
Terus tinggal di Villa, Angelina menjalani hari-harinya dengan penuh bahagia bersama ayah dan ibunya, serta Tiara dan Marlin yang terus menemaninya.
Sesekali Angelina tampak menyendiri dengan wajah yang murung seolah perempuan itu sedang mengharapkan sesuatu yang mustahil.
"Lagi-lagi Nyonya duduk sendirian dalam kemurungan." Tiara menghela nafas melihat Angelina yang sendirian di kursi taman dengan kedua tangannya menopang dagu.
Sangat jelas kalau perempuan itu sedang memikirkan sesuatu, tapi tidak ada satupun diantara mereka yang bisa menebak masalah yang terus dipikirkan oleh Angelina.
"Benar, Mungkinkah Nyonya bersikap seperti itu karena bawaan bayinya?" Ucap Marlin menebak.
"Tidak mungkin, Nyonya tidak pernah mengidam yang aneh-aneh, dia hanya alergi pada kacang merah sebab tuan juga alergi pada kacang merah." Ucap Tiara.
"Apa kata kalian?" Tiba-tiba suara Raina mengejutkan dua pelayan yang sedang berbincang-bincang menatap Angelina.
"Nyo, Nyonya," Tiara dan Marlin langsung tertunduk karena takut dimarahi oleh Raina sebab mereka berdua telah membicarakan Angelina di belakangnya.
"Kalian bilang Angelina alergi pada kacang merah karena bawaan bayinya?" Tanya Raina.
__ADS_1
"Iya Nyonya," jawab Tiara.
Raina menyipitkan matanya menatap putrinya dan teringat akan malam ketika You terakhir kali berada di Villa mereka.
Selain Angelina yang mengatakan ingin memakan kacang merahnya sendirian, yang ganjal pula ialah saat di mana You terburu-buru meninggalkan meja makan dengan wajah yang tidak nyaman.
Lalu malam hari itu juga You langsung meninggalkan Villa dan tak pernah lagi berkunjung.
'Sepertinya aku tahu masalahnya.' ucap Raina dalam hati lalu dia menatap Tiara dan Marlin.
"Pergi beli kacang merah dan bawah padaku." Perintah Raina.
Raina sendiri, perempuan itu berbalik ke arah taman menghampiri putrinya yang masih tampak murung.
"Sayang, ada apa?" Tanya Raina sembari memperbaiki rambut Angelina yang tampak sedikit berantakan.
Angelina menghiela nafas lalu perempuan itu bersandar di bahu ibunya, "Aku baik-baik saja Bu. Aku hanya merasa sedikit lemas dan bingung juga,,, kenapa aku tiba-tiba merasa sedih, sementara aku tidak memiliki satu hal pun untuk membuatku merasa sedih." Ucap Angelina yang juga bingung akan dirinya sendiri.
__ADS_1
Entah kenapa dia merasa begitu murung, sementara dia sendiri tidak tahu Apa penyebab kemurungannya.
Padahal baru saja beberapa waktu yang lalu dia tertawa bersama ayah dan ibunya, tapi mengapa sekarang dia tiba-tiba merasa begitu tak bergairah untuk melakukan apa pun?
"Ini mungkin bawaan kehamilan mu. Mungkin saja bayi yang ada di perutmu merindukan ayahnya." Ucap Raina mengejutkan Angelina.
"Ibu! Itu tidak mungkin!!" Angelina menghembuskan nafasnya dengan kasar.
Selama hidupnya, dia tidak pernah merindukan seorang pria Jadi tidak mungkin hanya karena dia mengandung maka hatinya tiba-tiba menjadi lemah.
"Ibu hanya berkata saja, kalau begitu tunggulah di sini, ibu akan memasak bubur untukmu. Mungkin saja bubur bisa membantumu lebih tenang." Ucap Raina berdiri meninggalkan Angelina.
Angelina menatap kepergian ibunya dengan mata yang menyipit, 'Aku merasa kalau ibu sedang merencanakan sesuatu.' pikirnya dalam hati.
Beberapa detik kemudian Angelina menggelengkan kepalanya, 'mana mungkin Ibu merencanakan sesuatu? Pikiranku ini sangat konyol!!'
Perempuan itu kembali dalam posisinya sebelum Raina menghampirinya.
__ADS_1
Kehilangan gairah untuk tersenyum dan hanya merasa murung tanpa mengetahui penyebab kemurungannya.