
Setelah meninggalkan kamar Nyonya Jenkins, Angelina kemudian menemui nenek mertuanya.
Angelina menghabiskan waktu bersama nenek mertuanya sampai menemani perempuan itu makan siang.
Setelah menemani Nyonya Jenkins berjalan-jalan di taman, Angelina lalu berangkat ke kantor suaminya membawakan makan siang untuk pria itu.
Di tengah perjalanan, mobil mereka di hentikan oleh kemacetan yang cukup panjang, karena adanya kecelakaan lalu lintas.
"Astaga Nyonya, kita akan terlambat sampai ke kantor Tuan dan Tuan mungkin akan terlambat lagi makan siang." Tiara berbicara dengan khawatir memikirkan Tuan mudanya.
"Kau benar,," ucap Angelina sambil menghela nafas.
Perempuan itu lalu mengeluarkan ponselnya dan menghubungi suaminya.
"Sayang," jawab You dari seberang telpon.
"Sayang, apa kau sudah menungguku? Kami terjebak macet di jalan nanti jadi agak lama sampainya." Ucap Angelina.
"Jangan khawatir, aku belum lapar, aku akan menunggu kalian," ucap You.
"Baiklah, kami mungkin tiba dalam 15 menit lagi," ucap Angelina sembari melihat mobil di depan sudah mulai berjalan meski masih begitu lambat.
"Iya, aku akan menunggumu." Ucap You lalu mereka mengakhiri panggilan telepon itu.
Angelina menyimpan ponselnya sambil membuka kaca jendela mobilnya dan melihat keluar.
Perempuan itu terkejut melihat di sisi mobil mereka ternyata adalah mobil yang ditumpangi oleh Sherin.
__ADS_1
Perempuan itu juga membuka kaca jendela nya, jadi Angelina dengan cepat menaikkan kaca mobilnya dan menyisakan sedikit untuk mendengar suara perempuan yang tampak sedang menggerutu.
"Sial!! Bagaimana bisa keluarga Jenkins mempermainkan ku seperti ini? Memberikanku barang bekas yang ditolak oleh perempuan rendahan itu?" Geram Sherin penuh amarah.
Angelina merasa puas lalu menutup full kaca jendela nya.
Perempuan itu kemudian bersandar sambil tersenyum, 'hah.. dasar orang itu, dia pikir karena dia berasal dari keluarga yang terhormat maka dia bisa seenaknya saja padaku? Beraninya mengambil barang yang diberikan oleh You kepadaku!!!' ucap Angelina dalam hati.
Dia belum sepenuhnya memaafkan apa yang telah dilakukan oleh ibu mertuanya dan terutama bagaimana Sherin begitu tak tahu malu nya terus mendesak menginginkan You.
Perempuan itu terus memikirkan cara menghadapi Sherin sampai akhirnya mobil mereka tiba di kantor.
"Kalian kembalilah ke rumah dan persiapkan makan malam." Perintah Angelina pada Tiara dan Marlin.
"Baik Nyonya," jawab Tiara dan Marlin.
"Tiara, kau tinggal di sini dan biarkan Marlin yang kembali ke rumah." Ucap Angelina langsung diangguki oleh tiara lalu mengikuti Angelina masuk ke dalam kantor.
'Astaga,, mungkinkah Nyonya akan membiarkan ku tinggal di hadapan ruangan Tuan Muda bersama pengawal itu?' Tiara merasa begitu gugup sembari mengikuti Angelina memasuki lift.
Begitu mereka berada dalam lift, Angelina lalu menatap Tiara sambil berkata, "tunggulah aku di depan kantor suamiku sambil makan ini bersama pengawal." Ucap Angelina menyerahkan salah satu kotak bekal yang ada di tangannya.
Tiara mengambil kotak bekal dari tangan Angelina sembari menelan air liur nya, "baik Nyonya," ucap Tiara meski dalam hati dia segera berkata, 'astaga,, bagaimana mungkin aku makan berdua bersama pengawal itu?' Tiara langsung menjadi gugup, tak bisa membayangkan bagaimana dirinya akan berduaan saja dengan pengawal You.
Tetapi Tiara tidak berani memprotes apapun dan hanya diam menunggu sampai lift mereka tiba di lantai ruangan You.
Ting!!!
__ADS_1
Keduanya keluar dari lift, Angelina langsung meninggalkan Tiara yang berdiri kikuk di depan pintu ruangan You.
"Kau datang lagi, apakah kau baik-baik saja?" Sang pengawal bertanya sembari memperhatikan Tiara dengan seksama.
Tampak perempuan itu masih berkeringat dingin dan wajahnya tampak merah padam ketika tatapan mereka bertemu.
"I,, iya,, nyonya menurutku membawa makanan ini untuk kita makan berdua!!" Ucap Tiara langsung berjalan cepat ke arah meja di dekat pintu ruangan You lalu duduk di sana sembari membuka bekal.
Perempuan itu agak bernafas lega ketika menyadari sang pengawal tidak mengikutinya.
Jadi Tiara membuka makanannya dengan cepat dan terkejut saat baru saja dia membuka makanannya dan dia mengangkat wajahnya,, langsung bertatapan dengan sang pengawal yang sudah berada tepat di depannya.
Senyum!!
Senyum pengawal membuat jantung Tiara berdegup sangat kencang lalu perempuan itu kembali menunduk dengan gugup.
"Makanlah!!!" Ucap Tiara dengan suara yang amat pelan membuat sang pengawal tersenyum melihat perempuan yang grogi di depannya.
"Manis,," ucap pengawal mengejutkan Tiara.
"Hah? Apa yang manis?" Tanya Tiara.
"Kau,, kau manis!!" Ucap pengawal langsung membuat wajah Tiara semakin merona dan tertunduk begitu malu.
'Mengapa dia bilang aku manis?' pikirnya dalam hati sembari menahan degupan jantungnya yang begitu kencang dan desiran hatinya yang tak karuan.
Melihat Tiara yang tampak semakin malu, sang pengawal lalu tersenyum dan pria itu tertunduk menikmati makanannya, tak mau lagi menggoda Tiara.
__ADS_1