Budak Ranjang Tuan Muda You

Budak Ranjang Tuan Muda You
222. Apa yang terjadi?


__ADS_3

Pada jam makan malam di hotel, Nyonya Jenkins menghampiri kamar Sherin untuk mengajak perempuan itu makan malam.


Ding dong!


Ding dong!


Ding dong!


Nyonya Jenkins mengerutkan keningnya ketika dia sudah tiga kali menekan bel kamar Sherin, namun tidak ada jawaban dari dalam kamar.


'Apakah dia sedang bersedih lagi?'


Pikir Nyonya Jenkins dalam hati merasa sangat khawatir pada calon menantunya.


Maka, perempuan itu mengambil ponselnya dan melihat sebuah pesan dari Sherin.


*Ibu, aku pergi ke restoran xx, katanya You dan Angelina makan malam di sana, jadi aku penasaran melihat mereka,* isi pesan itu langsung membuat Nyonya Jenkins mengeryit.


'Sherin tidak akan mampu menghadapi You dan Angelina sendirian, sebaiknya aku pergi juga ke sana,' pikir perempuan itu dalam hati lalu memutuskan untuk menyusul calon menantunya.


Dengan begitu, Nyonya Jenkins dengan cepat pergi ke restoran xx.


Ketika sampai di restoran xx, dia dihampir oleh seorang pria yang tak lain adalah Xiko.


Semuanya ini adalah bagian dari rencana mereka agar Nyonya Jenkins 4 memergoki Sherin dan You berduaan di dalam kamar.

__ADS_1


"Nyonya, akhirnya Anda disini, di kamar Tuan You sedang terjadi kekacauan, sebaiknya nyonya cepat pergi kesana, karena kami tidak bisa berbuat sembarangan," ucap Xiko langsung membuat nyonya Jenkins menjadi sangat cemas.


Terlalu cemas jika calon menantunya disakiti oleh Angelina yang merupakan perempuan bar bar.


"Antar aku ke sana, cepat!" Ucap Nyonya Jenkins langsung diangguki oleh Xiko.


"Mari ke arah sini," ucap Xiko segera memperlihatkan jalan menuju lantai 3.


Maka dengan cepat Nyonya jenkins mengikuti pria paruh baya itu menuju ke lantai 3 dan berhenti di depan sebuah kamar.


"Tidak!! Tolong!!! Tolong!!" Suara teriakan Sherin dari dalam kamar langsung membuat raut muka Nyonya Jenkins berubah.


Xiko yang berdiri di samping Nyonya Jenkins sangat mengerti akan perempuan itu, jadi dia dengan segera mengulurkan kunci cadangan di tangannya.


Tanpa membuang-buang waktu, Nyonya Jenkins langsung mengambil kunci itu dan membuka pintu kamar.


"Apa yang kalian lakukan?!!" Bentak Nyonya Jenkins sembari berjalan ke arah tiga orang yang sedang dalam posisi mereka masing-masing, lalu dengan cepat menarik Angelina ke belakang.


You yang melihat istrinya dia tarik dengan keras langsung menahan tubuh Perempuan itu, lalu keduanya berdiri menatap Nyonya Jenkins yang sementara melihat Sherin.


"Ibu,, hisk hiks,,," Sherin langsung memeluk calon ibu mertuanya dan menangis dengan keras.


"Ibu di sini,, ibu di sini,," ucap Nyonya Jenkins sembari menepuk-nepuk punggung Sherin agar perempuan itu lebih tenang.


Setelah beberapa saat, Sherin menjadi lebih tenang, lalu perempuan itu melepaskan pelukannya dari Nyonya Jenkins dan menatap Nyonya Jenkins dengan matanya yang sembab.

__ADS_1


"Bantu aku menegakkan keadilan, Angelina hendak membunuhku," ucap Sherin sembari menangis sesegukan membuat Nyonya Jenkins langsung melihat ke arah Angelina yang di rangkul oleh putranya.


Di tangan Angelina masih terdapat beling yang dipegang perempuan itu dengan erat membuat tangan Angelina kini berdarah karena dirilis oleh beling itu.


"Kalian berdua!! Kalian keterlaluan!!" Teriak teriak Nyonya Jenkins pada You dan Angelina lalu kembali berbalik membantu Sherin berdiri.


Karena seluruh tubuh Sherin sakit, maka perempuan itu berpegangan erat pada tubuh Nyonya Jenkins.


"Apa aku bisa berdiri?" Tanya nyonya Jenkins dengan khawatir menatap Sherin yang tampak kesulitan berdiri diatas dua kakinya sendiri.


"Aku sebaiknya duduk," ucap Sherin sembari menunjuk ke arah kasur lalu Nyonya Jenkins memindahkan perempuan itu untuk duduk di pinggir kasur.


Setelah mendudukkan Sherin, Nyonya Jenkins kemudian berdiri menatap Angelina dan You yang memandangi Sherin dengan tatapan dingin.


"Apa yang sudah kalian lakukan?!!" Tanya Nyonya Jenkins sedang nada suara tinggi.


"Mengapa ibu tidak bertanya pada perempuan yang ibu kasihan ini? Apa yang sudah ia lakukan di kamar orang yang sudah menikah?" Ucap Angelina langsung membuat Nyonya Jenkins mengeryit lalu menatap Sherin.


'Benar, mengapa Sherin ada di kamar ini?' ucap Nyonya Jenkins dalam hati, penuh tanya memandangi Sherin.


You tak berkata apa-apa, tapi tangan pria itu bergerak pelan menuju tangan Angelina dan mengambil beling dari tangan istrinya.


Angelina terkejut, tapi dia membiarkan You sambil menahan nafasnya. Masih merasa jijik atas suaminya yang telah di sentuh Sherin.


@interaksi

__ADS_1



Maaf banget ya... kalo besok otor gak update itu artinya otor lagi pindah hunian, soalnya mars udh membosankan, butuh tempat lain yang lebih menantang di tinggali....


__ADS_2