
Melihat ibunya yang tanpa agak pucat, maka Angelina langsung memegang perempuan itu sambil berkata, "Ibu baik-baik saja?"
"Pembicaraan ini sudah tidak bisa dilanjutkan lagi, tolong kalian segera pergi dari rumah ini!!!" Tegas Nyonya Jenkins dengan nafas yang terasa sesak.
Nyonya Firdani yang melihat keadaan Nyonya Jenkins merasa sangat bersalah, tetapi melihat putrinya yang juga menangis, perempuan itu jadi kebingungan untuk membawa putrinya pergi dari tempat itu, atau menenangkan dulu putrinya sebelum mereka pergi dari sana.
Bagaimanapun, dia tahu bahwa putrinya tidak puas dengan reaksi keluarga Jenkins, tapi dia juga tidak bisa melakukan apapun.
Angelina yang melihat dua orang yang masih tinggal akhirnya menatap para pelayan, "Bantu ibuku kembali ke kamarnya!" Perintah perempuan itu.
Maka dengan segera, semua pelayan yang ada di tempat itu langsung mendekati Nyonya Jenkins dan membopong perempuan itu menuju ke kamarnya.
Sementara Angelina yang masih tinggal, dia melirik ke arah dua orang yang sedang duduk menatapnya.
__ADS_1
Yang satu duduk dengan wajah yang cemas, sementara yang lain duduk dengan wajah yang dipenuhi air mata.
"Bukankah kalian sudah selesai menyampaikan maksud kalian? Kalau begitu, tolong segera pergi dari sini karena keadaan Ibuku sedang tidak baik!" Tegas Angelina dengan mata yang tenang menatap kedua perempuan di depannya.
Nyonya Firdani yang melihat Angelina akhirnya menghembuskan nafasnya lalu perempuan itu menatap putrinya yang masih terus terisak, "Ayo kita pergi dari sini," kata perempuan itu membantu putrinya untuk berdiri.
Tetapi, begitu Sherin berdiri, perempuan itu tidak melangkah pergi mengikuti arah tarikan Nyonya Firdani, tetapi dia melihat ke arah Angelina sambil berkata, "aku juga sedang hamil anak You, jadi sebaiknya kau memperlakukanku juga dengan baik, karena kalau sampai terjadi sesuatu pada kandunganku, maka seluruh keluarga Jenkins juga akan merasa terbebani karena cucu mereka yang ada dalam rahimku."
Angelina tersenyum lalu menganggukkan kepalanya, "tentu saja, itulah sebabnya aku tidak meminta para pengawal untuk mengusir kalian dari sini. Jadi, jika kalian sudah melihat jalan pulang, maka tolong segera melangkah sendiri untuk meninggalkan rumah ini." Ucap Angelina dengan suara yang tenang dan sebuah senyum di wajahnya membuat Sherin merasa begitu marah melihat perempuan di depannya.
Sherin mengepal erat tangannya, lalu perempuan itu menggertakkan giginya sambil berkata, "Kau Tunggu saja, sebentar lagi aku pasti akan kembali ke tempat ini dan menjadi Nyonya di rumah ini. Anakku yang ada di dalam kandunganku ini akan menjadi satu-satunya pewaris keluarga Jenkins!!"
Sekali lagi Angelina melebarkan senyumnya lalu menganggukkan kepalanya, "Baiklah aku sudah mengerti, Jadi sekarang tolong segera tinggalkan tempat ini," ucap Angelina berusaha menahan dirinya agar tidak melompat ke arah Sherin dan mematahkan tulang-tulang perempuan itu.
__ADS_1
Karena melihat Angelina yang sama sekali tidak terprovokasi dengan ucapannya, maka Sherin hanya menghentakkan kakinya, lalu dia pergi bersama ibunya meninggalkan kediaman keluarga Jenkins.
Setelah berhasil mengusir dua tikus yang tidak tahu malu, akhirnya Angelina bisa bernafas dengan lega, lalu perempuan itu segera pergi ke kamar Nyonya Jenkins.
"Ibu," ucap Angelina dengan cemas menghampiri Ibu mertuanya sembari memperhatikan perempuan yang terbaring dengan lemah.
Pelayan yang ada di dekat Nyonya Jenkins langsung berkata, "kami sudah menghubungi dokter dan dia akan tiba dalam 15 menit lagi."
Angelina mengangguk puas dengan sikap bijak pelayan itu, lalu Angelina berkata, "pergi ke dapur ambilkan air putih untuk ibuku dan juga siapkan bubur untuknya."
"Baik Nyonya," jawab para pelayan lalu mereka segera meninggalkan ruangan itu dengan Angelina yang menatap ibunya yang tampak lemas berbaring.
"Ibu tenanglah, kedua orang itu sudah pergi, jadi ibu tidak perlu memikirkannya lagi." Ucap Angelina yang cemas jika saja Ibu mertuanya menjadi sakit hanya gara-gara memikirkan ucapan Sherin.
__ADS_1
Nyonya Jenkins bisa mendengar ucapan Angelina, tetapi dia begitu berat untuk membuka mulutnya berbicara dengan perempuan itu, jadi dia hanya diam berusaha menenangkan dirinya sendiri.
Melihat Nyonya Jenkins yang bahkan tak mampu berbicara dengannya, membuat Angelina menjadi cemas, jadi perempuan itu langsung mengambil ponsel dan menghubungi You.