
Acara ulang tahun Nyonya Jenkins dengan cepat berlalu dan satu persatu tamu telah meninggalkan kediaman Jenkins.
Angelina melihat sekeliling yang sudah sepi, bahkan Nyonya Jenkins sudah kembali ke kamarnya karena mungkin sudah terlalu lelah.
'Sebaiknya aku juga kembali,' pikir Angelina lalu perempuan itu pergi untuk berpamitan pada You ketika dia dihentikan oleh Nyonya Jenkins 3 yang tiba-tiba keluar dari kamarnya.
"Nenek," Angelina langsung menyapa perempuan tua itu sembari membungkuk pada Nyonya Jenkins 3.
"Kau,, istrinya You?" Tanya Nyonya jenkins 3 yang duduk di atas kursi roda.
Perempuan itu terkenal sangat tegas, tetapi pada beberapa orang dia sangat lembut jika menyukai orang tersebut.
Angelina tersenyum pada Nyonya Jenkins, "Iya Nek, aku istrinya You. Hari ini datang kemari untuk merayakan ulang tahun ibu mertua dan juga mengunjungi Nenek." Ucap Angelina.
"Ah,, kau terlihat seperti perempuan yang sangat baik, nenek tidak bisa keluar dari kamar jika ada banyak orang, nenek tidak suka kebisingan. Oh ya dimana You?" Tanya Nyonya Jenkins.
"Ah,, dia masih ada di lantai 2 bersama dengan ayah mertua. Biar aku membawa nenek ke atas jika nenek ingin menemuinya," ucap Angelina.
"Kau mau mengantar nenek?!" Tanya Nyonya jenkins 3 dengan mata berbinar-binar melihat Angelina.
"Ya, tentu saja!" Jawab Angelina.
"Bagus, kalau begitu antar nenek ke lantai 2." Ucap Nyonya Jenkins dengan senyum yang dipenuhi keriput menghiasi wajahnya.
Sang perawat yang berada di belakang kursi roda hendak mengatakan sesuatu ketika Angelina mengedipkan sebelah matanya pada perawat itu.
Akhirnya tanpa bisa berkata-kata sang perawat membiarkan Angelina membawa nyonya Jenkins 3, 'Astaga, Aku harap nyonya tidak akan dimarahi.' ucap perawat itu dalam hatinya sembari memandang cemas pada Angelina dan nyonya jenkins 3 yang sudah menjauh darinya.
"Oya, Bukankah ini sudah larut malam, Mengapa nenek belum tidur?" Tanya Angelina sembari mendorong kursi roda yang jajan kins 3 ke dalam lift.
"Hah,, ini karena nenek menderita insomnia. Tapi setelah kau mengantar nenek berjalan-jalan sebentar nenek pasti bisa langsung tidur." Kata Nyonya jenkins 3 yang merasa sangat senang.
"Begitu ya,, kalau begitu aku akan menemani nenek sampai nenek puas bejalan-jalan." Ucap Angelina.
Ting!
Lift akhirnya berhenti lalu mereka keluar dari lift dan berjalan di sekitar lantai dua.
"Aku baru pertama kali naik ke lantai ini jadi aku tidak tahu di mana you dan ayah mertua." Kata Angelina yang bingung harus mendorong kursi roda Nyonya jenkins ke arah mana.
"Mereka pasti di bar, ayo ke sana." Ucap Nyonya jenkins menunjuk arah membuat Angelina mendorong kursi roda perempuan itu oke sebuah ruangan.
Angelina memperhatikan ruangan yang mereka masuki, itu seperti bar yang biasa ia masuki ketika dia berada di negara hakoma tetapi bedanya tempat itu sangat tenang karena tidak ada orang di sana.
Lampu remang-remang dan botol anggur menghiasi dinding tempat itu.
__ADS_1
"Sepertinya mereka tidak di sini," ucap Angelina melayangkan matanya ke seluruh ruangan namun tidak mendapati satupun orang di ruangan itu.
"Kau benar,, tapi tempat di sini sangat tenang. Ayo duduk di sini sebentar." Ucap Nyonya jenkins menunjuk ke arah meja lalu Angelina mendorong kursi roda ke sana.
Di atas meja terdapat beberapa botol anggur yang dikenal di Angelina sebagai anggur terbaik dengan harga selangit.
Nyonya jenkins memperhatikan anggur di meja lalu mengulurkan tangannya mengambil satu botol.
"Waktu muda nenek sangat suka anggur ini, anggurnya sangat manis dan kadar alkoholnya cukup rendah," kata Nyonya jenkins 3 memperhatikan anggur di tangannya.
"Apa nenek mau mencobanya?" Tanya Angelina memperhatikan Nyonya.
Nyonya jenkins mengangkat wajahnya melihat Angelina lalu bertanya "Kau akan membiarkan nenek mencobanya?"
"Tentu saja!" Ucap Angelina.
"Hah,, tapi nenek dilarang meminum alkohol, kalau orang-orang tahu--"
"Kalau begitu ini akan menjadi rahasia kita," Angelina tersenyum mengambil sloki, "Nenek bisa meminumnya sedikit saja lalu jangan memberitahunya pada siapa-siapa." Ucap Angelina mengambil botol dari tangan Nyonya jenkins lalu membukanya.
