
"Sebelum aku melukaimu, cepat minta maaf pada mereka!!" Bentak Barto.
Meski perempuan itu merupakan Nona dari keluarga Young, tetapi kelurga Young dan keluarga jenkins tidak bisa dikatakan setara,, jadi sang pelayan benar-benar tidak takut menyinggung keluarga Young demi Nyonya mereka.
"Tidak!! Aku tidak akan minta maaf pada pelayan!!" Sita berusaha untuk berdiri tetapi Barto dengan keras menekannya lalu mengayunkan tangannya.
Plak!!
Sita tersungkur di lantai memegangi pipinya yang baru saja ditampar oleh Barto.
Mata perempuan itu memerah menyadari semua orang kini menatapnya dengan tatapan mencibir, seorang perempuan terhormat dari keluarga yang baru saja ditampar oleh seorang pelayan!!
Semua orang mencibir sambil berbisik....
"Karena Nona Sita tidak mau meminta maaf maka biarkan 2 pelayanku mengembalikan tiga kali lipat tamparan yang ia dapatkan dari Nona Young." Ucap Angelina.
Sita bergetar di tempatnya, dia sudah mendapat satu tamparan dari seorang pelayan dan sekarang dia harus menerima pengembalian tamparan dari 2 pelayan lainnya?
Bahkan bukan hanya satu tamparan dari 2 pelayan itu, tetapi tiga kali lipat dari tamparan yang ia berikan pada Tiara dan Marlin??
__ADS_1
"Nyonya,," Tiara menatap Angelina sebab dia benar-benar tidak tega untuk menampar perempuan cantik yang ada di depan mereka.
"Kalau kalian tidak mau melakukannya berarti kalian menyuruhku mengotori tanganku untuk menyentuh perempuan itu??" Angelina balik bertanya pada Tiara karena dia tahu 2 pelayannya itu adalah orang yang lemah lembut.
Mereka tidak akan tega menampar Sita, tetapi jika dia berbicara seperti itu maka mau tidak mau keduanya pasti akan menuruti permintaannya.
"Nyonya,, mana mungkin kami mau membiarkan Nyonya mengotori tangan Nyonya dengan menyentuh perempuan ini?? Biar, biar kami sendiri yang melakukannya!!" Ucap Tiara.
Barto kemudian menarik dan menahan Sita agar mempermudah Tiara dan Marlin mengembalikan tamparan yang telah mereka dapatkan.
"To,, tolong, jangan..!!" Sita menangis dengan sangat keras beserta tubuhnya yang gemetaran saat melihat Tiara mendekat kearahnya.
Plak plak plak....
Tiga tamparan yang ringan dari Tiara mendarat di pipi Sita.
Angelina memperhatikan bahwa Tiara sengaja memelankan tamparan nya jadi ketika Marlyn yang maju, Angelina kemudian berkata, "Jika kau sengaja menamparnya dengan pelan maka aku akan mengulangi tamparan kalian berdua untuknya." Ucap Angelina.
Mendengar itu, Marlin menelan air liurnya jadi dia tidak menahan tenaganya dan mengayunkan tangannya sebanyak 3 kali.
__ADS_1
Plak plak plak!
Mendapat tamparan yang memalukan itu di depan umum, Sita merasa dunianya sudah hancur, pikirannya melayang dan seketika perempuan itu pingsan ke lantai.
Rati yang melihat kejadian itu kini gemetaran di tempatnya dan tanpa bisa mengendalikan tubuhnya dia tersungkur di lantai.
"Nyo,, Nyonya Jenkins,, tolong maafkan saya,, sa,, saya tidak bermaksud menyinggung nyonya,, saya hanya,, pelayan biasa yang--"
Plak!!
Sebuah tamparan yang dilayangkan Barto mendarat di pipi Rati.
"Beraninya kau berbicara pada Nyonya tanpa disuruh!! Mau cari mati, ha?!!" Teriak Barto pada perempuan itu.
Mendengar ucapan Barto, Rati tidak bisa berkata apapun lagi. Dia hanya bisa menangis sampai ketika manajer yang dipanggil oleh teman-teman Rati akhirnya datang ke tempat itu.
"Ada apa ini?!!" Manajer tersebut bertanya dengan raut wajah terkejut melihat kejadian di tempat itu.
3 polisi masih sementara berlutut sementara seorang perempuan yang berpakaian mewah kini pingsan di lantai dan seorang pelayan nya juga gemetaran di tempatnya.
__ADS_1
Kekacauan seperti ini, sangat membawa sial untuk toko miliknya!!!