
You mendapat banyak pekerjaan setelah liburnya karena sakit, You terus sibuk di ruang kerjanya.
Sesekali Angelina datang membawa makanan atau pun minuman untuk pria itu.
Selebihnya, Angelina menghabiskan waktunya menyelidiki penyebab adanya racun di ramuan yang dibawa oleh ibunya.
Tetapi sesuai dugaan nya, apa yang terjadi sangat sulit untuk ia selidiki, bahkan informasi kecil pun tak ia dapatkan.
"Bagiamana kalau kita bertanya pada Ibu Nyonya, mungkin dia tahu sesuatu," ucap Tiara saat melihat Angelina memijat keningnya.
"Tidak bisa, ibuku akan curiga kalau aku bertanya," ucap Angelina.
Tiara mengangguk, "Benar juga," ucapnya.
"Tapi tidak akan curiga kalau kita berkata akan membelinya lagi, paling tidak kita bisa mengetahui dari mana asal ramuan itu," ucap Malin langsung membuat Angelina mengangkat wajahnya.
"Kau pintar!" Seru Angelina langsung meraih ponselnya lalu menelpon ibunya.
"Halo Bu," ucap Angelina saat panggilannya telah terhubung.
__ADS_1
"Iya sayang, bagaimana kabarmu?" Tanya Raina dari seberang telpon.
"Aku baik Bu, bagaimana dengan kalian di situ?" Tanya Angelina.
"Baik juga, ayahmu sedang sibuk membuat box bayi, katanya nanti akan diberikan pada cucu pertamanya." Ucap Raina dengan suara penuh bahagia.
"Bagus sekali, kalau begitu kami tidak akan membelinya lagi, tapi Bu, katakan pada Ayah supaya dia tidak terlalu lelah bekerja," ucap Angelina yang merasa cemas dengan kesehatan ayahnya.
"Kau tenang saja, Ayahmu tahu apa yang ia lakukan, ibu juga selalu mengawasi nya." Jawab Raina.
"Baguslah. Oya Bu, aku ingin bertanya tentang ramuan yang kemarin ibu berikan pada suamiku, dimana ibu mendapatkan ramuan itu?" Tanya Angelina.
"Iya Bu, makanya aku mau menanyakan tempat ibu mendapatkannya," ucap Angelina.
"Ah syukurlah kalau ramuan itu berkhasiat baik,, tapi ramuan itu tidak dijual secara sembarangan, karena ibu mendapatkannya dari seorang pria yang merupakan kenalan lama ibu. Tapi sekarang dia sudah kembali ke daerah asalnya di gunung selatan." Jawab Raina membuat Angelina langsung menyipitkan matanya.
"Kalau begitu Bu, bolehkah aku tahu identitasnya? Aku akan menyuruh bawahan You untuk mengutus seseorang menemuinya." Ucap Angelina membuat ibunya yang di seberang telpon terdiam beberapa saat.
"Baiklah, kebetulan dia meninggalkan alamatnya pada ibu, tapi kau harus janji bahwa kau tidak boleh pergi ke sana dan hanya akan menyuruh pengawal untuk menemuinya." Ucap Raina yang khawatir pada putrinya, sebab Angelina adalah tipe orang yang suka melakukan segala sesuatu secara langsung.
__ADS_1
Dan dia tidak mungkin membiarkan putrinya yang sedang hamil bepergian jauh sendirian.
"Ibu tentang saja, pokoknya aku tidak akan membantah ucapan ibu." Ucap Angelina membuat lega Raina.
Setelah telpon itu, Angelina langsung menerima pesan dari ibunya yang menuliskan alamat dan informasi lengkap tentang teman ibunya yang memberikan ramuan.
Hal itu membuat Angelina sangat senang, jadi dia langsung menyuruh Tiara untuk bersiap menemaninya ke gunung selatan.
Tetapi di ruang kerja You, ponsel pria itu juga berdering dengan panggilan yang berasal dari ibu mertuanya.
"Halo Bu," jawab You.
"Apa kau sedang bersama istrimu?" Tanya Raina.
"Ya, tapi aku di ruang kerja dan Angelina sepertinya di kamar," jawab You.
"Bagus, ibu ingin memberitahumu kalau ibu baru saja memberitahu istrimu tentang asal usul ramuan yang Ibu berikan padamu. Ibu takut kalau dia pergi sendirian ke gunung selatan untuk mencarinya, makanya Ibu menelponmu agar kau memperhatikan istrimu." Ucap Raina mengagetkan You.
Pria itu menoleh ke arah ramuan yang terletak di sampingnya, 'dia bilang ini adalah ramuan yang sama dengan yang dikirimkan oleh ibu, tapi mengapa dia baru ingin mencarinya....?'
__ADS_1