Budak Ranjang Tuan Muda You

Budak Ranjang Tuan Muda You
300.


__ADS_3

Angelina keluar dari kamar mandi dan terkejut melihat suaminya yang sedang senyum-senyum menatap ponsel milik Angelina.


'Apa yang membuatnya begitu senang?' pikir perempuan itu diam-diam mendekati suaminya yang duduk di sofa lalu mengintip layar ponsel yang ditatap oleh suaminya.


Angelina langsung menahan tawanya saat dia memergoki ternyata suaminya sedang menggunakan ponselnya untuk membuka laman online shop dan mencari pakaian yang cocok untuk anak kembar 3.


'Ternyata dia sesenang ini mendapat kabar kalau anak kami akan lahir kembar tiga.' ucap Angelina dalam hati lalu memeluk leher pria itu dari belakang.


Cup!


Sebuah ciuman diidaratkan Angelina di pipi suaminya, lalu dia melihat suaminya tersenyum lebar sembari pria itu menatapnya dengan lembut.


"Aku sedang mencari barang-barang yang cocok untuk dikenakan anak kita nanti." Kata You langsung membuat Angelina tersenyum lalu dia kembali menatap layar ponsel yang ada di tangan suaminya.


"Kau melihat pakaian untuk anak kembar laki-laki, padahal jenis kelamin anak-anak kita belum diketahui." Ucap Angelina.

__ADS_1


"Hm,, mungkin saja apa yang diramalkan oleh Rossa itu benar. Kita akan memiliki anak kembar 3 yang semuanya ialah laki-laki." Ucap You langsung membuat Angelina mengerutkan keningnya.


Perempuan itu memegang wajah suaminya dan memaksa You menatapnya.


"Jadi maksudmu ucapan Rossa tentang aku yang akan pergi meninggalkan keluarga Jenkins juga adalah kebenaran?" Tanya Angelina kini merasa kesal pada suaminya.


You langsung menyadari kesalahannya jadi pria itu meletakkan ponselnya di atas meja lalu berbalik menatap istrinya, "tidak, Tentu saja tidak begitu. Aku hanya ingin mempercayai sesuatu yang bagus saja. Lagi pula, memangnya istriku akan pergi kemana hingga dia harus meninggalkanku?" Ucap You sembari mengusap-usap pipi istrinya.


Mendengar itu, Angelina tersenyum lalu kembali mencium suaminya.


Cup!


You langsung menyambut istrinya dengan memeluk perempuan itu secara erat sembari menciumi puncak kepala Angelina yang begitu harum.


"Mulai sekarang, Jangan memikirkan hal yang buruk. Pikirkan saja segala sesuatu yang baik," ucap You yang masih merasa cemas akan istrinya yang terus memikirkan ramalan Rossa.

__ADS_1


"Baik," jawab Angelina membalas pelukan suaminya dan menikmati kebersamaan mereka.


'Memikirkan hal yang baik,,, kalau begitu sebelum ramalan itu benar-benar terjadi maka aku hanya akan menikmati masa-masa kebersamaan kami seperti ini.' pikir Angelina dalam hati.


Sementara itu, di kamar Nyonya Jenkins dan Tuan Jenkins, kedua orang itu juga duduk sambil berpikir.


Setelah beberapa saat, Nyonya Jenkins berkata, "kau sudah membuktikan kan? Salah satu dari ramalan Rossa telah terwujud. Kita akan memiliki cucu kembar 3. Tapi sekarang aku merasa takut setelah salah satu dari ramalan itu terwujud....."


Tuan Jenkins melihat ke arah istrinya yang sedang menghela nafas panjang, "kau takut kehilangan menantumu?" Tamya Tuan Jenkins.


Pertanyaan suaminya langsung membuat Nyonya Jenkins mengangkat wajahnya dan menatap suaminya dengan kesal.


"Memangnya kau tidak takut kalau kau kehilangan menantumu???" Kesel Nyonya Jenkins pada suaminya lalu perempuan itu membuang muka menatap keluar jendela, "dulunya aku berpikir bahwa mendapatkan cucu saja sudah akan membuatku bahagia.


"Tapi sekarang aku menjadi serakah, aku ingin memiliki cucu dan juga menantu yang selalu ada di rumah ini." Ucap Nyonya Jenkins sembari menghela nafas karena, tidak bisa membayangkan kebersamaannya bersama Angelina suatu saat akan berakhir.

__ADS_1


Tuan Jenkins yang memperhatikan sikap istrinya juga ikut menghela nafas lalu dia berkata, "aku akan mencegah semuanya, aku akan mencegah Angelina pergi dari keluarga kita. Tapi kalau ramalan yang dimaksud Rossa itu adalah kematian, maka,,, itu satu-satunya hal yang tidak bisa ku cegah."


Nyonya Jenkins hanya menganggukkan kepalanya sebagai pertanda bahwa dia sepaham dengan suaminya.


__ADS_2