
Angelina menunggu di ruang tamu sembari memainkan ponselnya untuk melihat berita mengenai produk-produk kecantikan terbaru.
Setelah beberapa menit melakukan selancar di internet, 2 perempuan yang disuruhnya berdandan akhirnya menemuinya.
Angelina mengangkat wajahnya memperhatikan 2 perempuan di depannya.
"Astaga,, pakaian kapan yang kalian pakai? Lalu make up kalian?" Angelina tak mampu berkata-kata melihat dua perempuan di depannya.
Kalau tidak salah pakaian yang dipakai mereka adalah pakaian keluaran 5 tahun yang lalu, sangat ketinggalan zaman!!
Yang lebih parahnya lagi, 2 perempuan itu menggunakan make up yang,,, Apa bedanya dengan make up pelayan yang mereka pakai sehari-hari?
"Uh Nyonya,, Apakah kami akan mempermalukan Nyonya dengan pakaian ini." Tiara bertanya dengan cemas sembari melihat pakaiannya sendiri.
Dia tidak pernah membeli pakaian apapun diluar sebab dia tahu bahwa setiap hari dia hanya akan memakai seragam pelayan dari keluarga jenkins.
Jadi karena Angelina tiba-tiba menyuruh mereka menggunakan pakaian yang bukan pakaian seragam maka mereka tidak punya pilihan lain selain menggunakan baju lama mereka di lemari.
"Sudahlah, ayo jalan," ucap Angelina menggelengkan kepalanya lalu ketiga perempuan itu segera keluar dari istana platinum menggunakan mobil yang memang disiapkan untuk mereka.
__ADS_1
"Pak tolong antar kami ke pusat perbelanjaan xx." Ucap Angelina pada sang supir.
"Baik Nyonya," jawab sopir tersebut Lalu mengajukan mobilnya keluar dari kompleks platinum.
Sembari mobil terus berjalan di jalanan, Tiara dan Marlin duduk dalam ketegangan mereka sebab mereka begitu takut kalau sampai mereka mempermalukan Nyonya mereka karena penampilan mereka yang sudah ketinggalan zaman.
Sementara Angelina, perempuan itu bersikap acuh tak acuh di mobil dan dia lebih fokus melihat-lihat barang di internet.
Setelah 30 menit perjalanan, mereka akhirnya tiba di sebuah gedung besar yang merupakan pusat perbelanjaan terbesar di ibukota.
Angelina dan 2 pelayannya segera turun dari mobil lalu berjalan memasuki pusat perbelanjaan yang terkenal menjual barang-barang mewah untuk kalangan atas dan sosialita.
"Pergi dan beli beberapa pakaian untuk mengganti pakaian kalian. Aku akan menunggu di sana," ucap Angelina menyerahkan kartu kreditnya pada Tiara sembari menunjuk ke arah sebuah restoran yang tak jauh dari mereka.
"Tapi Nyonya,, kartu ini--"
"Kalian tidak mau menggunakan kartuku lalu kalian akan mempermalukanku dengan penampilan kalian yang sudah ketinggalan zaman?! Cepat pergi dan habiskan uang di kartu itu!!" Ucap Angelina lalu meninggalkan dua perempuan yang berada dalam kedilemaannya.
"Astaga,, tuan muda akan dimarahi kita kalau kita berani menggunakan uang milik Nyonya untuk berbelanja." Ucap Tiara.
__ADS_1
"Lalu bagaimana lagi? Kita tidak punya uang untuk berbelanja, kau tahu kan seluruh gaji kita dari keluarga jenkins kita kirim ke kampung untuk biaya hidup orang tua kita? Bagaimana kalau kali ini kita menggunakan uang nyonya dan gaji kita di bulan berikutnya kita gunakan untuk mengganti uang Nyonya yang kita belanjakan hari ini?" Marlin memberi usul.
"Ah benar!!! Kalau begitu ayo," ucap Tiara bersemangat menarik tangan Marlin lalu mencari sebuah toko yang menarik perhatiannya.
Setelah berjalan beberapa menit mereka akhirnya memasuki sebuah tokoh karena melihat manekin yang dipajang di depan tokoh.
"Lihat baju itu!! Sangat indah!! Ayo membelinya!!" Ucap Tiara segera menarik Mariln ke dalam toko tersebut lalu mereka menghampiri manekin yang memajang sebuah gaun yang terlihat indah.
Beberapa pelayan yang melihat kedua kedatangan dua perempuan itu langsung berbisik-bisik dengan wajah tidak senang mereka.
Toko mereka adalah toko yang menjual pakaian yang terkenal mewah dan diperuntukkan untuk kalangan sosialita,, Bagaimana bisa dua sampah malah berjalan ke toko mereka???
Sangat menganggu pemandangan!!
"Hei,, pergi usir mereka, jangan sampai mereka malah membuat orang lain tidak jadi masuk ke toko kita karena melihat sampah di dalam toko kita." Ucap salah satu pelayanan yang memiliki status lebih tinggi dari pelayan yang untuk mengusir dua perempuan yang baru saja memasuki toko mereka.
"Baik Kak."
Beraninya perempuan dengan penampilan kumuh menginjakkan kaki di toko berkelas mereka!!!
__ADS_1