
Angelina dan You masih sibuk membicarakan mengenai masalah keluarga Firdani ketika seorang pelayan kembali mengetuk pintu kamar mereka.
Tok tok tok tok....
Angelina langsung menatap ke arah pintu dengan raut wajah yang kesal, karena tidak menyangka bahwa seorang pelayan akan kembali mengetuk pintu mereka.
Tetapi perempuan itu langsung berkata, "masuk!"
Setelah ucapan Angelina, maka seorang pelayan langsung muncul dari pintu dan menghampiri Angelina dan You.
"Ada apa!" Tanya You sambil menatap pelayan itu dengan rasa tidak puas, karena dia tidak suka diganggu di hari libur seperti itu ketika dia hendak menikmati waktu berharganya bersama dengan istrinya.
"Nyonya menyuruh saya untuk memanggil kalian, katanya ada hal penting yang harus dibicarakan." Ucap pelayan itu langsung membuat Angelina menatap suaminya.
"Hal penting apa yang ingin dibicarakan oleh ibu?" Ucap Angelina yang merasa penasaran dengan masalah yang hendak dibicarakan oleh Nyonya Jenkins.
"Entahlah, ayo kita lihat," ucap You.
Kedua orang itu kemudian meninggalkan kamar mereka dan mengikuti pelayan yang membawa mereka ke ruangan di lantai 3.
Ruangan itu adalah ruang santai yang disiapkan untuk keluarga, dan tak jauh dari situ, Tuan Jenkins sedang bermain golf.
"Ayah," ucap You melihat ayahnya yang keluar dari ruangan golf.
__ADS_1
"Kalian mau ke mana?" Tanya Tuan Jenkins memperhatikan dua orang itu.
"Kami dipanggil ibu untuk membicarakan sesuatu yang penting." Jawab Angelina langsung diikuti oleh Tuan Jenkins, lalu ketiga orang itu segera pergi ke ruang santai dan terkejut melihat seorang perempuan sedang duduk bersama Nyonya Jenkins.
Tuan Jenkins langsung menghela nafas dengan kasar melihat istrinya yang kembali membawa seorang perempuan ke rumah mereka.
"Apalagi yang ingin kau lakukan?" Tanya Tuan Jenkins langsung mendekati istrinya sembari melemparkan tatapan tidak sukanya.
Membaca raut wajah suaminya, Nyonya Jenkins langsung mengerti bahwa maksudnya untuk mengumpulkan semua orang sudah disalahpahami lagi.
"Ini,, Rossa datang kemari karena aku memanggilnya untuk meramal keluarga kita." Ucap Nyonya Jenkins langsung membuat 3 orang yang sudah duduk di kursi kini mengerutkan kening mereka.
"Apa maksudmu?" Tanya Tuan Jenkins yang merasa bahwa ucapan istrinya sangat tidak masuk.
"Aduh,, kau diamlah sebentar dan biarkan Rossa mengamati wajah kalian." Ucap Nyonya Jenkins sembari memberi kode pada Rossa.
Maka Rossa langsung memperhatikan wajah Ketiga orang yang ada di depannya dan Angelina merasa risih melihat Rossa yang sangat memperhatikan suaminya.
'Perempuan ini, apakah dia benar-benar bisa meramal? Mengapa perasaanku tidak enak tentangnya?' pikir Angelina dalam hati yang tidak suka melihat perempuan muda menatap suaminya dengan begitu dalam.
You yang duduk di samping istrinya bisa merasakan kegelisahan istrinya, jadi perempuan itu langsung menarik Angelina semakin dekat ke arahnya dan merangkul istrinya dengan mesra.
Rossa sama sekali tidak tersinggung dengan tingkah kedua orang itu, tetapi dia hanya fokus melihat wajah ke tiga orang itu lalu setelah selesai, dia mengambil tehnya dan meminumnya secara perlahan.
__ADS_1
"Bagaimana?" Tanya Nyonya Jenkins yang merasa penasaran dengan hasil ramalan Rossa dan juga merasa gugup untuk mendengarnya.
Bagaimanapun, Dia memanggil perempuan itu untuk melihat nasib buruk yang hendak menghampiri keluarga mereka, jadi dia merasa takut jika hal buruk itu sangat buruk daripada yang ia perkirakan.
Dengan tenang, Rosa kembali meletakkan gelasnya lalu dia menghela nafas sambil berkata, "Kalian mau mendengar kabar baiknya dulu atau kabar buruknya?"
"Kabar baik!?" Tegas Nyonya Jenkins yang merasa bahwa dirinya harus diberi energi positif dulu sebelum mendengar kabar buruk tentang keluarganya.
"Baiklah," ucap Rossa sambil menghela nafas lalu dia menatap Angelina sambil berkata, "tahun ini dia akan melahirkan tiga orang anak kembar, semuanya laki-laki."
"Apa?!!!" Nyonya Jenkins langsung bersorak senang sambil bertepuk tangan karena tidak bisa menahan rasa senangnya.
Sementara Tuan Jenkins, pria itu terpaku di tempatnya karena tidak tahu harus berkata apa dengan kabar baik yang ia dengar.
Benar?
Tidak?
@interaksi
gambar yang bawah ini adalah ilustrasi lapangan golf dalam ruangan. meski gambar ini masih jauhhhhhhh dari yang otor bayangkan dalam novel otor sendiri.. hehe.. soalnya otor gak nemu gambar yang pas untuk imajinasi otor 🤭. sama dengan yg minta visual,, otor gak pernah nemu yg cocok jadi visual novel otor... maaf ya🙏🙏
__ADS_1