
Jam 10.00, Kenan tiba di kediaman You untuk menjemput pria itu karena dia sudah menunggu selama 2 jam di kantor, namun pria itu tak kunjung datang ke kantor.
Tiara dan Marlin begitu terkejut melihat kedatangan pria itu, tidak biasanya Kenan datang ke kediaman You.
Namun, mereka tetap menghampiri Kenan dan bertanya, "Apakah Tuan mencari Tuan Muda?"
"Ya, apakah Tuan Muda ada di kamarnya?" Tanya Kenan.
"Ya, Tuan belum keluar dari kamarnya sejak kemarin malam Tuan kembali." Jawab marlin lalu melihat Kenan terburu-buru menaiki lantai.
Bagaimanapun, pagi ini jam 10.00 mereka memiliki rapat dengan para pemegang saham, tetapi rapat tersebut sudah ditunda karena You yang terlambat datang ke kantor.
Begitu tiba di kamar You, Kenan langsung memutar handle pintu dan terkejut karena pintu itu tidak dikunci. Itu aneh,,, You tidak punya kebiasaan untuk lupa mengunci pintu.
'Ada apa dengannya?' Kenan bertanya-tanya dalam hati sembari memasuki kamar itu dan melihat tempat tidur begitu rapi seolah tak pernah di sentuh.
Kenan mengerutkan keningnya,pakah Tuan Muda tidak tidur di sini?' pikirnya mengamati seluruh ruangan itu dan terkejut ketika melihat You berada di salah satu sudut ruangan sembari tidur memeluk vas bunga yang diletakkan di situ.
__ADS_1
'Sial!!!' Kenan tak mampu berkata apapun lagi, dia benar-benar tercengang dengan pemandangan yang ia lihat sekarang.
'Sepertinya kemarin malam Tuan benar-benar mabuk.' pikir Kenan yang merasa aneh bahwa biasanya pria itu minum sangat banyak tetapi tidak pernah goyah.
Tapi jika tiba-tiba pria itu menjadi mabuk maka hal tersebut terasa sangat aneh bagi Kenan.
Karena Kenan tidak berani membangunkan You, jadi pria itu langsung keluar dari kamar You lalu menutup pintu.
Tiara dan Marlin memandangi Kenan lalu Tiara bertanya, "Apakah Tuan masih ada di kamarnya?"
"Ya, Coba ceritakan apa yang terjadi kemarin malam?" Tanya Kenan yang begitu penasaran.
"Apa?!!" Kenan benar-benar terkejut, Bagaimana bisa pria yang selalu tenang itu berteriak-teriak selama 1 jam?
Tiara mengangguk-angguk membenarkan ucapan Marlin, "Tuan jadi begini sejak Nyonya pergi dari rumah. Saya yakin Tuan pasti menyesal karena sudah mengusir Nyonya dari rumah dan malah membawa Nona palsu kemari. Nona yang dikurung di bawah kamar tamu itu benar-benar pemarah.
"Perempuan itu memecahkan semua piring setelah dia selesai menghabiskan makanan di piringnya, lebih lagi, dia terus mengumpati Tuan Muda karena sudah mengurungnya di kamar tamu." Ucap Tiara yang tidak bisa lagi menyembunyikan fakta yang sesungguhnya.
__ADS_1
Dia sudah lelah menghadapi berbagai kejadian aneh di rumah itu sejak Nyonya mereka meninggalkan rumah.
"Begitu ya.." Kenan mengatup erat gigi giginya berusaha mencari penyebab You jadi berubah begitu.
"Bisakah Tuan mengatakan ini pada tuan muda? Mungkin saja Tuan Muda tidak sadar melakukannya jadi--"
"Kalau kalian menyuruhku bunuh diri maka silakan suruh aku melakukan itu." Sela Kenan akhirnya mendiamkan Marlin dan Tiara.
Memang benar, Tuan mereka sangat kejam, jadi tidak ada yang pernah mencari gara-gara dengan pria itu.
"Kalian buatlah makanan yang bisa meredakan mabuk Tuan. Usahakan makanan itu masak sebelum Tuan bangun, agar nanti dia bisa langsung memakannya." Perintah Kenan pada dua pelayan itu.
"Baik Tuan," jawab Tiara dan Marlin secara serempak lalu keduanya meninggalkan Kenan untuk melaksanakan perintah pria itu.
"Huh,, aku pikir Tuan Kenan bisa membantu kita menangani masalah yang terjadi di rumah ini. Tapi ternyata dia juga takut pada Tuan Muda." Ke Tiara sembari memasuki dapur.
"Benar, satu-satunya orang yang berani memarahi Tuan Muda adalah Nyonya kita. Sayang sekali Nyonya kita sudah diusir dari rumah dan bahkan sebelum diusir dari rumah, Nyonya kita dipukuli dulu oleh Tuan Muda." Marlin menghela nafas membayangkan kemalangan yang dialami oleh Nyonya mereka.
__ADS_1
"Benar,, aku menduga bahwa keadaan Tuan yang seperti saat ini merupakan karma untuk Tuan yang sudah mengusir Nyonya dari rumah ini." Ucap Tiara.
Marlin mengangguk, "Benar, padahal Nyonya kita sudah sangat baik, dan sekarang Tuan malah membawa Nona menyebalkan yang mirip dengan Nyonya kita." Keluh Marlin.