
Oeeeee....!!!!
Oeeeee....!!!!
Oeeeee....!!!!
Tiga orang bayi menangis dalam boks bayi di kamar tempat Angelina dirawat.
Semua orang yang awalnya berbincang-bincang bersama Angelina langsung berlari ke arah box bayi dan masing-masing mengambil satu bayi.
"Cucuku,,," Nyonya Jenkins merasa sangat senang mengambil salah satu bayi dan mencium cucu laki-lakinya itu.
Raina pun mengambil satu bayi dan menggendongnya dengan lembut agar bayi itu berhenti menangis.
Sementara Burhan, dia juga menggendong salah seorang bayi dan tersenyum menatap cucu pertamanya yang terlihat begitu tampan.
Angelina yang memperhatikan itu langsung tersenyum bahagia dan tanpa sadar air matanya menetes.
"Astaga,, Kenapa kau menangis?" Tanya Nyonya Jenkins langsung mendekati Angelina sembari memberikan tisu pada perempuan itu.
"Aku merasa sangat senang melihat kalian tampak gembira bersama cucu-cucu kalian," kata Angelina terus meneteskan air matanya karena kesenangannya bercampur dengan kesedihannya.
__ADS_1
Lahirnya bayi-bayinya membuatnya akan pergi meninggalkan keluarga itu. Jadi dia kebingungan untuk mengekspresikan perasaan di hatinya.
"Astaga,,, hey jagoan, Coba lihat ibumu yang menangis karena senang akan kelahiran kalian." Kata Nyonya Jenkins pada cucunya yang kini sudah diam setelah digendong olehnya.
Clek!.
Tiba-tiba pintu terbuka menampakan You bersama Tuan Jenkins yang baru saja kembali membeli beberapa keperluan untuk ibu hamil dan juga bayi-bayi mereka.
"Apakah mereka rewel?" Tanya You sembari meletakkan barang-barang belanjaannya di atas meja.
"Tidak kok,, lihat saja, mereka semua tampak senang digendong oleh kakek dan nenek mereka." Ucap Burhan dengan senyum yang tak pernah luntur dari wajahnya.
"Iya,, mereka semua sangat penurut," ucap Nyonya Jenkins dengan perasaan gembira yang meluap-luap.
"Minumlah ini," ucap You sembari menundukkan kepalanya mendaratkan sebuah ciuman di kening istrinya.
"Apakah kau menangis lagi?" Tanya You saat ia melihat sisa-sisa air mata wajah istrinya.
"Iya,, Aku sangat senang melihat ketiga anak kita, jadi aku tidak bisa menahan air mataku," ucap Angelina sembari tersenyum ke arah suaminya.
"Syukurlah Karena itu adalah air mata bahagia. Aku tidak bisa membayangkan kalau kau menangis karena sesuatu yang lain." Ucap pria itu kembali mendaratkan sebuah ciuman di kening istrinya.
__ADS_1
"Jangan khawatir," kata Angelina lalu dia menyeruput susu kaleng yang ia dapatkan dari suaminya.
Sementara Tuan Jenkins, pria itu mengupas jeruk untuk ibu hamil lalu dia menatap dua orang yang tampak bahagia sambil berkata, "Apakah kalian sudah memikirkan nama untuk anak-anak kalian?"
Mendengar itu, Angelina dan You berpandangan satu sama lain.
Tiga orang yang menggendong cucu-cucu mereka juga menatap ke arah dua orang yang saling berpandangan.
"Itu,, kami belum memikirkannya." Ucap Angelina langsung diangguki oleh You.
Mereka tidak punya waktu untuk membahas hal tersebut karena You sibuk menata hati istrinya agar perempuan itu tidak merasa tertekan di kehamilan tuanya.
Sementara Angelina, perempuan itu sibuk memikirkan dirinya yang akan meninggalkan anaknya setelah mereka lahir, jadi dia juga tidak sempat memikirkan masalah tersebut.
"Bagaimana kalau ayah saja yang memberi nama pada mereka?" tanya Tuan Jenkins pada Angelina dan You.
Maka kedua orang itu langsung menganggukkan kepala mereka, "kalau begitu nama anak-anak kami akan kami serahkan pada Ayah." Ucap You langsung membuat Tuan Jenkins menjadi sangat senang.
"Bagus!! Kalau begitu ayah akan memikirkannya dulu, nanti setelah mendapatkannya baru memberitahunya pada kalian semua." Ucap Tuan Jenkins langsung dianggap oleh semua orang.
Angelina yang mendengar itu merasa cemas dalam hatinya, 'jangan sampai Ayah terlalu lama memikirkannya.' ucap perempuan itu dalam hati.
__ADS_1
Ia sangat cemas bila saja anak-anaknya belum dinamai, lalu dia sudah harus pergi meninggalkan mereka.