
Raina sengaja berpakaian dengan sopan agar besannya tidak menganggap rendah dirinya.
Perempuan itu bahkan sengaja menaburkan sedikit bedak tabur di wajahnya lalu turun ke lantai bawah dan melihat punggung seorang pria yang berdiri membelakanginya.
Perempuan itu mengerutkan keningnya dengan sikap angkuh mertua putrinya, namun begitu, Raina tetap mendekatinya dan berkata, "mengapa Tuan tidak duduk?"
Tuan Jenkins yang mendengar suara Raina langsung berbalik karena merasa sangat familiar dengan suara itu.
Dan benar saja, ketika tatapan keduanya bertemu, mereka berdua saling memandangi satu sama lain dalam keheningan.
"Raina?" Ucap Tuan Jenkins yang terkejut melihat perempuan di depannya adalah perempuan dari masa lalunya.
Raina langsung menghela nafas panjang lalu perempuan itu berkata, "duduklah, pelayan akan segera datang membawa teh."
Tanpa menunggu jawaban Tuan Jenkins, Raina langsung duduk di salah satu sofa dengan perasaan perempuan itu sangat aneh, karena dia merasa bahwa Tuan Jenkins sedang memperhatikannya dengan begitu seksama.
Oleh sebab itu Raina mengangkat wajahnya dan kembali menatap pria di depannya, "duduklah, bukankah kau kemari untuk berbicara mengenai hubungan putramu dengan putriku?" Tanya Raina langsung membuat Tuan Jenkisn menghela nafas lalu pria itu duduk di sofa di depan Raina.
"Jadi Angelina itu putrimu?" Tanya Tuan Jenkins ketika dia sudah duduk sembari menatap perempuan yang sangat familir di ingatannya.
Tersenyum lembut dan menganggukkan kepalanya, Raina kemudian berkata, "ya, aku tidak menyangka bahwa besanku ternyata adalah kau, oya bagaimana kabarmu? Aku dengar dari Angelina kau dan istrimu sangat sibuk dalam urusan pekerjaan hingga kalian belum sempat bertemu."
__ADS_1
Tuan Jenkins memandangi wajah hangat di dan lembut milik Raina lalu pria itu memikirkan perkataan perempuan di depannya, 'jadi Angelina berbohong pada kedua orang tuanya bahwa sebenarnya kami tidak menerimanya di keluarga kami?'
Melihat besannya yang hanya terdiam, Raina kembali menggerakkan bibirnya, "Mengapa kau hanya diam saja? Apakah aku mengatakan sesuatu yang salah?" Tanya Raina sembari memperhatikan pria yang tampak menyembunyikan perasaannya.
Tuan Jenkins menggelengkan kepalanya lalu pria itu menatap seorang pelayan yang datang dengan sopan membawakan mereka minuman.
Raina tersenyum melihat Tuan Jenkisn yang memperhatikan teh yang di seduh pelayan, "ini adalah teh bunga putih dari gunung selatan, putriku memesannya karena khasiat teh putih ialah untuk menenangkan rasa stres dan membuat tidur berkualitas di malam hari. Minumlah kalau--"
"Cukup!!" Tiba-tiba bentak Tuan Jenkins membuat Raina terdiam lalu perempuan itu dengan tenang menatap pria di depannya.
"Ada apa denganmu?" Tanya Raina yang terkejut akan bentakan pria itu.
Melihat perempuan yang tampak selalu sabar menghadapinya meski sudah dibentak, Tuan Jenkins tidak tahan untuk berdiri lalu pria itu menatap Raina yang juga menatapnya, "Aku harus pergi sekarang!" Kata pria itu lalu melangkah pergi tanpa menunggu jawaban Raina.
"Ada apa dengannya? Bukankah dia seharusnya senang karena putranya menikah dengan putriku?" Kata Raina sembari menghela nafas lalu perempuan itu berdiri beberapa menit sebelum masuk kembali ke dalam villa.
Begitu tiba di kamarnya, dia melihat suaminya sudah duduk di pinggir ranjang sembari memandanginya.
Pria dengan kulit berwarna agak gelap karena dibakar sinar matahari langsung berdiri menghampiri Raina dan memeluk Raina dengan erat.
"Apa yang dikatakan pria itu padamu?" Tanya Burhan yang merasa sangat cemburu melihat istrinya yang sedang berbincang-bincang dengan Tuan Jenkins.
__ADS_1
Raina balas memeluk suaminya lalu berkata, "kau melihat kami?"
Tanpa melonggarkan pelukannya, Burhan berkata, "Hm,, aku melihat kalian dari balkon tapi tidak bisa mendengar percakapan kalian."
Raina mengangguk, "Aahh,, dia hanya datang untuk menemui putranya, tetapi karena You sudah tidur, maka dia buru-buru pergi karena ada pekerjaan yang mendesak," jawab Raina yang tidak mau membuat suaminya menjadi cemas karena sikap Tuan Jenkins yang begitu aneh.
"Baiklah, kalau begitu ayo kita tidur," kata Burhan melonggarkan pelukan mereka lalu kedua orang itu naik ke tempat tidur dengan Burhan yang tak bisa tidur.
Pria itu memandangi istrinya yang cantik sembari berpikir dalam hati, 'dulunya mereka adalah sahabat, lalu Raina juga pernah bilang padaku kalau Burhan pernah mengatakan perasaannya padanya, tapi mereka tidak bisa bersatu karena status yang terlalu berbeda.
'Tapi sekarang, Bukankah pria itu sudah berkuasa di rumahnya? Seharusnya tidak sulit baginya untuk,, tidak!! Tidak!!!' Burhan menghela nafas panjang lalu pria itu kemudian memeluk istrinya dan berusaha untuk memenjamkan matanya.
Berharap sesuatu yang ia pikirkan tak akan terjadi.
@Interaksi
Haha..... emak-emak bakal memberontak nih, dikatain suka marah-marah🤭🤭
Btw jangan salahkan otor karena lambat up date ya... bab ini tertahan selama 14 jam sejak terakhir kali otor cek.
__ADS_1