
Setelah tidur beberapa jam, Angelina mengerjapkan matanya dan terkejut mendapati dirinya berada di suatu tempat yang asing.
Perempuan itu langsung duduk melihat ruangan bernuansa pink yang ia tempati.
Perempuan itu menyipitkan matanya mengingat kembali peristiwa terakhir, "Ohh,, ternyata aku ada di rumah Arthur. Tapi,,, kenapa dia punya kamar yang norak begini di apartemennya." Angelina turun dari tempat tidur memperhatikan semua barang di tempat itu berwarna pink.
Ia menggelengkan kepalanya melihat ruangan yang hampir membuatnya muntah lalu perempuan itu segera membuka pintu untuk menemui Arthur.
Namu, perempuan itu terkejut saat melihat dia ternyata berada di lantai 2, sementara lantai 1 yang ada di bawahnya sangatlah luas, tak seperti apartemen Arthur yang ia bayangkan.
"Ini,,," Angelina mengerutkan keningnya merasa tak percaya dengan kemewahan yang ada di depannya.
Lebih tepatnya, kemewahan yang dingin.
'Arthur tidak mungkin pria yang memiliki selera aneh seperti ini.' pikir Angelina merasa sangat mustahil kalau desain yang aneh di depannya adalah kesukaan Arthur.
__ADS_1
"Kau sudah bangun?" Tiba-tiba sebuah suara mengejutkan Angelina hingga perempuan itu langsung menoleh ke arah suara.
"Sial!!!" Umpatnya sangat terkejut melihat Hendra kini berjalan ke arahnya.
"Bagaimana bisa kau di sini?!" Tanya Angelina yang sebenarnya merasa takut pada pria itu.
"Ini rumahku, jadi kenapa aku tidak boleh di sini?" Ucap Hendra sembari mengangkat alisnya terus melangkah mendekati Angelina yang tampak berpegangan erat pada pembatas balkon.
"Ru,, rumahmu?" Angelina bertanya tak percaya sembari melangkah mundur dengan pelan, karena pria itu semakin dekat ke arahnya.
"Hm,, bagaimana kamar yang ku dekorasi untukmu? Apa kau menyukainya?" Tanya Hendra sembari tersenyum.
Tidak akan ada lagi kesempatan bagi Angelina untuk meninggalkan rumah itu, bahkan sampai perempuan itu menua.
"Ha?!" Angelina tersenyum tak karuan, dia benar-benar tidak menduga bahwa selera pria itu mendesain sebuah ruangan benar-benar buruk!!!
__ADS_1
Saking buruknya sampai membuat Angelina tak mampu berkata-kata untuk mengomentarinya!
"Kau pasti terkejut karena tidak mengira bahwa aku akan mendesain sebuah kamar untukmu di rumahku. Tapi itu lagi nyatanya, saking aku menyukaimu jadi, sedari dulu aku sudah menyiapkan kamar itu untukmu. Mungkin beberapa saat ke depan kau akan pindah ke kamarku, jadi--"
"Stop!!" Teriak Angelina menghentikan ucapan Hendra.
"Bukankah aku sudah bilang padamu agar berhenti mengurusi hidupku? Saat ini aku sudah mengandung anak dari pria yang kucintai, jadi berhenti--"
"Apa?!!" Hendra menggertakkan giginya sembari mengulurkan tangannya merangkul perempuan itu ke pelukannya.
"Apa katamu?! Pria yang kau cintai?!!" Tanya Hendra dengan tatapan penuh kemarahan melihat perempuan itu kini membahas pria lain.
Padahal, dia sudah berharap bahwa perjuangannya selama bertahun-tahun tidak akan pernah sia-sia, tapi sekarang, ternyata orang yang mengisi hati Angelina bukanlah dirinya melainkan ada pria lain!!!
"Ya, jadi sekarang, cepat lepaskan aku karena aku harus pergi dari sini!!" Ucap Angelina sembari mendorong Hendra menjauh darinya, tetapi pria itu semakin mempererat rangkulannya.
__ADS_1
"Katakan, kenapa kau ingin pergi dari sini? Ingin menemui pria itu?! Pria yang sudah menghamilimu tetapi lupa untuk bertanggung jawab?!!" Tanya Hendra dengan tatapan yang membuat Angelina keringat yang dingin.
'Sialan!! Kenapa aku harus terjebak di antara dua pria yang menyebalkan seperti mereka?' Angelina menggerutu dalam hati mengingat kembali You yang sudah menyiksanya di negaranya, dan sekarang dia terperangkap lagi bersama pria dingin lain yang ada di kota H.