
You kembali ke Vending Machine untuk menemui istrinya yang katanya ingin mendapatkan sebotol minuman dari mesin tersebut.
Tetapi, ketika pria itu tiba di depan Vending Machine, dia kebingungan tidak mendapati istrinya di sana.
"Ke mana perginya dia?" Ucap pria itu sembari memperhatikan sekitarnya lalu berbalik menatap Vending Machine.
Pria itu mengerutkan keningnya saat ia melihat sebuah kertas yang diselipkan di bagian atas Vending Machine dengan sedikit kertas dibuat terjulur ke bawah yang bertuliskan YOU.
Maka pria itu mengambil kertas itu dan membukanya.
*TANGGAL 12 BULAN 12, AKU HARAP KITA BERDUA BISA BERTEMU LAGI SEPERTI BULAN INI YANG KITA LEWATKAN MENANTI KETIGA PUTRA KITA UNTUK LAHIR. TAPI SEKARANG DI RUMAH SAKIT INI KITA HARUS BERPISAH, TAPI AKU HARAP DI TEMPAT INI ADALAH TEMPAT YANG TEPAT UNTUK PERPISAHAN KITA. OH YA, INGAT TEMPAT BIASA YANG KITA DATANGI, DATANGLAH KE SANA SEKARANG! AKU MENCINTAIMU SUAMIKU!!! DARI ISTRIMU, ANGELINA.*
Tangan You gemetar memegang surat yang ada di tangannya lalu berlari ke arah parkiran untuk mengendarai mobilnya ke tempat yang dimaksud oleh Angelina.
Begitu dia tiba di sana, pelayan di restoran itu langsung mengenalinya dan memberikan sebuah kotak berwarna hitam padanya.
"Apakah ini dari istri saya?" tanya You sembari membuka bungkusan pada kotak itu.
__ADS_1
"Iya, orang yang menitipkannya mengatakan seperti itu." Kata Sang pelayan sembari memperhatikan pria yang merobek-robek bungkusan kotak itu lalu setelah bungkusannya terlepas dia membuka kotaknya dan isinya adalah sebuah buku.
Tangan You gemetar mengambil buku itu dan melihat sampulnya.
"Ini,," You kembali menyimpan buku itu ke dalam kotak dan memeluknya sambil berlari ke arah mobilnya.
Pria itu melihat arlojinya, sudah 30 menit sejak dia membaca surat dari Angelina, dan sekarang dia kembali terjebak macet karena keramaian kota.
Pria itu mengambil ponselnya dan menelepon ke sana kemari untuk menyelidiki keberadaan istrinya.
Angelina yang duduk di ruang VIP pada pesawat itu menutup mulutnya dengan kedua tangannya dan menahan isakannya.
Make up yang telah Ia gunakan sudah luntur ke sana kemari, bahkan Wig yang ia gunakan tampak berantakan di atas kepalanya.
'Suami,, aku merindukanmu bersama dengan anak-anak kita!!' ucap perempuan itu dalam hati sembari membayangkan kenangan-kenangan manis yang sudah ia buat bersama dengan suami dan anak-anak tercintanya.
Sementara di ruangan yang lain, Hendra duduk dengan tenang sembari memainkan sebuah cincin di tangannya.
__ADS_1
Cincin tersebut ialah cincin milik Angelina yang sengaja ia ambil agar perempuan itu tidak lagi teringat-ingat akan suaminya.
'Cincin ini,,, haruskah aku membuangnya?' ucap pria itu dalam hati dalam rasa bingungnya.
Lalu tiba-tiba saja, salah satu bawahannya mengetuk pintu ruangannya.
"Ada apa?" Tanya Hendra.
"Itu, Angelina baru saja pingsan." Ucap pria itu langsung mengejutkan Hendra lalu Hendra segera keluar dan melihat para pramugari sedang mengurusi Angelina.
"Bagaimana keadaannya?" Tanya Hendra.
"Terlihat tidak bagus, tubuhnya menggigil," kata Sang pramugari sembari menambahkan selimut pada tubuh Angelina agar perempuan itu tetap hangat.
"Kalian urus dia, semuanya harus baik-baik saja sampai kita mendarat!!!" Tegas Hendra menatap ke Arab prabumugari sembari pria itu kembali ke kamarnya dengan tangan terkepal.
'Tidak apa, dia hanya seperti ini karena baru beberapa saat berpisah dengan suaminya. Setelah beberapa waktu dia pasti tidak akan mengingat pria itu lagi.' ucap Hendra dalam hati berusaha tetap tenang dan membuat dirinya tidak tergoyahkan.
__ADS_1