
Begitu selesai makan siang, Angelina kembali ke kamar Ibu mertuanya dan melihat perempuan itu sedang beristirahat.
Angelina tidak mau mengganggu Ibu mertuanya yang sedang beristirahat, jadi dia bersama suaminya Langsung kembali ke kamar mereka.
Begitu masuk kamar, Angelina berbalik menatap suaminya sambil berkata, "Apakah kau akan kembali ke kantor?"
You menggelengkan kepalanya sambil mengulurkan tangannya memeluk istrinya, "kau tenang saja, Brano sudah kembali ke kantor, dan dia akan menangani semua masalah di kantor. Hari ini aku akan di rumah menemanimu." Ucap pria itu langsung membuat Angelina tersenyum dan membalas pelukan suaminya dengan erat.
Setelah beberapa saat berpelukan, Angelina teringat akan ucapan Sherin, jadi perempuan itu langsung mendongak menatap suaminya.
"Ibu pingsan karena keluarga Firdani datang kemari dan menyatakan tentang kehamilan Sherin. Apakah sebelumnya kau sudah mengetahui masalah ini?" Tanya Angelina langsung dijawab anggukan You.
Pria itu menghela nafas lalu dengan cepat membawa Angelina kegendongannya dan mereka duduk di dengan Angelina di pangkuannya.
__ADS_1
"Mereka memberikan surat hasil tes dari dokter, tapi aku tidak memberitahukan padamu maupun Ibu, karena aku takut kalian akan terbebani memikirkan masalah itu." Kata You sambil menatap istrinya dengan rasa bersalahnya.
Dia sudah berjanji pada perempuan itu untuk tidak pernah menyembunyikan sesuatu apapun dari Angelina, tapi baru beberapa waktu berlalu dan dia kembali melakukannya.
Tetapi Angelina menggelengkan kepalanya lalu berkata, "kau memberitahuku atau tidak memberitahuku pun sama saja, aku tetap saja akan tahu karena itu sudah menjadi bagian dari rencana keluarga Firdani.
"Mereka tahu aku sedang hamil Jadi mereka berusaha merecokiku agar sesuatu terjadi pada kehamilanku. Tapi kau tenang saja aku tidak akan pernah termakan oleh omongan mereka." Ucap Angelina.
Ucapan istrinya membuat You merasa sangat senang jadi pria itu memeluk istrinya dengan erat sambil mencium perempuan itu.
Angelina menatap suaminya dengan dalam, "Jangan berterima kasih, Kau adalah suamiku dan aku adalah istrimu, sudahlah selayaknya kita berdua saling mempercayai. Tapi aku penasaran kenapa keluarga Firdani tampaknya tidak sedikitpun curiga pada Putri mereka.
"Misalnya jika mereka berpikir bahwa anak dalam kandungan Sherin memang anak orang lain. Bukankah saat mereka mengetahui itu sebaiknya mereka langsung meluruskan masalah perempuan itu daripada nanti malah membuat keluarga mereka jadi malu sendiri." Ucap Angelina yang merasa bingung dengan pikiran keluarga Firdani.
__ADS_1
You menatap istrinya dengan lembut,, "tidak semudah itu melakukannya, Sherin adalah putri yang paling disayangi oleh Nyonya Firdani. Karena sering sangat mirip dengan almarhumah Putri keluarga Firdani yang meninggal 5 tahun yang lalu.
"Trauma yang besar yang dialami Nyonya Firdani membuatnya tidak bisa mengontrol dirinya sendiri ketika perempuan itu melihat Sherin yang mirip dengan putrinya dilukai oleh orang lain.
"Jadi untuk menjaga istrinya tetap baik-baik saja, maka Tuan Firdani melakukan segala sesuatu yang bisa menyenangkan hati istrinya." Ucap You.
Angelina langsung menganggukkan kepalanya, "Ah,,, Jadi sebenarnya kunci dari masalah ini adalah Nyonya Firdani. Tapi ngomong-ngomong Putri Nyonya Firdani meninggal karena apa?" Tanya Angelina yang merasa penasaran.
"Dia meninggal dalam kecelakaan, sayangnya, kecelakaan itu adalah kecelakaan tunggal, di mana yang menyetir adalah supir keluarga Firdani. Sopir itu juga meninggal dalam kecelakaan tersebut." Ucap You.
"Hm,,, begitu ya. Lima tahun yang lalu berarti saat itu Sherin baru berumur 20 tahun. Lalu bagaimana cara Sherin bertemu dengan Nyonya Firdani?" Tanya Angelina.
"Tepat ketika pemakaman Putri keluarga Firdani selesai dilaksanakan. Saat itu Nyonya Firdani yang hendak meninggalkan pemakaman tak sengaja menabrak Sherin yang saat itu juga hendak pergi ke pemakaman orang tuanya." Ucap You.
__ADS_1
"Ah,, itu kebetulan sekali." Ucap Angelina menganggukkan kepalanya merasa bahwa Sherin terlalu beruntung.