Dia sungguh tidak tega melihat nyonya jenkins yang tampak berbinar-binar menatap anggur itu tetapi tidak diizinkan meminumnya.
Lagi pula, tidak masalah bukan jika Nyonya Jenkins hanya mencoba sedikit.
Setelah menghabiskan satu sloki ukuran kecil, Nyonya Jenkins tampak sangat senang meletakkan sloki tersebut di atas meja.
"Apa ini?" Nyonya Jenkins memperhatikan kurma itu.
"Itu kurma kering." Kata Angelina dijawab anggukan Nyonya Jenkins lalu perempuan itu memasukkan kurma itu ke dalam mulutnya.
"Bagaimana rasanya?" Angelina bertanya sembari melihat perempuan tua yang tampak tersenyum bahagia.
"Setelah meminum anggur ini dan makan buah kurmanya, aku rasa aku sudah bisa meninggalkan dunia ini dengan tenang." Ucap Nyonya jankins membuat Angelina mengerutkan keningnya.
"Nenek tidak boleh berkata seperti itu, umur nenek masih panjang untuk menikmati kehidupan ini." Kata Angelina mengeluarkan tangannya memegang erat tangan keriput milik Nyonya Jenkins.
Nyonya Jenkins sangat tersentuh dan terharu, perempuan itu tak pernah melunturkan senyum dari wajahnya.
"Cucuku benar-benar pandai mencari seorang istri," ucap Nyonya Jenkins memuji Angelina.
Dari semua orang yang berada di kediaman itu, dia tidak menyangka kalau suatu saat You akan membawa seorang perempuan ke rumah mereka, dimana perempuan itu akan mengizinkannya meminum anggur.
Perempuan itu perlahan-lahan bersandar di kursi rodanya dan memejamkan matanya sembari memegang tangan Angelina.
"Aku harap kau bisa sering-sering datang mengunjungi nenek." Ucap perempuan tua itu membuat Angelina mengangguk.
__ADS_1
"Kapan-kapan aku akan datang lagi mengunjungi nenek." Kata Angelina mengelus tangan Nyonya Jenkins.
Ketika Angelina menunggu Nyonya Jenkins untuk menjawab, dia terkejut ketika perempuan yang duduk di kursi roda itu malah tampak tertidur.
"Nenek?" Panggil Angelina.
"Nenek?" Panggilan dari Angelina sama sekali tak direspon oleh perempuan itu.
Hal itu membuat Angelina terkejut dan sekaligus panik karena perempuan tua itu baru saja menghabiskan satu slokis anggur dan langsung tepar di kursi rodanya.
"Nenek?!!" Angelina dengan panik mengulurkan tangannya memegang wajah Nyonya Jenkins.
"Apa yang aku lakukan?!!" Tiba-tiba suara yang berat dari belakang mengejutkan Angelina hingga perempuan itu mengangkat wajahnya.
Terlihat You berjalan ke arah mereka dengan tatapan dingin yang menusuk.
"Ini,, Nenek,, dia sepertinya pingsan," kata Angelina dengan panik.
Ucapan Angelina membuat You begitu panik, pria itu langsung berjalan cepat ke arah mereka lalu memeriksa Nyonya Jenkins.
Memastikan Nyonya Jenkins masih bernafas dengan teratur, You mengeluarkan ponselnya lalu buru-buru menelpon dokter keluarga.
Setelahnya, You tidak memperdulikan Angelina dan pria itu langsung menggendong Nyonya Jenkins ke lantai bawah, lebih tepatnya ke kamar Nyonya Jenkins.
Nyonya Jenkins dibaringkan di atas tempat tidur dengan Angelina yang berdiri di belakang You, menatap cemas pada perempuan tua di atas ranjang.
'Astaga,, apa yang sudah kulakukan?!! Pria ini akan membunuhku kalau terjadi sesuatu pada Neneknya,' Angelina merasa sangat cemas dalam hatinya.
Siapa yang menyangka bahwa satu sloki kecil anggur bisa membuat seseorang menjadi pingsan.
"Apa yang terjadi?" Tuan besar berlari ke dalam kamar dengan wajah paniknya melihat ibunya yang terbaring di tempat tidur.
"Sepertinya nenek pingsan," ucap You memegangi tangan neneknya.
"Bagaimana bisa?!!" Tanya Tuan besar yang sangat terkejut.
You melepaskan tangan neneknya lalu menatap Angelina dengan tatapan seperti raja iblis yang mengamuk.
Pria itu menarik Angelina keluar dari kamar lalu menghempaskan perempuan itu dengan kasar.
"Katakan?!! Apa yang sudah kau lakukan pada nenekku hingga dia bisa pingsan?!!" Tanya You sembari mengulurkan tangannya mencekik leher Angelina.
"Apa katamu?!! Nenekmu pingsan saat bersama dengan perempuan ini?!!" Tuan besar sangat marah menunjuk Angelina yang sedang meringis Karena rasa sakit dari cekikan You.
"Aku,, maaf,," ucap Angelina yang juga merasa bersalah, memang seharusnya dia tidak memberikan anggur pada Nyonya Jenkins.
__ADS_1
Itu memang salahnya!