
Setelah menunggu sampai jam 12.00 akhirnya Kenan mendengar sebuah suara dari dalam kamar.
Marlin yang sedari tadi berdiri di sisinya memegang nampan berisi sop langsung menatap Kenan lalu melihat pria itu mengetuk pintu kamar You.
Tok tok tok...
Tidak ada jawaban.
Tok tok tok...
Akhirnya handle pintu perlahan-lahan terputar lalu pintu tersebut terbuka memperlihatkan seorang pria yang menatap mereka dengan mata cipit nya karena baru bangun tidur.
"Tuan, saya menyiapkan sup yang bisa membantu Tuan pulih dari rasa mabuk." Ucap Kenan.
"Bawa masuk," perintah You lalu pria itu meninggalkan Kenan yang sementara mengambil nampan dari tangan Marlin.
Canon mengikuti You hingga pria itu duduk di sofa lalu Kenan meletakkan sup di depan pria itu.
"Jam berapa ini?" Tanya You masih dengan mata mengantuknya menatap keluar jendela, di mana matahari terlihat sangat terik.
"Jam 12.00 siang." Jawab Kenan memperhatikan pria yang kini mengambil sendok lalu dengan tenang mulai mencicipi sup buatan Tiara dan Marlin.
Sedikit demi sedikit sup itu akhirnya habis sampai hanya tersisa sedikit airnya saja di permukaan mangkok.
__ADS_1
You mengangkat wajahnya lalu mengerutkan keningnya melihat bunga krisan putih yang diletakkan di tengah-tengah meja.
"Bunga itu,," You menatap tajam pada bunga yang baru pertama kali ia lihat di atas meja.
Bunga Krisan putih adalah bunga kesukaan Stella. Perempuan itu juga suka meletakkan bunga krisan di dalam vas lalu meletakkannya di sudut-sudut rumah.
Kenan memperhatikan You yang begitu mendalami bunga di atas meja, "Apakah saya perlu memanggil para pelayan untuk menanyakan masalah bunga ini?" Tanya Kenan pada You.
"Hm, panggil mereka." Perintah You.
Dengan begitu, Kenan langsung berdiri dan pergi memanggil Tiara dan Marlin.
Setelah beberapa menit, Kenan kembali bersama dua pelayan yang mengikuti Kenan menghadap pada You.
"Jelaskan mengapa ada bunga krisan di atas meja ini?!" Tanya You pada Marlin dan Tiara.
Tetapi ketika melihat bunga yang ditata Angelina di atas meja telah layu, maka mereka menggantinya dengan bunga yang lebih segar.
'Mungkinkah Tuan akan memarahi kami karena masalah ini?' Tiara mengatup erat giginya sambil melirik pada Marlin memberi kesempatan pada Marlin agar dia saja yang menjawab pertanyaan dari tuan muda mereka.
Marlin menghela nafas, "Bunga krisan itu adalah bunga yang diperintahkan oleh nyonya agar kami menatanya di seluruh sudut rumah ini, bahkan Nyonya menyuruh kami meletakkan satu vas di meja kerja Tuan karena perintah dari nyonya.
"Bunga krisan itu sudah ada di atas meja ini sejak hari kedua kedatangan Nyonya di rumah ini. Jadi kami tidak berani memindahkannya ataupun menggantinya tanpa ada perintah.'" jawab Marlin membuat You mengerutkan keningnya.
__ADS_1
Bunga itu sudah sama selama berada di meja itu dan bahkan berada di ruang kerjanya juga, tetapi dia sama sekali tidak menyadarinya?
"Ambilkan bunga yang ada di ruang kerjaku." Perintah You diikuti Marlin yang langsung berjalan ke ruang kerja You mendapatkan satu vas bunga krisan putih yang selalu berada di meja pria itu.
You memperhatikan bunga krisan putih yang diletakkan pelayannya di atas meja.
"Bagaimana bisa aku tidak menyadarinya?" Ucap You mengagetkan ketiga orang yang ada di sana.
Bunga-bunga itu sudah sangat lama berada di sekitar You, tapi pria itu tidak menyadarinya?
Tetapi tidak ada yang berani berbicara, semuanya hanya membiarkan You berpikir sendirian.
Mereka menunggu beberapa menit sampai akhirnya pria itu mengangkat wajahnya lalu melihat sekitarnya.
Pria itu melihat meja rias di mana barang-barang Angelina masih tertata rapi di atas meja itu.
"Kenapa kalian tidak membuang barang-barang perempuan itu?" Tanya You.
"Eh? Ah,, kami menunggu perintah dari Tuan, tetapi karena Tuan tidak menyuruh kami maka kami tidak berani menyentuh barang-barang nyonya." Ucap Tiara.
"Dasar tidak berguna!! Keluar!!!" Teriak You dengan kesal.
"Baik Tuan," jawab Marlin dan Tiara secara serempak lalu kedua perempuan itu segera keluar dari kamar You.
__ADS_1
Kenan yang tertinggal kini ikut berdiri lalu berkata, "Saya akan menunggu Tuan di luar."
Setelah berbicara, Kenan langsung meninggalkan kamar itu tanpa menunggu jawaban dari You, karena dia tahu pria itu sedang berada dalam suasana hati yang buruk, jadi kalau dia tetap tinggal di sisi pria itu dia akan menjadi tempat pelampiasan amarah.