
Memandangi pintu kamar mandi yang telah ditutup oleh You, Angelina kemudian bersandar dengan nyaman di bath up.
"Heh,, ternyata trik ini berhasil... Tapi,, akhh!!" Angelina menyentuh area pribadinya merasakan rasa peri yang tertinggal di sana.
"Sial..!!!" Gerutu Angelina memejamkan matanya.
Daerah itu terasa panas dan perih.
Angelina berendam beberapa menit sebelum membasuh tubuhnya dengan shower lalu memakai salah satu handuk.
Perempuan itu lalu keluar dari kamar mandi dan sangat terkejut saat You ternyata menunggunya di depan pintu.
"Ah!!" Angelina sangat terkejut ketika tubuhnya langsung dibopong dan dilemparkan ke atas ranjang.
"Kau menginginkannya lagi bukan?!!" You dengan kasar menarik handuk yang melilit pada tubuh Angelina lalu pria itu tanpa aba-aba melakukan penyatuan.
Daerah pribadi yang masih kering dan masih perih akibat percintaan mereka sebelumnya langsung terasa begitu sakit saat You langsung memulainya tanpa pemanasan.
Angelina mencengkram erat sprei dan menahan linangan air matanya agar dia tidak terlihat lemah di depan You.
Dorongan dari dorongan begitu sakit dirasakan oleh Angelina hingga perempuan itu menggeleng gelengkan kepalanya dan berusaha menahan diri agar tidak mengeluarkan kata tolong pada You.
"Heh,, enak?!!! Biar ku percepat lagi!!" You mencibir dengan senyum merendahkan sembari mempercepat gerakannya.
__ADS_1
Malam itu, Angelina melalui masa yang pahit hingga subuh hari entah jam berapa dia kembali jatuh pingsan dan tergeletak di atas tempat tidur yang berantakan.
You tidak tidur lagi di kamar, setelah melihat Angelina pingsan di tempat tidur, pria itu memilih meninggalkan istana platinum dan melanjutkan tidurnya di kantor.
Pagi hari ketika You terbangun, pria itu membersihkan dirinya dan menatap pantulan dirinya pada cermin.
.
"Perempuan sialan!!" You sangat terkejut karena ternyata di wajah dan lehernya terdapat bekas cakaran yang ditinggalkan oleh Angelina.
Meski bekas cakaran itu tidak terlalu besar, tetapi karena berada ditempat yang paling terlihat maka mau tidak mau bekas cakaran itu terlihat sangat mengganggu penampilan You.
Apalagi pada pagi itu akan ada meeting dengan para petinggi perusahaan, jadi aku semakin marah pada Angelina.
"Awas saja perempuan itu, tunggu aku kembali!!!" Geram You penuh amarah.
'Ada apa dengan wajah Tuan??' Kenan memperhatikan dengan seksama bekas cakaran di wajah You.
'Astaga jangan bilang itu cakaran yang terjadi karena hubungan suami istri?' Kenan benar-benar terkagum dengan keberanian Bella melukai pria pemarah dan dingin yang selalu menyimpan dendam.
"Berikan berkasnya!!" Perintah You pada Kenan saat melihat pria itu terus berdiri memandanginya.
"Ah," Kenan langsung meletakkan berkas yang ia bawa di atas meja.
__ADS_1
"Apakah saya perlu memanggil dokter untuk memeriksa wajah Tuhan?" Tanya Kenan.
Yoo berpikir sesaat sebelum menganggukkan kepalanya "Panggil dokter yang bisa menghilangkan bekas ini!!" Perintahnya.
Akan memalukan baginya ketika dia kembali ke rumah lalu Angelina melihat bekas cakaran di wajahnya.
Perempuan itu pasti akan menjadi besar kepala!!
Akhirnya, dokter yang dipanggil oleh Kenan sudah datang, pria itu memeriksa luka di wajah You dengan hati-hati.
"Luka ini tidak akan hilang dalam beberapa hari, Anda harus rutin menggunakan salep ini agar lukanya cepat sembuh." Ucap Sang dokter dijawab tatapan mengerikan dari You.
"Apa katamu?! Kau tidak bisa menyembuhkannya sekarang?!!" Tanya You dengan suara dingin.
"Maaf tuan, tapi--"
"Apa gunamu menjadi dokter kalau kau tidak bisa menyembuhkannya?!!" You berteriak dengan marah.
Tidak mungkin dia menemui banyak orang dengan luka cakaran yang ada di wajahnya.
Terutama Angelina, perempuan itu tidak bisa melihatnya dalam keadaan seperti ini!!!
"Maaf Tuan,," dokter yang memeriksa You hanya bisa berkata maaf.
__ADS_1
Bahkan jika itu adalah dokter terbaik di seluruh jagat bumi maka tidak akan bisa menyembuhkan bekas luka hanya dalam satu hari!!!
"Sial!! Keluar!!" Teriak You penuh kemarahan.