Budak Ranjang Tuan Muda You

Budak Ranjang Tuan Muda You
119. Menyuapi Angelina dengan mulut


__ADS_3

'Pokoknya, aku harus menggunakan acara mogok makan ini untuk membuat pria itu mengalah dan membiarkan aku keluar dari rumah sialan ini!!' pikir Angelina dalam hati.


Hal itu membuat Hendra merasa sangat marah karena dia sudah berusaha menahan kemarahannya tetapi perempuan itu sama sekali tidak menghargainya.


Jadi pria itu mengambil minuman di atas lalu menampung air minum dalam mulutnya.


Setelahnya, pria itu naik ke tempat tidur dan memegang wajah Angelina.


Angelina begitu terkejut merasakan tangan dingin Hendra kini menjepit wajahnya.


Perempuan itu langsung membuka matanya lalu bertanya, katanya: "Apa yang kau--"


Angelina menghentikan ucapannya ketika bibirnya dibungkam oleh Hendra lalu dia merasakan pria itu membuka paksa mulutnya dan mengalirkan minuman ke mulut Angelina.


"Ng!!!" Angelina merontak dengan keras tetapi Hendra menahan perempuan itu dengan kuat, lalu perlahan-lahan mengalirkan air dari mulutnya ke mulut Angelina sampai semua air itu berpindah ke Angelina.


"Huek!!!" Angelina langsung duduk lalu memuntahkan isi perutnya karena rasa jijiknya terhadap Hendra.


Hal itu membuat Hendra sangat marah karena perempuan itu sudah berani menyinggung nya.

__ADS_1


"Kau jijik padaku?!!" Tanya Hendra dengan suara yang pelan namun suara itu membuat Angelina begitu ketakutan hingga tidak berani lagi menatap Hendra.


"Aku mau sendiri!" Angelina berpura-pura bersikap kuat tetapi dia terkejut ketika Hendra malah menariknya dan kembali menindihnya di tempat tidur.


"Kau mau makan sendiri atau aku yang suapin?!!" Tanya Hendra.


"Kau--"


"Jawab!" Bentak Hendra membuat Angelina terkejut.


Ini pertama kalinya pria itu bersikap sangat kasar padanya. Tapi Angelina tidak mau mengalah begitu saja, dia langsung menutup matanya.


"Aku memilih mati." Jawab Angelina membuat amarah Hendra semakin menguasainya.


Pria itu mengunyah makanannya sampai halus lalu kembali mencium Angelina.


Angelina merasa sangat jijik, ia merasakan perutnya bergejolak di bawah, tetapi dia tidak bisa melakukan apapun karena pria itu menahannya.


Perlahan, semua makanan di mulut Hendra berpindah ke mulut Angelina lalu menggunakan lidahnya, Hendra mendorong makanan itu ke kerongkongan Angelina.

__ADS_1


"Mmh!!!" Angelina sangat ingin mengumpat, tetapi dia tidak bisa berbicara.


"Kau harus makan!!" Ucap Hendra menarik mulutnya dari Angelina lalu pria itu kembali memasukkan makanan di mulutnya dan mengunyahnya.


Sementara Angelina wajah perempuan itu menjadi pucat lalu tiba-tiba,,, huek!!!


Angelina muntah dan merasa jijik pada dirinya sendiri.


"Hmm!!" Angelina kembali menutup mulutnya sebab dia masih ingin muntah tetapi pria itu masih berada di atas tubuhnya.


"Kalau kau memuntahkan nya lagi, aku akan membuatmu memakan tiga piring nasi--"


"Heuek....!!" Angelina kembali muntah lalu perempuan itu merasa lemas dan terbaring di tempat tidur dengan nafas yang berat.


'Aku kenapa? Dengan You aku tidak merasa jijik, tapi mengapa dengan Hendra... Aku merasa sangat jijik?' Angelina berpikir sembari memejamkan matanya tanpa perduli dengan Hendra yang masih berada di atas tubuhnya.


Hendra yang melihat Angelina tampak sangat pucat, pria itu segera turun dari tempat tidur lalu memanggil beberapa pengawal perempuan yang ada di tempat itu untuk membersihkan kamar Angelina.


Hendra juga memanggil dokter untuk memeriksa Angelina.

__ADS_1


'Apa yang kulakukan? Apa yang sudah kulakukan?' Hendra menyadari kesalahannya lalu memijat keningnya merasa pusing dengan Angelina.


Pria itu kembali mengingat Bagaimana ketakutan Angelina dan semenderitanya perempuan itu akibat kelakuannya.


__ADS_2