Budak Ranjang Tuan Muda You

Budak Ranjang Tuan Muda You
72.


__ADS_3

Setelah memastikan neneknya sudah baik-baik saja, You meninggalkan kediaman utama keluarga jenkins lalu pria itu kembali ke rumahnya.


Begitu tiba di kamar, ia melihat Angelina sedang duduk termenung menopang dagunya, terlihat luka di kepala perempuan itu telah diperban dengan rapi.


Begitu You menutup pintu, suara pintu langsung membuat Angelina berdiri menatap You.


"Bagaimana keadaan Nenek?" Tanya Angelina dengan hati berdebar-debar.


Sedari tadi dia tidak pernah memikirkan rasa sakit yang ia dapat dari pukulan You, yang ada di pikirannya adalah Nyonya Jenkins yang drop akibat perbuatannya.


Dia merasa sangat cemas.


You memandangi perempuan yang tampak cemas di depannya, dia tidak menyangka kalau perempuan itu akan sangat mencemaskan neneknya.


Terlebih, perempuan itu baru saja mendapat luka di beberapa bagian tubuhnya, tapi terlihat Angelina sama sekali tidak menghiraukan luka-luka tersebut dan hanya fokus pada keadaan Nyonya Jenkins.


"Katakan apa yang sudah kau berikan pada nenek?!!" Tanya You menatap tajam Angelina.


"Itu,," Angelina terdiam sesaat, "Aku, memberinya anggur dan juga kurma kering," jawab Angelina.

__ADS_1


You mengeryit, "Kurma kering?" Tanyanya.


"Iya, Apakah kondisi nenek memburuk karena itu?" Angelina kembali bertanya dengan wajah yang sangat cemas.


Tetapi You, pria itu hanya diam memperhatikan bagaimana wajah dan leher Angelina masih tampak lebam sementara kepala perempuan itu masih diperban.


Padahal, Angelina sama sekali tidak melakukan kesalahan, karena dokter mengatakan baik-baik saja dan keadaannya malah sangat baik setelah meminum sedikit anggur ditambah kurma.


Tapi agelina,, perempuan itu malah tampak menyedihkan.


'Sial!! Untuk apa aku kasihan pada pembunuh ini?!!' You menggertakan giginya lalu berbalik meninggalkan Angelina.


"Hei,, kau belum menjawab pertanyaanku!!" Ucap Angelina memandangi pria yang kini berjalan ke meja kerjanya ditutup suara pintu yang dibanting dengan keras.


'Astaga,, apa yang sudah kulakukan? Ia tidak mungkin semara itu jika Nyonya Jenkins sebaik-baik saja.' Angelina bolak-balik di tempatnya sebelum keluar dari kamar lalu pergi mengetuk pintu pavilium Tiara dan Marlin.


"Nyonya!" Tiara sangat terkejut ketika membuka pintu dan melihat Angelina berdiri di ambang pintu kamar mereka.


Selama hidupnya, para anggota keluarga Jenkins begitu terlarang pergi ke kediaman para pelayan.

__ADS_1


Tapi kini......


"Dapatkah kau menelpon seorang pelayan ke kediaman utama dan menanyakan keadaan Nyonya Jenkins 3?" Tanya Angelina.


Marlin yang mendengar suara berisik juga keluar dari kamarnya dan terkejut melihat Tiara sedang berbicara dengan Nyonya mereka.


"Nyonya," ucap Marlin.


"Itu, Nyonya,, saat ini para pelayan pasti sudah tertidur, kalaupun masih ada yang bangun maka saya tidak yakin mereka akan mengangkat telepon malam-malam begini." Ucap Tiara.


"Begitu ya,," Angelina menghela nafas dengan panjang lalu meninggalkan paviliun pelayan.


Perempuan itu kembali ke kamar mendapati You masih berada di ruang kerjanya.


Tok tok tok...


Angelina mengetuk pintu ruang kerja You lalu setelah beberapa saat pintu tersebut terbuka memperlihatkan You yang menatapnya dengan tatapan marah.


"Itu,, dapatkah kau memberitahuku keadaan nenek? Aku sangat cemas." Kata Angelina.

__ADS_1


"Heh!! Kau sudah lancang membawa nenek ke lantai 2 dan memberinya anggur,, sekarang kau berpura-pura cemas?!! Aktingmu bagus sekali!!" Ejek You lalu pria itu kembali menutup pintu dengan keras.


Angelina berdiri memandangi pintu itu dengan perasaan berkecamuk.


__ADS_2