
Angelina berlari tergesa-gesa ke arah toilet, lalu dia melihat toilet sedang penuh karena banyak yang menggunakannya.
Dilihatnya, perempuan yang tadi ia hubungi sudah berdiri di depan toilet dan menatap Angelina selama beberapa detik.
Sang pengawal yang mengikuti Angelina juga memasuki toilet dan berdiri di sana memperhatikan Angelina yang tampak seperti menahan dirinya yang hendak buru-buru menggunakan toilet.
"Astaga, kenapa toiletnya jadi penuh sekali?" Kesal seorang perempuan yang masuk ke dalam toilet lalu dia berbalik pergi meninggalkan toilet itu untuk mencari toilet lain.
Sementara Angelina yang menunggu, dia menunggu selama beberapa menit, hingga akhirnya dua orang keluar dari toilet yang saling bersebelahan jadi Angelina masuk bersama dengan perempuan yang juga masuk di bilik toilet yang lain.
Baru saja masuk, Angelina langsung menerima sebuah uluran telepon dari perempuan yang menggunakan bilik toilet di sebelahnya beserta dengan sebuah surat.
__ADS_1
*Aku sudah menghubungi suamimu dan dia mengirimkan aku uang untuk membelikanmu telepon ini. Gunakanlah selama kau berada di dalam toilet.* tulis perempuan itu pada kertas langsung membuat Angelina tersenyum lalu dia segera menggunakan ponsel itu.
Dia mengirim pesan pada suaminya dan mengubah tempat pertemuan mereka menjadi sebuah toko roti yang telah direncanakan oleh Angelina.
Setelah berbalas pesan dengan suaminya, ia mengembalikan ponsel itu pada perempuan di sebelahnya dengan sebuah pesan di layar ponsel itu.
*Aku tidak bisa menyimpan benda ini karena orang-orang yang mengawasi ku akan mengetahuinya, jadi tolong simpankan ini untukku. Besok sore, bisakah kita kembali bertemu di tempat ini?* Isi pesan itu.
Dan setelah memberikan ponsel itu, dia kembali melihat ponsel itu diulurkan dengan sebuah jawaban oke pada layar ponsel itu lalu ponsel itu kembali ditarik.
Setelah menaiki sebuah mobil yang disetir oleh orang yang mengawasinya, maka Angelina berkata, "Tolong mampir di toko kue yang kemarin."
__ADS_1
"Ah,, sepertinya Nona sangat suka toko kue di situ sehingga setiap hari terus mampir di sana membelinya." Ucap perempuan yang bertugas sebagai sopir Angelina.
"Ah,, ya, Sebenarnya bukan aku yang menyukainya, tapi Tuan kalian yang menyukainya, jadi aku selalu singgah untuk membelinya." Ucap Angelina sembari tersenyum mengarahkan pandangannya ke luar jendela, 'bukan, bukan karena suka, tetapi karena aku sudah merencanakan ini agar tidak ada yang curiga kalau setiap hari aku datang ke toko kue untuk membeli kue. Dengan begini, setiap hari aku bisa bertemu dengan suamiku.' ucap Angelina dalam hati sembari menahan dirinya agar tidak tersenyum.
Akhirnya, mereka tiba di toko kue dan pengawal yang bersamanya langsung mengikuti Angelina ke dalam toko meski dia hanya berjaga di ambang pintu memperhatikan perempuan yang sudah mengambil baki dan penjepit untuk memilih roti yang akan ia beli.
'Hah,, dia bilang dia akan datang dengan pakaian serba hitam dan sebuah topi berwarna merah terang. Tapi kenapa dia belum muncul?' ucap Angelina dalam hati kini mulai gelisah sembari memperlambat gerakan tangannya untuk memilih roti.
"Katanya roti yang ini sangat enak," tiba-tiba ucap seorang pria yang tiba-tiba muncul di samping Angelina langsung membuat Angelina menatap pria itu dengan mata berbinar-binar karena ternyata suaminya telah muncul.
"Maaf datang terlambat, tapi Apa kau baik-baik saja?" Tanya You dengan suara yang serak ketika dia mengenali mata istrinya, meski dia tidak bisa mengenali wajah perempuan itu karena dirias dengan sempurna.
__ADS_1
"Iya, aku merindukanmu Dan anak-anak Kita." Kata Angelina dengan suara setengah berbisik sembari meletakkan roti ke baki yang ada di tangannya.
Dia merasakan matanya menjadi panas, tetapi dengan susah payah dia berusaha menahan diri agar tidak menangis karena sang pengawal yang mengawasinya akan sangat curiga jika dia melakukan sebuah kesalahan.