Budak Ranjang Tuan Muda You

Budak Ranjang Tuan Muda You
115. Hendra yang aneh


__ADS_3

"Katakan, kenapa kau ingin pergi dari sini? Ingin menemui pria itu?! Pria yang sudah menghamilimu tetapi lupa untuk bertanggung jawab?!!" Tanya Hendra dengan tetapan yang membuat Angelina keringat yang dingin.


"Uh,, bukannya dia tidak bertanggungjawab, tapi akulah yang belum memberitahunya kalau aku mengandung anaknya. Jadi sekarang, cepat lepaskan aku karena aku harus pergi menemuinya dan berbicara dengannya!!" Ucap Angelina membuat Hendra semakin mengerutkan keningnya menatap perempuan yang ada pelukannya.


"Jangan bilang pria yang kau maksud itu adalah Arthur si koki casanova itu?!!" Tanya Hendra sembari menggerakkan giginya.


Tidak mungkin dia kalah dengan seorang koki kerendahan yang memiliki banyak kekasih.


Mendengar nama Arthur disebut, barulah Angelina mengingat pria itu, "Kau tidak melukai dia kan?" Tanya Angelina yang cemas.


Arthur sama sekali tidak mengetahui apapun, jadi dia akan merasa bersalah karena sudah menyeret pria itu ke dalam masalahnya.


Hendra berkata, "Kau membela pria itu? Jadi benar dia--"


"Diam!! Kau pikir seleraku serendah itu?!" Teriak Angelina sembari mendorong Hendra hingga mereka berdua akhirnya terpisah.


Hendra menghela nafas lega karena untunglah harga dirinya tidak diturunkan oleh seorang koki rendahan.

__ADS_1


Hendra yang merupakan bos besar dan disegani di kota H, kalah saing dengan seorang koki Casanova! Itu tidak mungkin!!!


"Bagus kalau bukan dia,,, tapi awas saja kalau aku menemukan ayah dari bayi yang kau kandung itu memiliki jabatan yang lebih rendah dari aku, maka aku akan membuat orang itu sangat menderita sampai dia lebih memilih mati ketimpangan hidup!!


"Tapi kalau dia memiliki kekuasaan dan kekayaan yang sama denganku, aku akan membuatnya hidup menderita dalam kemiskinan!!" Ucap Hendra penuh amarah.


"Hah,, terserah kau saja. Jadi dimana jalan keluarnya?" Tanya Angelina sembari melangkah ke arah tangga untuk turun ke lantai 1.


Tetapi, suara pria dari belakangnya membuatnya menghentikan langkahnya.


"Apa katamu?!!" Angelina sangat terkejut.


Dia pikir pria itu akan sangat marah setelah mengetahui dirinya sedang hamil anak pria.


Dia pikir Hendra akan menjadi jijik kepadanya, tapi siapa yang menyangka bahwa pria itu malah mau menerimanya?


"Ya,, mulai sekarang kau akan tinggal bersamaku di sini, jadi aku tidak perlu repot-repot membuat seseorang anak ke di rahimmu, karena sekarang kita sudah memilikinya." Ucap Hendra membuat Angelina tercengang.

__ADS_1


'Apakah pria ini idiot? Cintanya ditolak dan sekarang memilih untuk mengakui anak orang lain sebagai anaknya? Dia bahkan tersenyum?' ucap Angelina dalam hati sembari memandang pria yang sedang tersenyum bahagia di depannya.


"Pokoknya kau tenang saja, aku akan menjagamu dan bayi itu dengan sangat baik. Oya,,, seluruh tempat di rumah ini bisa kau kelilingi, tapi kau tidak boleh meninggalkan rumah ini!!! Sekarang kau boleh berkeliling di rumah ini, tapi aku tidak bisa menemanimu karena ada urusan penting yang harus ku kerjakan." Ucap Hendra kembali membuat Angelina tercengang.


Perempuan itu hanya berdiri diam memandang Hendra yang terasa begitu aneh menurutnya.


"Baiklah, aku pergi sekarang." Ucap Hendra mengacak rambut Angelina saat melihat perempuan di depannya benar-benar tak mampu berkata apapun.


Angelina memandangi punggung Hendra yang menjauh darinya, 'Astaga, apakah dia masih Hendra yang ku kenal? Kapan pria itu menolerir sebuah kesalahan? Apalagi jika kesalahannya sampai sefatal yang kulakukan?!'


Angelina sangat mengenal Hendra sebagai orang yang sangat otoriter dan juga memiliki pendirian yang tetap.


Kepatuhannya terhadap peraturan juga sangat tinggi, dan terlebih, pria itu paling membenci seorang penghianat.


Tapi sekarang,,,,,?


Angelina benar-benar tidak mengerti.

__ADS_1


__ADS_2