
Setelah kepergian Brano, Angelina langsung meninggalkan taman beserta buket bunga yang dikirim You untuknya.
Perempuan itu berjalan ke arah kamarnya diikuti tiga orang yang sedari tadi memperhatikannya.
"Kenapa Nyonya meninggalkan bunga dari tuan?" Ucap Tiara menatap sedih pada bunga yang tampak kesepian di atas meja taman.
Sementara Angelina, perempuan itu sama sekali tidak ingat dengan bunga tersebut, jadi dia hanya berjalan ke kamarnya, mengunci pintu lalu duduk di meja rias.
Perempuan itu memandangi voice recorder yang ada di tangannya lalu menekan tombol putar.
"Tuan, ini adalah pengawal yang baru bekerja beberapa waktu terakhir. Dia bisa mengantar bunga yang tuan siapkan untuk nyonya."
"Hm, bagus." Suara You.
"Kalau begitu, apakah Tuan sudah setuju dengan bunga yang saya pilihkan ini?" Suara seorang perempuan yang diduga Angelina sebagai pelayan tokoh.
"Hm, aku memilih sendiri. Di mana Bunga krisan putih milikmu?" Suara You.
"Silakan kemari," suara pelayan diiringi langkah kaki semua orang itu selama beberapa detik lalu terjadi keheningan.
Setelah menunggu beberapa menit akhirnya suara sang pelayan kembali muncul, "sepertinya bunga-bunga ini untuk kekasih tuan, Tuan sangat pandai memilih bunga."
"Untuk istriku," terdengar suara You yang dipenuhi cinta.
__ADS_1
"Ah begitu, istri Tuan pasti sangat senang menerima bunga ini."
Keheningan kembali terjadi beberapa detik.
"Gunakan ini," lagi suara You.
"Ah,, warna pembungkus ini terlihat sangat indah dipadukan dengan krisan putihnya. Tuan sangat pandai memilih." Suara pelayan.
Terjadi keheningan beberapa waktu lagi sampai akhirnya suara sang pelayan kembali terdengar, "Apakah Tuan juga ingin menulis kartu untuk bunga ini?"
Beberapa waktu terjadi keheningan sampai suara brano terdengar, "ini adalah pena yang khusus yang saya siapkan untuk Tuan."
"Untuk istriku harus yang terbaik. Mana boleh pakai punyamu!" Terdengar suara You yang penuh dengan penekanan.
Setelah suara itu, Angelina mematikan voice recordernya lalu meletakkan benda itu di atas meja.
Perempuan itu tertegun selama beberapa menit memikirkan bagaimana You benar-benar khusus menyiapkan bunga itu untuknya.
'Apakah orang ada orang yang memperlakukan perempuan dengan cara seperti ini, jika tidak dilandasi dengan cinta?' Angelina bertanya-tanya sembari menatap dirinya di cermin.
Perempuan itu cukup lama memikirkannya, namun jawaban untuk pertanyaan tersebut tetap saja menyalahkan You.
Tok tok tok...
__ADS_1
Tiba-tiba suara pintu kamar diketuk menarik Angelina dari lamunannya, perempuan itu lalu menatap pintu, "Masuk," katanya.
Mendengar suara putrinya, Raina langsung membuka pintu dan muncul bersama dengan buket bunga yang ditinggalkan Angelina di taman.
"Ibu," Angelina terkejut melihat ibunya yang datang bersama buket bunganya.
"Ibu melihat ini di taman, jadi ibu pikir kau lupa membawanya." Kata Raina sembari berjalan mendekati Angelina lalu menyerahkan buket bunga itu pada putrinya.
"Sepertinya suamimu benar-benar tahu bunga kesukaanmu." Ucap Raina yang jelas tahu bahwa Angelina selalu mengikuti apapun yang disukai oleh kakaknya.
Stella menyukai bunga krisan putih jadi tentu saja Angelina juga mengikuti perempuan itu menyukai bunga tersebut.
Angelina tersenyum kecut melihat bunga itu lalu dia teringat akan kartu yang ditulis oleh You.
Perempuan itu kemudian mencari-cari di antara selipan bunga dan akhirnya menemukan sebuah kartu berwarna biru cerah.
'Apakah pria itu juga memilih sendiri warna kartu ini?' Angelina bertanya-tanya dalam hati, namun dia tidak terlalu lama memikirkannya dan hanya membuka kartu itu untuk melihat isinya.
'Untuk istriku, semoga kau suka.' tulis You di kartu tersebut.
"Wah,, sepertinya suamimu tidak pandai mengungkapkan isi hatinya. Dia pasti kesulitan untuk menulis kartu itu." Komentar Raina yang juga ikut membaca tulisan di kartu yang dipegang Angelina.
Angelina memegangi kartu itu dengan tangan sedikit bergetar karena hatinya terasa begitu kalut mendengar ucapan ibunya.
__ADS_1