Budak Ranjang Tuan Muda You

Budak Ranjang Tuan Muda You
149. Berhasil


__ADS_3

Selama berhari-hari, Angelina terus mendengarkan voice recorder yang ia dapatkan dari Brano.


Hati perempuan itu masih terlalu kalut untuk memaafkan atau tidak.


'Kalau pria itu tulus mengirim bunganya, maka seharusnya dia mengirimnya setiap hari. Dengan begitu aku bisa luluh, tapi ini... Hanya sekali saja? Dasar tidak berguna!!' Kesal Angelina dalam hati.


Suatu hari, akhirnya Brano datang kembali membawa sebuket bunga yang dikirim You untuknya.


"Nyonya," ucap Brano yang langsung menghampiri Angelina di taman.


"Oh, kau sudah datang," ucap Angelina yang memang sudah menunggu pria itu selama beberapa waktu terakhir, namun Brano tak pernah muncul.


"Ini kiriman dari Tuan untuk Nyonya." Ucap Brano langsung menyerahkan buket bunga pada Angelina.


"Oh," Angelina secara spontan menerima buket bunga itu dan mengambil kertas berwarna biru cerah yang diletakkan pada buket bunga.


'Untuk istriku, semoga kau suka.' Angelina membaca tulisan yang agak berantakan di kertas tersebut lalu menyelipkannya kembali.


Perempuan itu lalu berbalik menatap Brano dan bertanya, "Apa informasi yang kau bawa?" Tanya Angelina.


"Uh,, itu,," wajah Brano tampak tidak baik untuk menjawab.


Hal itu membuat Angelina merasakan ada sesuatu yang ditutupi oleh Brano, jadi dia langsung berkata, "Berikan voice recorder mu!"

__ADS_1


Brano menghela nafas mengambil voice recordernya lalu dengan wajah yang tampak khawatir dia menyerahkan benda tersebut pada Angelina.


Sesaat, Angelina memandangi pria itu sebelum menyalakan voice recorder nya.


"Hei, aku dengar Tuan masuk rumah sakit karena penembakan yang terjadi saat meninjau lokasi pembangunan di kota xx."


"Hm, benar, katanya dia ditembak oleh sekelompok pria yang berasal dari kota h negara C."


"Astaga, Lalu bagaimana keadaannya?"


"Entahlah, tapi sampai saat ini Tuan masih dirawat di rumah sakit, bahkan beberapa teman kita mengatakan kalau kondisinya sangat kritis."


Voice recorder masih terus berlanjut ketika Angelina langsung mematikan benda tersebut lalu dengan tangan gemeter perempuan itu menatap Brano.


"Saat kau mengambil bunga ini, bagaimana keadaan tuanmu?" Tanya Angelina.


"Cepat putar rekaman yang kau maksud!" Sela Angelina sembari menyerahkan voice recorder pada Brano.


Brano langsung mengatur voice recorder tersebut pada waktu yang ia ingat lalu menyerahkannya pada Angelina.


Angelina menatap Brano selama beberapa detik lalu kembali fokus pada voice recorder di tangannya.


"Tuan, ini adalah bunga yang saya dapatkan dari toko bunga."

__ADS_1


"Hm, bantu aku duduk." Suara You tampak terdengar lemas.


"Maaf Tuan, dokter belum menyarankan Tuan untuk duduk." Suara seorang pria memperingatkan You.


"Dudukkan aku!! Uhuk... Uhuk...!!"


"Baik Tuan."


Keheningan terjadi selama beberapa waktu sampai akhirnya terdengar suara gesekan kertas yang bisa diperkirakan oleh Angelina bahwa petugas yang ada di sana sedang membungkus bunga yang telah dipilih oleh You.


"Tuan, silakan isi suratnya."


Angelina tidak ingin mendengarkannya lebih jauh, jadi perempuan itu mematikan voice recordernya lalu kembali mengambil surat yang ditulis oleh You.


Perempuan itu memperhatikan tulisan pada kertas, 'pantas saja tulisannya berantakan. Bahkan tulisan ini terlihat ditulis dengan kekuatan yang sangat lemah. Ternyata di sedang sakit lalu memaksakan diri untuk menulis.' pikir Angelina memperhatikan tulisan tipis di atas kertas.


"Nyonya, Sebenarnya Tuan sangat sakit. Dia tertembak di bagian dadanya, katanya paru-parunya terganggu karena tembakan itu. Juga, Tuan mengalami kecelakaan saat dibawa ke rumah sakit jadi--"


"Tuanmu berada di rumah sakit mana?" Sela Angelina dengan wajah khawatirnya.


"Itu, Tuan belum dipindahkan ke ibukota karena kondisinya masih cukup serius. Jadi--"


"Antar aku ke sana!" Perintah Angelina langsung berdiri meninggalkan Brano untuk bersiap menjenguk suaminya.

__ADS_1


Melihat langkah Angelina yang terburu-buru, Brano tersenyum.


'Hah,, dasar Hendra bodoh. Sudah gagal membunuh tuanku, sekarang malah membantu tuanku untuk berbaikan dengan istrinya.' Brano merasa sangat senang, jadi pria itu langsung mengeluarkan ponselnya mengirim pesan pada seorang pria yang ia tugaskan menjaga You.


__ADS_2