
Setelah berbicara dengan keluarga Firdani, maka Tuan dan Nyonya Jenkins berpamit pada keluarga Firdani untuk pulang lebih awal ke ibukota.
Sambil duduk di dalam jet pribadi, Tuan Jenkins memijat keningnya sembari memejamkan matanya, "Bagaimana bisa anak kita berbuat hal sembarang seperti ini?!
"Sekarang,,, bagaimana kita akan menenangkan keluarga Firdani dan bagaimana kita akan membujuk putra kita untuk pergi ke kediaman keluarga firdani?" Ucap Tuan Jenkins yang merasa sangat pusing karena kebingungan menghadapi keluarga Firdani maupun anaknya sendiri.
Nyonya Jenkins yang duduk di sebelah suaminya juga ikut menghela nafas, "You tidak akan mau mendengarkan perkataan kita, apalagi jika kita harus menyuruhnya membawa Angelina ke sana untuk bersujud di depan Putri keluarga firdani.
"Satu-satunya jalan adalah mengatakan bahwa Putra Kita masih dalam kelemahan tubuh sehingga tidak bisa pergi ke kediaman Firdani," ucap Nyonya Jenkins yang juga merasa bahwa masalah terlalu rumit.
Sedangkan putra mereka terlalu keras kepala untuk dihadapi.
Tuan Jenkins merasa bahwa apa yang dikatakan istrinya itu masuk akal jadi pria itu merasa lebih tenang, "Kalau begitu, aku akan menghubungi keluarga Firdani besok pagi, tapi bagaimana kita akan membujuk pria itu untuk menikahi Sherin?
"Lagi pula kita tidak bisa membawa Angelina pergi dari sisinya, karena perempuan itu sedang mengandung cucu kita, kalau itu adalah cucu lelaki maka aku tidak bisa membiarkannya menderita." Ucap Tuan Jenkins tang selalu memperhatikan keturunan keluarga Jenkins.
__ADS_1
Nyonya Jenkins langsung melihat suaminya yang tampak berpikir dalam, "Apakah kau masih berpikir untuk menjadikan anak dari perempuan desa itu sebagai pewaris? Bukankah Sherin juga bisa memberikan kita seorang cucu, bahkan lebih dari satu cucu?" Tanya Nyonya Jenkins pada suaminya.
Tuan Jenkins menggelengkan kepalanya, "aku tidak bisa mengambil resiko, sejak dahulu keluarga Jenkins setelah dikutuk, hanya bisa memiliki satu orang penerus dalam keluarga.
"Entah anak dari Angelina atau Sherin, semuanya telah digariskan oleh takdir. Itulah sebabnya kita berencana hanya akan menjadikan Sherin sebagai ibu sambung, jika Anak di kandungan Angelina bisa bertahan. Sebab, jika anak yang dikandung Angelina bertahan, maka kemungkinan besar Sherin tak akan lagi mengandung." Ucap Tuan Jenkins.
Nyonya jenkins langsung mengangguk mengerti, suaminya ingin bersikap hati-hati terhadap penerus keluarga Jenkins. Jadi perempuan itu kembali berkata, "lalu Bagaimana kalau kita tetap memisahkan Angelina dengan You, tetapi membuat Angelina tetap terjamin meski berpisah dengan You? Lalu sambil memisahkan mereka kita memaksa Putra kita untuk menikahi Sherin."
Tuan Jenkins sebenarnya telah memikirkan rencana itu, namun dia mendapati sebuah kekhawatiran dalam rencana tersebut, "Aku tidak yakin, Bagaimana kalau Angelina tidak nyaman dan akhirnya mengalami keguguran?" Ucap Tuan Jenkins yang merasa begitu takut bila saja ada calon penerus keluarga Jenkins mengalami hal tragis.
Maka pada subuh hari ketika mereka tiba di ibukota, Tuan Jenkins langsung berpisah dengan Nyonya Jenkins, sebab Tuan Jenkins pergi ke villa untuk menemui You yang berada di sana bersama dengan Angelina dan keluarganya.
Begitu tiba di Villa, para penjaga langsung menyuruh seorang pelayan untuk segera memberitakan kabar tersebut pada You.
Tetapi karena Angelina dan You sudah tertidur, maka para pelayan tidak bisa membangunkan mereka dan hanya bisa mengetuk pintu kamar Raina dan Burhan.
__ADS_1
Saat itu, Raina belum tidur, berbeda dengan Burhan yang telah nyenyak dalam tidurnya, maka Raina segera bangun dan menemui para pelayan.
"Ada apa?" Tanya Raina sembari memperbaiki bajunya yang sedikit berantakan.
"Itu, di bawah ada Tuan Jenkins yang datang untuk bertamu," ucap sang pelayan langsung membuat Raina mengerutkan keningnya.
'Bukankah putriku mengatakan kalau tuan dan nyonya Jenkins sangat sibuk hingga tidak punya waktu untuk bertemu menantu mereka sendiri? Mengapa sekarang punya waktu untuk datang menemui kami?' Raina bertanya-tanya dalam hati lalu menatap sang pelayan, "kau yakin itu Tuan jenkins?" Tanya Raina.
"Ya, para penjaga yang pernah melihat Tuan Jenkins mengatakan bahwa itu adalah Tuan Jenkins," kata Sang pelayan yang mana dia juga belum mengenali wajah tuan jenkins.
Raina menganggukkan kepalanya dan juga merasa penasaran terhadap sosok yang menjadi besannya, jadi perempuan itu langsung kembali ke kamar mengganti pakaiannya lalu pergi menemui Tuan Jenkins.
@Interaksi
__ADS_1
Hayo... jangan pakai emosi, kalo marah2 entar cepat tua katanya..🤭 Atau mmng udh tua ya kamu?✌️✌️✌️