Budak Ranjang Tuan Muda You

Budak Ranjang Tuan Muda You
111. Pria lain menghamili Angelina


__ADS_3

Akhirnya, setelah Hendra pergi, Angelina kemudian memesan kendaraan online dan mengantarnya ke rumah sakit yang cukup besar di kota itu.


Dia sengaja memilih rumah Sakit swasta agar dia bisa menyembunyikan kedatangannya ke rumah sakit itu.


Dan akhirnya, setelah mengantri selama 30 menit, kini giliran Angelina yang memasuki ruangan pemeriksaan dokter kandungan.


Dengan perasaan campur aduk, Angelina memasuki ruangan pemeriksaan dan melihat seorang dokter perempuan yang langsung menyambutnya.


"Halo, selamat datang," sang dokter dengan ramah melemparkan senyum ke arah Angelina.


"Halo Dok," ucap Angelina membalas senyuman sang dokter lalu perempuan itu duduk di kursi di depan dokter.


"Apa yang dikeluhkan?" Tanya sang dokter sembari membaca informasi dasar Angelina yang telah dicatat oleh suster.


"Iya, jadi saya baru saja melakukan pemeriksaan di pusat kesehatan dan dokter di sana menyarankan saya datang kemari untuk melakukan pemeriksaan lanjutan. Perkiraan awal dokter di pusat kesehatan kalau saya sedang mengandung." Ucap Angelina lalu diangguki oleh dokter.


"Apakah Nona sudah melakukan tes kehamilan menggunakan test pack?" Tanya Sang dokter.


"Belum dok," jawab Angelina lalu dia langsung disuruh untuk berbaring diberangkat untuk diperiksa.


Setelah melakukan USG dan melihat kondisi rahim Angelina, sang dokter kemudian menatap Angelina.

__ADS_1


"Ini adalah kehamilan umur 1 setengah bulan. Tetapi ada gangguan pada kehamilan. Ini bukan pertanda baik." Kata Sang dokter segera menyerahkan alat-alatnya pada sang perawat lalu menuntun Angelina kembali duduk.


"Apa yang terjadi dok?" Tanya Angelina kembali mengepalkan tangannya, karena dalam hatinya dia sangat dilema.


Di sisi lain, dia berharap agar bayi itu mengalami komplikasi dan akhirnya bisa keluar dari kandungannya, tetapi pada tempat lain di hatinya, dia tidak tega membunuh bayi kecil tak bersalah itu.


Sang dokter melihat hasil USG yang telah di cetak, lalu mengangkat wajahnya menatap Angelina, "Bukan masalah besar, hanya saja, pertumbuhan janinnya tidak terlalu baik, mungkin karena beberapa waktu terakhir Nona mengalami stres ataupun kelelahan.


"Jadi saya akan meresepkan vitamin dan juga obat untuk Nona. Lalu saya sarankan Nona tidak melakukan aktivitas berlebih yang membuat Nona kelelahan, hindari juga memikirkan hal-hal yang membuat Nona menjadi stres." Kata Sang dokter sembari menulis resep di buku resep lalu memberikannya pada Angelina.


"Terima kasih Dok," ucap Angelina memegang resep tersebut dengan cengkraman yang kuat sembari meninggalkan ruang pemeriksaan.


Sembari menunggu apoteker selesai menyiapkan obatnya, Angelina duduk dengan pikiran yang kacau.


'Aku hamil,,,' pikir Angelina dengan nafas yang tidak bisa dikendalikan sebab dia begitu marah pada dirinya sendiri, karena dia sudah membiarkan tubuhnya mengandung anak dari seorang pria yang ia benci.


Tetapi ketika ingatannya tentang kakaknya yang hamil terlintas di pikirannya, Angelina merasa semakin kalut.


'Mungkin saja ini adalah anak yang dikandung oleh kak Stella lalu dia kembali berinkarnasi di perutku. Kalau begitu aku tidak mungkin membuatnya meninggal untuk yang kedua kalinya. Apalagi dia belum melihat dunia ini.' pikir Angelina sembari memegangi perutnya yang masih datar. Pikirannya bercampur aduk.


"Nona Angelina Burton!" Panggil sang apoteker menarik Angelina dari lamunanya lalu perempuan itu segera mengambil obat.

__ADS_1


Setelah membayar pesanan obatnya, perempuan itu melangkah keluar dari rumah sakit tersebut dan terkejut saat melihat seorang berdiri bersandar pada sebuah mobil mewah.


Pria tersebut memicingkan matanya ke arah Angelina membuat Angelina mematung di tempatnya.


"Ka,, kau... Kenapa di sini?" Tanya Angelina dengan nafas yang berat menatap Hendra.


Apa yang akan dilakukan pria itu saat mengetahui dirinya sedang hamil?


Berdiri terpaku di tempatnya, dia melihat Hendra kini mendekat ke arahnya lalu pria itu berhenti ketika jarak mereka tinggal selangkah.


"Katakan! Siapa ayah dari bayi yang kau kandung?!" Tanya Hendra dengan suara yang tenang namun bisa membuat Angelina mengeluarkan keringat di sekujur tubuhnya.


Meski dia tidak memiliki hubungan apapun dengan Hendra selain hubungan antara atasan dan bawahan, namun dia tahu benar bahwa pria itu memiliki perasaan yang sangat dalam untuknya.


Dan meski selama ini dia berusaha menolaknya, tetapi pria itu seolah tidak bisa berhenti untuk mengejarnya, hal itu menjadi sebuah beban yang besar untuk Angelina, karena dia tentu tidak mampu melawan seorang pria sekuat Hendra.


Angelina menunduk lalu memberanikan dirinya berkata, "Bayi ini tidak ada hubungannya denganmu, Jadi kau tidak perlu membuang-buang waktu untuk mengurusinya."


Ucapan Angelina bagai batu besar yang diletakkan di pundak Hendra.


Perempuan di depannya baru saja mengakui bahwa dirinya benar-benar hamil dan yang kedua, perempuan itu sudah dihamili oleh pria lain selain dirinya!!!!

__ADS_1


__ADS_2