
Setelah Nyonya Jenkins keluar, You langsung mengambil handuk yang diletakkan di perut Angelina lalu membuangnya ke baskom.
Setelah itu, pria itu memeluk istrinya dan mencium perempuan itu dengan lembut.
"Hmm!!" Angelina tersenyum menikmati ciuman dalam mereka sembari tangan perempuan itu memainkan rambut You.
Setelah 5 menit dari ciuman, You mengakhiri ciuman mereka lalu pria itu tersenyum menatap istrinya dengan tetapan yang begitu lembut, "Apa kau merasa lebih baik melihat sikap ibu tadi?" Tanya pria itu sembari mencubit pelan pipi istrinya.
Angelina mengangguk, "hm,, tapi perutku sekarang terasa dingin." Ucap Angelina langsung membuat You melihat perut istrinya yang lupa mereka tutupi.
Jadi You langsung mengambil tisu dan membersihkan sisa-sisa air di perut istrinya dan menghangatkannya dengan lotion khusus.
"Maaf, aku lupa," ucap You yang menyadari kesalahannya.
Angelina tersenyum, "tidak apa-apa, lagi pula apa yang kita lakukan berhasil membuat ibu bersikap baik padaku." Ucap Angelina sembari memperbaiki posisi duduknya.
__ADS_1
Hal itu membuat You tidak tahan untuk mengulurkan tangannya mencubit kedua pipi Angelina dan mencium bibir perempuan itu.
"Kalau begitu ayo kita istirahat sekarang, Aku tidak mau nanti kau kelelahan karena masih harus menemani Ibu untuk bertemu teman-temannya." Ucap You langsung dianggap oleh Angelina lalu kedua orang itu beranjak ke ranjang untuk istirahat.
Sementara itu, Nyonya Jenkins yang keluar dari kamar Angelina kiri mengambil makan siang yang telah disiapkan oleh para pelayan lalu perempuan itu segera berangkat ke kantor suaminya.
Begitu tiba di sana, dia mendapati suaminya sedang sibuk melakukan rapat dengan beberapa klien penting.
Jadi Nyonya Jenkins hanya menunggu di ruangan seminya sembari memikirkan masalah Angelina.
Setelah 30 menit, akhirnya Tuan Jenkins membuka pintu ruang kerjanya dan terkejut melihat istrinya yang tiba-tiba saja datang menghampirinya.
Pria itu langsung duduk di depan istrinya, "Ada apa kau tiba-tiba saja datang ke kantorku?" Tanya pria itu yang sedari dulu Nyonya Jenkins tak pernah lagi datang membawakannya bekal.
Biasanya perempuan itu akan menyuruh seorang pelayan untuk membawakannya bekal, karena Nyonya Jenkins punya pengalaman tidak mengenakkan tentang hal itu, hingga dia tidak mau lagi melakukannya.
__ADS_1
Tetapi Nyonya Jenkins menghela nafas dengan panjang lalu perempuan itu mengeluarkan sesuatu dari tasnya.
"Cobalah lihat ini," ucap Nyonya Jenkins menyerahkan foto USG cucu mereka.
Tuan Jenkins pengambil foto itu dan melihatnya dengan seksama lalu dia mengangkat kepalanya menatap istrinya dengan ekspresi menginginkan penjelasan.
"Itu adalah foto cucumu dalam rahim menantumu, mereka kembar." Ucap Nyonya Jenkins langsung membuat Tuan Jenkins memegang erat selembar foto di tangannya.
"Kau,, kau bilang apa? Apa yang kembar?" Tanya Tuan Jenkins sembari menatap istrinya dengan rasa tak percayanya.
Nyonya Jenkins menganggukkan kepalanya, "benar, Angelina sedang mengandung anak kembar." Ucap Nyonya Jenkins membuat Tuan Jenkins tidak tahu harus berekspresi seperti apa.
Pria itu merasakan deru nafasnya menjadi lebih pendek, dan tangannya gemetar memegang foto di tangannya. Matanya berkaca-kaca melihat foto tersebut, karena rasa bahagia yang tak bisa diluapkan dengan benar.
"Kembar?" Suara Tuan Jenkins setelah beberapa saat langsung membuat Nyonya Jenkins tersenyum lalu perempuan itu juga merasa bahagia kembali mengingat calon cucu mereka.
__ADS_1