
Satu hari setelah acara baby shower, Tuan Jenkins meninggalkan ibukota, karena dia ingin mengecek perusahaan mereka yang sedang dikembangkan di luar kota.
Meski itu adalah perusahaan kecil, tetapi karena itu adalah perusahaan baru, maka dia merasa perlu untuk turun tangan sendiri, agar memberi semangat terhadap orang-orang yang ia percaya mengerjakan perusahaan itu.
Dan hari itu juga, You hendak mencari sesuatu di ruang kerja ayahnya, jadi dia bersama Angelina masuk ke sana.
"Buku itu berwarna merah, dengan pola-pola abstrak di depannya di ukir dengan tinta emas," ucap You diangguki oleh Angelina, lalu mereka mulai memeriksa rak buku di ruang kerja Tuan Jenkins.
Setelah beberapa saat, mereka menemukan bukunya, lalu You mulai membaca buku tersebut dan menemukan bahwa dia perlu melihat sesuatu di buku lain.
Jadi pria itu membuka brangkas rahasia di ruangan itu untuk mengambil buku rahasia milik keluarga mereka.
"Ada apa?" Tanya Angelina ketika dia melihat suaminya terdiam, seolah ada sesuatu yang mengganggu pikirannya.
"Buku rahasia keluarga kami yang diletakkan di sini tidak ada," ucap You menutup brankas tersebut lalu dia berdiri sembari berpikir.
"Mungkinkah Ayah membawanya?" Tanya Angelina langsung membuat You menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
"Ah,, benar, tapi sekarang Ayah sedang berada di pesawat, jadi pasti tidak bisa mengangkat telepon. Jaringan di tempat perusahaan baru kita dibuka juga tidak terlalu bagus, Jadi sepertinya akan sulit untuk menghubungi ayah." Ucap You sembari merangkul istrinya untuk keluar dari ruangan itu.
"Kalau begitu aku akan berangkat ke kantor saja, kau baik-baik di rumah dan jangan terlalu lelah," ucap You langsung diiyakan oleh Angelina lalu perempuan itu mengantar suaminya ke depan rumah.
Begitu kembali ke dalam rumah, ia bertemu dengan ibu dan ayahnya yang hendak pulang ke Villa.
"Ayah dan ibu sudah mau pulang?" Tanya Angelina yang terkejut bahwa ayah dan ibunya buru-buru sekali untuk kembali ke Villa.
"Ayahmu ini adalah orang yang tidak bisa menginap di rumah orang lain. Dia selalu cemas saja akan ternaknya yang ada di villa, tapi nanti sore Ibu akan datang lagi ke sini dan menginap." Ucap Raina langsung membuat Angelina mengangguk.
"Hei tunggu dulu!!" Ucap perempuan itu sembari membawa sekotak makanan.
"Bawalah ini untuk lauk makan siang kalian," ucap Nyonya Jenkins memberikan kotak lauk itu pada besannya.
"Ah terima kasih besan. Kau sangat perhatian," kata Raina sembari tersenyum mengambil kotak lauk dari tangan besannya.
"Tentu saja harus perhatian pada besan sendiri. Kalau nanti sore kau datang lagi, bolehkah membawa beberapa bunga lagi? Aku ingin menaruh itu di meja makan," kata Nyonya Jenkins langsung diangguki oleh Raina.
__ADS_1
"Nanti akan kubawa, kalau begitu Kami pergi sekarang," ucap Raina lalu menciumi putrinya, kemudian dia dan suaminya beranjak meninggalkan tempat itu.
Setelah mobil orang tuanya sudah menghilang, maka Angelina kembali memasuki kediaman bersama dengan ibu mertuanya.
"Ibu belum mandi," ucap perempuan itu memberi kode pada Angelina bahwa dia harus kembali ke kamar untuk membersihkan diri.
"Baik Bu," jawab Angelina dengan perempuan itu juga kembali ke kamarnya.
Baru saja kembali ke kamar ketika ponselnya yang diletakkan di atas meja tiba-tiba saja berdering.
Perempuan itu mengambil ponselnya dan melihat sebuah nomor baru dengan kode negara mereka tertera di layar ponselnya.
"Siapa ini?" Ucap Angelina merasa heran dengan sebuah nomor baru yang menghubunginya.
Tetapi perempuan itu tetap saja mengangkat panggilan itu dan begitu terkejut ketika dia mendengar suara seorang pria dari seberang telepon yang amat familiar di telinganya
"Hendra?" Ucap Angelina pada orang di seberang telepon, tidak menyangka bahwa pria itu akan menghubunginya lagi.
__ADS_1