
Setelah perjalanan ke gunung selatan, Angelina kembali ke rumah dalam keadaan tepar, perempuan itu menghabiskan banyak waktu untuk istirahat.
Angelina baru meninggalkan kamar ketika dia mendapat kabar dari Merlin bahwa mereka tiba-tiba menerima kabar dari kediaman utama agar mereka berkunjung ke sana.
Jadi Angelina langsung membuat makanan kesukaan Nyonya Jenkins 3 di dapur.
Dia dibantu oleh Tiara dan Marlin sampai dua pelayan itu diusir oleh seorang pria yang tiba-tiba datang memeluk Angelina dari belakang.
"Ah, kau mengagetkanku!" Gerutu Angelina yang hampir saja menumpahkan adonan di depannya.
Cup!
Sebuah ciuman kemesraan mendarat di pipi Angelina, "apakah aku begitu asing hingga kau sangat terkejut?" Tanya You.
Mendengar ucapan suaminya, Angelina berdecak menatap pria itu, "jangan bicara sembarangan! Siapa yang tidak terkejut saat konsentrasi memasak, malah di ganggu begini!!" Kesal Angelina menggoyangkan badannya sebagai tanda bahwa ia mengusir pria itu, tapi You malah mempererat pelukannya.
"Kalau begitu, apa yang bisa ku bantu?" Tanya You memperhatikan tangan Angelina yang kini tak fokus mengaduk adonan.
"Bantu aku memanaskan oven," ucap Angelina langsung membuat You mengangkat kepalanya menatap oven.
"Sudah di panaskan," kata You membuat Angelina menatap oven.
'Oh, Tiara sudah melakukannya,' pikir Angelina dalam hati, "Sekarang bantu ak--"
__ADS_1
"Jangan menyuruhku melakukan hal lain, tugasku hanya memelukmu seperti ini," kata You hampir membuat Angelina hampir mati berdiri.
Sungguh rayuan yang sangat sempurna!!!
"Aku tidak bisa bekerja kalau kau begini, duduklah di sana!" Ucap Angelina menunjuk kursi kosong.
You melihat kursi kosong itu, "Jadi kau lebih memilih suamimu menghangatkan kursi kosong ketimbang seperti ini memelukmu?" Tanya You.
Angelina tak tahan lagi, perempuan itu mengatup erat giginya sambil memutar bola matanya, "Kalau kau tidak pergi sekarang, aku akan memukulmu!!!" Teriaknya membuat You terkejut.
"Uh,, aku duduk saja," ucap You tak berdaya saat melihat Angelina sudah mengayunkan sendok ke arahnya.
Pria itu dengan patuh duduk di kursi kosong sambil menatap Angelina yang fokus dengan pekerjaannya.
Suasana menjadi hening sampai Angelina berkata, "Bantu aku memegangi loyang ini."
Setelah kue masuk ke oven, Angelina duduk sambil memejamkan matanya.
"Apa kau lelah?" Tanya You kini memijat pelan pundak Angelina.
"Hm,," jawab Angelina.
"Biarkan Tiara dan Marlin melakukan sisanya, sebaiknya kau kembali beristirahat," ucap You.
__ADS_1
"Kau benar, akhir-akhir ini aku sering lelah, lebih suka tidur dari pada bergerak," ucap Angelina kini berdiri di bantu You.
"Ini efek hamil, makanya kau tidak boleh kelelahan," ucap You menuntun istrinya ke kamar.
Begitu tiba di kamar, Angelina langsung berbaring memejamkan matanya, "Aku mengantuk, bangunkan aku 3 jam lagi," ucap Angelina dengan suara pelannya.
"Baiklah," kata You membawa perempuan itu ke pelukannya agar mereka bisa tidur bersama.
Baru 2 jam tidur ketika You sudah terbangun karena merasakan Angelina yang begitu gelisah dalam tidurnya.
"Hm... Nm... Ng....!!!" Ricau Angelina tak jelas.
"Sayang, ada apa?" Tanya You merasa khawatir akan istrinya.
"Hm... Nm... Ng....!!!" Angelina menggerakkan kepalanya dengan tak jelas, bahkan kepalan tangan perempuan itu sangat kuat hingga membuat You semakin khawatir.
"Hei,, Bangun," ucap You mengusap kening Angelina yang dipenuhi keringat.
"Ng!!!!" Angelina tiba-tiba membuka matanya lalu dengan nafas tersengal langsung memeluk You.
"Mimpi buruk," ucap Angelina memejamkan matanya merasa begitu takut dengan mimpinya.
"Jangan kahwatir, itu hanya bunga tidur," ucap You menenangkan Angelina.
__ADS_1
"Aku bermimpi,,,, kau dan anak kita pergi dariku,, mimpi itu sangat buruk!!" Ucap Angelina ketakutan.
"Tidak,, itu tidak akan," ucap You menenangkan Angelina.