh keringat pria itu sendiri.
"Tuan," Zain menatap pada pria itu. Ia sangat takut.
Karena jika You bisa menyiksa Kenan maka biasanya Kenan juga menyiksa mereka sebagai bawahan bawahan nya.
"Katakan," ucap Kenan melihat pria itu menyimpan informasi.
Zain menghela nafas yang panjang lalu memberanikan diri berkata, "Pertama yang harus saya katakan bahwa Tuan dan Nyonya hal sudah dipindahkan ke Villa milik Tuan Muda. Tapi mereka berdua meminta pekerjaan.
__ADS_1
"Lalu yang ke dua, Tuan Muda baru saja keluar dan kembali memasuki ruangannya. Tuan muda menitip pesan agar Tuan pergi ke dokter gigi tapi tidak boleh menggunakan obat bius." Ucap Zain meski dia juga tidak mengerti dengan ucapan yang kedua.
Tetapi Kenan yang mendengarnya, pria itu mengatur erat-erat giginya menyanyikan hening cipta untuk gigi-giginya yang akan segera dicabut!
Tidak hanya satu, semuanya!!!
Setelah beberapa saat meratapi nasibnya, Kenan menatap Zain dan berkata, "Suruh mereka mencarikan pekerjaan yang disukai oleh Tuan dan Nyonya Hall, tetapi harus memastikan bahwa mereka tetap tinggal di villa. Lalu yang kedua kau ikut aku ke rumah ke rumah sakit."
"Baik Tuan," Zain menjawab dengan polos karena dia sama sekali tidak mengerti tentang apa yang sedang direncanakan oleh Kenan.
Akhirnya setelah mereka dalam mobil menuju rumah Sakit, Zain langsung memerintahkan bawahan Kenan untuk melakukan apa yang diperintahkan oleh pria itu.
Sang dokter yang duduk di samping Zain menoleh pada Kenan, "Tuan yakin ini tidak akan menggunakan obat bius?" Tanya dokter yang baru pertama kali akan mencabut 32 gigi tanpa obat bius.
"Ya," jawab Kenan membuat sama dokter dan perawat yang menemani dokter itu langsung menelan air liur mereka.
Sementara Zain, dia masih kebingungan sampai ketika sang dokter memulai pekerjaannya lalu pria itu merasakan seluruh pori-pori kulitnya dari ujung kaki sampai ujung rambut mengeluarkan keringat.
Dia sangat ingin berteriak, Tapi tentu saja dia tidak berani melakukannya karena saat ini Kenan sedang memandangnya dengan ekspresi mematikan.
__ADS_1
'Bukan aku yang bersalah, tapi kenapa malah aku yang di hukum?' pikir Zain dalam hati meratapi kesialannya.
"Tolong jangan bergerak-gerak, Tuan juga tidak boleh tegang." Ucapkan dokter membuat Zain mengumpat dalam hatinya.
Ini siksaan yang terlalu kejam!!!
Sementara itu di kantor, You sedang memegang foto Angelina dan Stella.
Dia teringat akan permintaan Stella yang terakhir kali sebelum perempuan itu memutuskan untuk kembali ke desa menemui orang tuanya.
"Suatu saat jika terjadi sesuatu padaku, akan ada perempuan yang lebih mudah dariku datang mencarimu. Kau harus memperlakukannya dengan baik karena dia adalah salah satu orang berharga dalam hidupku." Ucap Stella saat itu.
You memejamkan matanya mengingat perkataan Stella,"Sekarang aku mengerti ucapanmu, tapi sekarang, aku baru menyadarinya saat aku sudah melakukan sebuah kesalahan besar. Kau pasti sangat marah padaku jika mengetahui perbuatanku." Ucap You sambil menghela nafas.
Orang yang dianggap Stella sebagai salah satu orang berharga di hatinya telah dia lukai sampai perempuan itu memilih kabur ke luar negeri, daripada tetap tinggal bersama orang tuanya.
Padahal, jika dipikir-pikir, maka seharusnya saat ini Angelina akan tetap berada di dalam negeri bersama kedua orang tuanya, karena keluarga Burton telah menghilang.
Tidak ada lagi yang memaksa perempuan itu untuk tetap berada di luar negeri.
__ADS_1