
Brano yang melihat pria itu langsung maju ke depan Angelina sembari berbisik dengan pelan, "Tolong Nyonya tetap di belakang ku."
"Ha ha ha.... Ternyata pria itu menyediakan pengawal yang berani untukmu." Ucap Mikel tertawa dingin.
"Hm,, tentu saja, dia suamiku!" Ucap Angelina membuat Mikel kembali tertawa dingin.
"Ha ha ha... Entah apa yang dipikirkan Hendra hingga dia memutuskan datang kemari mencarimu, bahkan mengajakku ikut serta. Hanya perempuan tak tahu diuntung!!" Ucap Mikel dengan kilatan mata yang sangat menekan.
Dia sangat membenci Angelina, karena perempuan itu telah menyia-nyiakan perasaan temannya!!!
Mikel berteman dengan Hendra hingga pria itu kesal kalau melihat Hendra dalam suasana hati yang buruk. Sebab ketenangannya ikut terganggu!
Tapi pria itu langsung berhenti saat melihat seorang pria lain datang bersama rombongannya.
Angelina melihat pria itu, adalah Hendra yang datang bersama belasan pengawal.
Tatapan mereka langsung bertemu, dan Hendra berhenti di samping mikel.
"Aku sudah menemukannya untukmu, jadi aku pergi dulu." Ucap Mikel langsung memakai kaca matanya lalu pergi dari tempat itu.
Sementara Hendra, pria itu tidak mengatakan apa pun, dia hanya berdiri menatap Angelina dengan tatap penuh kemarahan.
"Mau ikut aku secara baik-baik atau pengawalmu menjadi korban pertamaku?" Ancam Hendra langsung membuat Angelina mengepal erat tangannya.
__ADS_1
Pria di depannya adalah pria yang tak bisa ia kalahkan, jadi dia merasa begitu khawatir.
"Aku akan pergi denganmu, tapi bisakah kau memberiku waktu sampai besok siang?" Tanya Angelina mengejutkan Brano.
Pria itu dengan cemas menatap Angelina, "Nyonya!" Ucapnya merasa tak percaya dengan keputusan Angelina.
Tapi pria itu semakin tak berdaya saat Angelina mengabaikannya dan malah berkata, "Beri aku waktu untuk mengucapkan salam perpisahan."
"Nyonya!!" Brano semakin panik, jangan sampai perempuan itu malah termakan omongan Hendra jika terus meladeni Hendra.
Sebab dia tahu pria di depannya tidak akan melepaskan Angelina!!
"Hm, baiklah, aku memberimu waktu sampai besok pagi." Ucap Hendra membuat Brano tak berdaya.
"Baik Nyo--"
"Tidak!!! Pria itu akan menjadi tawanan ku sampai besok pagi." Kata Hendra mengejutkan Angelina dan Brano.
'Astaga, inilah yang kumaksud, kalau aku dibawa oleh pria itu, siapa lagi yang akan melindungi Nyonya? Tapi melawan banyak orang di sini,,,,,,' Brano merasa tak berdaya.
Jadi saat ini dia hanya berharap Angelina akan mengulur waktu hingga You menyadari sesuatu yang salah dan menemukan mereka.
"Oh,, ok." Tapi biarkan pengawalmu melayaniku." Ucap Angelina.
__ADS_1
Hendra tak keberatan, pria itu melihat sala satu pengawal kepercayaannya untuk memberi kode.
Dan sesuai kode dari Hendra, pria itu menjawab, "Baik Tuan."
Setelahnya, Brano tak berdaya melihat Angelina telah pergi bersama pengawal yang diutus Hendra.
'Sial!! Mengapa Nyonya begitu bodoh?' pikir Brano dalam hati membiarkan beberapa orang-orang Brano menggeledahnya.
Sementara Angelina yang pergi bersama pria bernama Zati, ia kini memasuki kamar VVIP nya.
"Bantu aku menyiapkan air untuk mandi," ucap Angelina pada sang pengawal.
"Baik Nyonya," jawab Zati berjalan ke arah kamar mandi.
Sementara Angelina, perempuan itu tinggal menonton TV.
Sesekali Zati memperhatikan Angelina dan melaporkannya pada Hendra.
Tidak ada sedikitpun kejanggalan atau perilaku aneh yang ditunjukkan oleh Angelina, jadi Zati menjalankan tugasnya dengan mudah.
Bahkan sampai Angelina menulis bahan makanan untuk ia gunakan memasak makanan You, perempuan itu tak keberatan saat Zati memintanya untuk ia baca.
"Berikan itu pada pelayan, aku mau tidur." Ucap Angelina berjalan ke kasur lalu memejamkan matanya untuk memasuki dunia mimpi.
__ADS_1