Budak Ranjang Tuan Muda You

Budak Ranjang Tuan Muda You
216. Pintu terkunci


__ADS_3

Ketika yo dan Angelina sedang makan malam romantis dengan fokus mereka hanya ada pasangan masing-masing, maka saat itu pula Sherin sedang fokus pada dirinya sendiri.


'Aku harus bersolek begitu cantik agar ketika obatnya bereaksi, you tidak bisa menolak ku karena aku sangat cantik untuk dipandang.' Ucap Sherin dalam hatinya sembari menaburkan bedak di wajahnya.


Sherin berkali-kali mengecek make up nya dan juga pakaiannya yang begitu seksi memperlihatkan belahan paha dan belahan dadanya.


Setelah merasa bahwa penampilan nya sudah ok,, maka perempuan itu mengambil parfum yang diberikan oleh pria bertopeng.


'Dengan benda ini, aku akan membuat You jatuh ke pelukanku, setelah pria itu jatuh ke pelukanku, aku akan menguasai keluarga


Jenkins dan membalas Nyonya Jenkins atas apa yang sudah ia lakukan. Juga You,,, aku akan membuat pria itu menjadi sangat jatuh cinta padaku, lalu memerintah nya sesuka hati!!! Tunggu saja kau!!!' Geram Sherin sembari memegang erat botol parfum di tangannya.


Setelah merasa bahwa seluruh persiapan nya telah sempurna, maka Sherin keluar dari kamar hotelnya, ia menaiki sebuah mobil menuju restoran yang alamatnya telah diberikan oleh pria bertopeng.


Begitu tiba, Sherin memarkir mobilnya dan memperhatikan restoran degan desain yang indah, namun tidak ada satu pun pengunjung di sana, tapi tampak bahwa restoran itu masih tetap buka.


Sherin menghela nafas, "Hm,, apa mereka menyewa satu restoran untuk menikmati malam ini? Hah,, dasar beruntung!!! Tapi lihat saja, sebentar lagi kalian berdua akan bertengkar hebat dan mau tidak mau You akan menjadi milikku!!

__ADS_1


"You akan jatuh cinta padaku setelah dia mencium aroma parfum ini dan melihat wajahku!!!" Ucap Sherin mematikan mesin kendaraannya lalu perempuan itu keluar dari kendaraan sembari berjalan ke arah restoran.


Ketika dia sedang berjalan, ponselnya tiba-tiba berdering memperlihatkan Nyonya Jenkins yang menelponnya.


Sherin tersenyum kecut melihat panggilan itu, lalu dengan satu kali tekan di mereject telepon tersebut lalu menonaktifkan ponselnya.


'Aku tidak akan membiarkan satupun pengganggu mengacaukan rencanaku malam ini!!!' Ucap Sherin dalam hati lalu melangkah memasuki restoran.


Seorang pelayan menghampiri Sherin dan dengan Sopan berkata, "maaf Nona, tetapi restoran kami telah dipesan seluruhnya dan saat ini tidak menerima tamu." Kata pelayan itu dengan nada suara menyesal.


Mendengar nama Xiko, sang pelayan langsung menganggukkan kepalanya, lalu dia berkata, "ah jadi nona adalah orang yang ditunggu oleh Tuan Xiko, dia memang sudah berpesan agar saya mengantar Nona ketika Nona sudah datang."


"Kalau begitu, cepat!" Ucap Sherin yang sudah tidak sabar untuk segera memulai rencananya.


"Baik, silahkan ikuti saya," ucap si pelayan lalu membawa Sherin ke arah belakang restoran, lebih tepatnya ke sebuah bangunan yang terpisah dengan restoran.


Sherin menyatukan kedua alisnya hingga membentuk garis lurus saat dia memasuki ruangan itu, sebab ruangan tersebut tampak seperti gudang.

__ADS_1


"Tuan, Nona Sherin telah datang," kata sang pelayan langsung membuat suara gaduh di dalam gudang itu.


Bruk....!


Buk!!!


Brak!!


Suara gaduh yang berasal dari belakang langsung membuat Sherin yang berdiri di belakang pelayan, kini terpaku tempatnya karena sangat terkejut.


'Jangan-jangan mereka menjjebakku!!' pikir perempuan itu dalam hati langsung menoleh melihat yang memang telah tertutup rapat.


'Sial!!' gerutu Sherin dalam hati.


Ketika dia balik menoleh, sang pelayan telah menghilang dari hadapannya, hal itu membuat Sherin sangat panik hingga dia berlari di arah pintu untuk keluar dari tempat itu.


Sayang sekali, pintunya telah terkunci!!!

__ADS_1


__ADS_2