
You menghela nafas dan menarik pinggang istrinya, "tiba-tiba klien memintaku untuk bertemu segera. Aku ingin mengantarmu dulu ke rumah lalu pergi menemuinya, tapi,," You kebingungan harus berbuat apa.
"Ahh, begitu, memangnya di mana pertemuanmu dengan klien mu?" Tanya Angelina.
"Di restoran A." Jawab You.
"Kebetulan sekali, aku juga membuat janji di sana. Kalau begitu kita bisa menemui Ariston lebih dulu, lalu aku akan menemanimu bertemu dengan klien mu." Ucap Angelina langsung diangguki oleh You jadi kedua orang itu segera meninggalkan kantor dan pergi ke restoran A.
Sementara itu, di restoran A, Ariston sudah duduk di sana menunggu orang yang akan ia temui.
Pria itu memainkan lipstik di tangannya sembari tersenyum senang ketika ponselnya yang ada di sakunya tiba-tiba berbunyi.
Drrtttt....... Drrtttt....... Drrtttt.......
Drrtttt....... Drrtttt....... Drrtttt.......
Pria itu mengerutkan keningnya ketika dia melihat layar ponselnya menunjukkan bahwa asistennya lah yang sedang menelponnya.
"Halo!" Jawab Arifin dengan suara yang tegas, karena dia merasa kesal pada asistennya yang selalu saja mengganggunya di saat-saat yang penting.
"Tuan, Saya ingin memberitahukan bahwa di restoran A juga ada pertemuan antara tuan You Jenkins dengan salah satu kliennya. Dan yang paling penting, klien itu berhubungan dengan proyek kerjasama kita dengan grup Jenkins.
__ADS_1
"Dia adalah pemasok bahan-bahan dari negara L yang kemungkinan berusaha Tuan You dapatkan." Ucap Arya langsung membuat Ariston mengerutkan keningnya.
'Kalau begitu, Angelina tidak akan menemuiku sendirian. Tapi tunggu, pemasok bahan-bahan, Bukankah masalah ini seharusnya menjadi urusan kami, kenapa You ingin mencampurinya?' pikir Ariston dalam hati lalu pria itu kembali fokus pada teleponnya.
"Cari tahu masalahnya lebih lanjut, kau lihat apakah dia benar-benar ingin mencampuri urusan pemasukan bahan-bahan kita atau dia memiliki maksud yang lain." Perintah Ariston pada orang di seberang telepon lalu pria itu tanpa menunggu jawaban langsung mematikan panggilan telepon mereka.
Setelah selesai menelpon, Ariston lalu menatap ke luar restoran sembari memikirkan maksud dan tujuan You bertemu dengan orang dari negara L.
Tetapi pria itu belum menemukan jawaban untuk pertanyaannya ketika dia melihat You dan Angelina telah tiba.
Kedua orang itu turun dari mobil dengan You yang langsung merangkul istrinya, lalu kedua orang itu tertawa-tawa sambil berjalan ke arah restoran tempat Ariston duduk.
'Dia tidak pernah tertawa seperti itu saat bersama denganku. Dia hanya marah, marah, marah dan mengikuti perintahku saja!!! Tapi kenapa bersama lelaki itu dia bisa dengan santai tertawa seperti itu?' ucap Ariston dalam hati sambil menggertakkan giginya, merasa sangat marah dengan cara Angelina membeda-bedakan sikapnya terhadap dia dan You.
"Selamat datang," sambut seorang pelayan pada You dan Angelina yang memasuki restoran.
"Halo," ucap Angelina sembari melihat ke dalam dan langsung bertemu mata dengan Ariston yang sedang memandangi mereka.
Meka Angelina dan You langsung berjalan ke arah Ariston dan bergabung dengan pria itu.
Seorang pelayan juga langsung menghampiri mereka dan menyerahkan buku menu untuk ketiga orang yang sudah duduk bersama-sama.
__ADS_1
"Kau mau makan apa?" Tanya You sembari membuka buku menu untuk ia lihat bersama istrinya.
Maka dengan spontan Angelina mendekatkan diri ke arah You dan melihat menu-menu yang tertera di buku tersebut.
"Hm,, apaya...?" Ucap Angelina sembari berpikir-pikir.
"Bagaimana kalau kita memesan Spicy Chicken Wings?" Tiba-tiba suara Ariston yang menatap You dan Angelina langsung membuat dua orang itu mengangkat wajahnya menatap pria di depan mereka.
"Aku rasa istrimu akan menyukai makanan ini," ucap Ariston sembari melihat You yang kini duduk dengan tatapan tidak sukanya pada Ariston.
Angelina dengan peka menyadari bahwa kedua orang itu sedang melakukan perang dingin, jadi dia langsung merangkul lengan suaminya dengan mesra.
"Ah iya,, Ayo kita pesan makanan itu. Dulu aku suka memakan itu bersama dengan nasi putih yang lembut. Sayang sekali ketika datang ke sini, aku jarang lagi memakannya," ucap Angelina langsung membuat You menganggukkan kepalanya.
"Apapun yang diinginkan oleh istriku," kata pria itu dengan suara yang lembut sembari menundukkan kepalanya mendaratkan ciuman di kening Angelina.
"Terima kasih suamiku," ucap Angelina merasa sangat senang lalu pesanan segera di buat.
Namun meski demikian, You tetap memikirkan ucapan Ariston dan istrinya.
'Bagaimana bisa orang Ini mengetahui bahwa dulunya istriku sangat suka makan sayap ayam? Atau dia menyarankan itu hanya kebetulan saja? Tapi,,,' You kembali mengingat ucapan Ariston.
__ADS_1
"Aku rasa istrimu akan menyukai makanan ini," ucapan Ariston membuat You semakin merasa bahwa ada sesuatu yang aneh.