
Setelah menyiapkan semua makanan, Angelina bersama kedua pelayannya akhirnya berangkat ke kediaman utama keluarga Jenkins.
Begitu tiba di kediaman utama, Angelina menghentikan langkahnya saat kedatangannya bertepatan dengan Sherin yang juga datang ke rumah itu.
"Oh, hai,, kita ketemu lagi!!" Sherin begitu percaya diri menyapa Angelina sembari memperhatikan dua pelayan Angelina yang membawa kotak bekal.
Angelina pun memperhatikan perempuan di depannya, perempuan itu juga membawa sebuah kotak bekal di tangannya.
"Ya,, Kita ketemu lagi," jawab Angelina sembari memberikan senyum tipis nya pada perempuan di depannya, lalu melangkahkan kakinya meninggalkan Sherin.
Tiara dan Marlin langsung mengikuti Angelina sembari menampakkan senyum pada Sherin yang terdiam di tempatnya.
"Ada apa dengn mereka?!!" Sherin menggertakkan giginya melihat dua pelayan yang berani beraninya bersikap kurang ajar terhadapnya.
Sebagai seorang pelayan, seharusnya keduanya tidak perlu mengangkat wajahnya, apa lagi sampai memberikan senyum, pelayan hanya boleh tertunduk saja!!!
'Sial!!! Pokoknya aku tidak boleh kalah dari perempuan itu, hanya perempuan yang disewa rahimnya untuk keluarga Jenkins,, tidak mungkin mengalahkan aku yang merupakan calon nyonya keluarga Jenkins!!!' Ucap Sherin dalam hati lalu perempuan itu mengikuti Angelina.
__ADS_1
Ketika Angelina bersama pelayannya memilih pergi ke dapur untuk menyiapkan makanan, maka Sherin langsung meminta pelayan mengantar nya ke kamar Nyonya Jenkins 4.
"Sherin..." Nyonya Jenkins yang tampak pucat berbaring di tempat tidur langsung duduk setelah melihat Sherin.
"Adu Bibi, tidak perlu duduk. Bibi berbaring saja supaya--"
"Aku baik-baik saja. Aku merasa sangat senang melihat mu datang mengunjungi ku." Kata Nyonya Jenkins sembari mengukir senyum indah di wajahnya.
"Aku sangat senang kalau Bibi menganggap kedatangan ku membuat keadaan Bibi semakin membaik. Oh ya,, aku membawakan makanan untuk Bibi," ucap Sherin kini membuka kotak bekal di tangannya.
"Kau begitu perhatian," ucap Nyonya Jenkins lalu dia kembali ingat bagaimana kejadian di kantor You.
"Mana mungkin aku tidak mau datang? Justru aku sangat senang jika bisa membantu calon ibu mertua ku." Sela Sherin membuat Nyonya Jenkins merasa sangat senang mendengar perempuan itu menyebutnya sebagai calon ibu mertua.
"Terima kasih Sherin, tapi oya,,,, aku punya sesuatu untukmu." Ucap Nyonya Jenkins mengulurkan tangannya membuka laci di samping tempat tidur lalu menarik sebuah kota kecil dari lagi tersebut.
"Ini adalah cincin yang dipersiapkan you untuk calon istrinya. Dia memberikannya pada ibu untuk diberikan pada perempuan yang ibu restui sebagai calon istrinya." Ucap Nyonya Jenkins memberikan kotak kecil itu pada sherin.
__ADS_1
"Ini,," Sherin menerima kotak kecil itu dengan hati yang berdesir tak karuan karena tak menyangka bahwa cincin yang disiapkan sendiri oleh you untuk calon istrinya ternyata akan berakhir melingkar di jarinya.
"Biar aku membantumu memakainya," ucap Nyonya Jenkins mengambil cincin dari kotaknya lalu menyematkan cincin itu di jari manis Sherin.
"Oh,, ini sangat pas!!" Ucap Sherin merasa sangat senang bahwa you memilih cincin yang sangat pas di jarinya.
Nyonya Jenkins mengangguk, "memang cincin ini sudah disiapkan untuk kau memakainya, jadi begitu cocok dijarimu. Dan mulai sekarang, kau tidak perlu memanggilku sebagai Bibi, panggil aku dengan panggilan ibu. Karena cepat atau lambat kau akan segera menjadi menantu ku," Ucap Nyonya Jenkins merasa sangat senang.
"Ah,, baik Ibu." Ucap Sherin merasa senang.
Saat itulah pintu kamar diketuk oleh seseorang.
Tok tok tok...
"Ibu,, ini aku," suara Angelina dari balik pintu langsung membuat dua perempuan itu menatap kearah pintu.
'Perempuan itu datang juga, aku akan memamerkan cincin ini padanya." pikir Sherin.
__ADS_1
'Kebetulan sekali Angelina datang di saat seperti ini. Dia pasti akan terbakar setengah mati melihat cincin yang kemarin ia temukan di kantor suami nya malah berakhir di jari manis Sherin.' Ucap Nyonya Jenkins dalam hati.