Budak Ranjang Tuan Muda You

Budak Ranjang Tuan Muda You
296.


__ADS_3

Awalnya, Angelina ingin menghabiskan waktunya menemani suaminya sampai pria itu selesai bekerja, tetapi setelah beberapa saat, tiba-tiba saja ponselnya berdering memperlihatkan Ibu mertuanya yang menelpon.


"Iya Bu?" Ucap Angelina mengangkat telepon dari ibu mertuanya.


"Ibu akan pulang sekarang, Apakah kau akan pulang bersama ibu atau nanti bersama You?" Tanya perempuan dari seberang telepon langsung membuat Angelina menatap ke arah suaminya yang tampak sibuk bekerja.


Setelah itu, dia kemudian berkata pada ibunya, "aku pulang bersama ibu saja, Lagi pula kalau aku di sini suamiku tidak akan fokus bekerja dan aku hanya akan merepotkannya saja." Ucap Angelina langsung membuat You mengangkat wajahnya menatap perempuan itu.


"Kau tidak merepotkanku," ucap You langsung berdiri menghampiri istrinya.


Hal itu membuat Angelina semakin merasa bahwa dia hanya akan menghalangi pekerjaan suaminya jadi perempuan itu kembali berkata, "ibu, tolong lewat menjemput aku."


"Baik sayang," ucap Nyonya Jenkins dari seberang telepon lalu diikuti suara panggilan yang kemudian dimatikan oleh Angelina.


Tut tut tut...

__ADS_1


You langsung menghela nafasnya melihat istrinya yang benar-benar tak mau tinggal menemaninya, jadi pria itu menarik istrinya ke pangkuannya dan memeluk erat perempuan itu.


"Padahal kau bisa tinggal di sini menemaniku. Aku sama sekali tidak terganggu," ucap You membuat Angelina tersenyum dan mencium ciumi suaminya.


"Kita masih bisa bertemu setelah pekerjaanmu selesai nanti sore. Aku akan menunggumu di rumah." Ucap Angelina.


Maka dengan berat hati, You mengganggukan kepalanya, lalu akhirnya membiarkan perempuan itu pergi ketika Nyonya Jenkins sudah berkata bahwa dia telah menunggu di bawah parkiran.


Ketika Angelina turun ke parkiran, perempuan itu mencari-cari mobil Nyonya Jenkins dan melihatnya terparkir tak jauh dari tempatnya berdiri.


Buk!!!


Angelina di tarbarak seseorang dan sebuah ponsel terjatuh ke lantai.


Angelina langsung mundur beberapa langkah untuk menstabilkan tubuhnya tetapi pria yang ditabraknya langsung menahan tubuhnya.

__ADS_1


Sentuhan dari pria itu langsung membuat Angelina mendorong pria itu dan kemudian dia berdiri sambil melihat ke arah ponsel milik pria itu.


Angelina dengan cepat berjongkok mengambil ponsel itu, "Maaf, aku terlalu buru-buru dan,," dia menghentikan ucapannya ketika dia melihat layar ponsel pria itu telah retak.


"Ini,,, astaga,, ponsel Tuan rusak," ucap Angelina kini merasa bersalah pada pria yang berdiri menetapnya.


Ariston yang melihat itu langsung tersenyum dan berkata, "Nyonya tidak perlu khawatir, lagi pula ponsel itu memang sudah waktunya untuk saya ganti."


"Ah,," Angelina tetap saja merasa bersalah, jadi perempuan itu mengembalikan ponsel ariston sambil berkata, "Tolong berikan kartu nama Tuan, supaya nanti saya bisa mengganti rugi untuk ponsel ini."


Ariston menatap perempuan yang terlihat merasa bersalah, dan pria itu tentu saja tidak mau menyia-nyiakan kesempatan itu, jadi dia mengambil kartu namanya dan menyerahkannya pada Angelina.


"Ponsel ini tidak terlalu mahal, tapi kalau Nyonya memang benar-benar berniat menggantinya maka saya tidak akan keberatan." Ucap Ariston langsung diangguki oleh Angelina sembari perempuan itu menyimpan kartu nama Ariston ke dalam tasnya.


"Kalau begitu saya akan menghubungi Tuan," ucap Angelina langsung diangguki oleh ariston.

__ADS_1


Setelah selesai berbicara dengan Ariston, maka Angelina langsung berlari ke arah mobil Ibu mertuanya dan memasuki mobil sembari melirik ke arah Ariston yang tertinggal memandanginya.


__ADS_2