
Brano berdiri di depan pintu kamar You sembari menempelkan telinganya ke pintu.
'Sudah cukup lama mereka di dalam, apakah terjadi sesuatu? Mengapa tidak ada yang berbicara?' pikirnya dalam hati,
Brano merasa begitu aneh bahwa dua orang itu tak pernah berbicara.
Masih saja Brano menempelkan telinganya ke pintu saat beberapa orang perawat tiba-tiba datang menghampirinya.
"Ada apa?!" Tanya Brano.
"Sekarang jadwalnya permberian obat," ucap sala seorang perawat.
"Oh," Brano menjawab dengan singkat sembari membuka pintu kamar.
Begitu masuk, didapatinya posisi Angelina dan You begitu intim.
You masih menjadikan paha Angelina sebagai bantal, dengan tangan pria itu memeluk erat pinggang Angelina.
'Astaga,, mereka lebih cepat akur dari yang kuduga.' pikir Brano yang merasa kagum dengan cara You membujuk istrinya.
"Bantu Tuanmu," langsung perintah Angelina begitu melihat Brano.
You yang mendengarnya langsung menampakkan kilatan mata mengancam pada Brano, jadi Brano hanya menghela nafas.
"Tuan, saatnya diberi obat." Ucap Brano merasa gugup.
__ADS_1
"Jangan bicara dulu!! Pindahkan dia dariku!!" Ucap Angelina yang merasa kesal pada Brano, masih tinggal berbicara, padahal kakinya sudah kesemutan gara-gara You.
Brano tak langsung bertindak, dia melihat You untuk meminta perintah.
"Bantu aku," ucap You merasa pasrah. Tak bisa membuat Angelina mengamuk.
"Baik Tuan," jawab Brano mulai membantu You menyingkir dari Angelina.
Angelina memperhatikan You, dia bisa melihat pria itu berusaha menahan rasa sakitnya hingga kening You tampak begitu mengerut. Keringat pun kembali menghiasi area kening you, jadi Angelina merasa khawatir pada pria itu.
"Apakah sesakit itu?" Tanyanya.
"Hm,," jawab You sambil memejamkan matanya tanpa mengurangi kerutan di keningnya.
"Baik Nyonya," jawab perawat lalu mulai mengerjakan tugasnya.
Setelah menyuntik You, perawat kemudian melihat Angelina, "Satu jam lagi dia bisa makan. Tolong beri dia bubur tawar dan makannya harus sedikit demi sedikit. Jangan terlalu buru-buru."
Angelina menganggukkan kepalanya tanpa melihat perawat, ia hanya fokus pada wajah You yang tampak meringis, seolah pria itu masih merasa sangat sakit.
"Kalau begitu kami permisi." Kata Perawat sambil berlaku meninggalkan kamar perawatan You.
Sementara Brano, pria itu melihat Angelina, "Saya akan mendapatkan bubur tawar, Nyonya bisa menunggu di sini." Ucapnya lalu kabur meninggalkan dua orang itu.
Angelina menghela nafas melihat pria yang kabur lalu perempuan itu kembali melihat You.
__ADS_1
"Bagian mana yang sakit? Apa yang bisa ku bantu?" Tanya Angelina.
You langsung membuka matanya menatap Angelina, lalu bertanya dengan suara parau, katanya: "Apakah kau mau membantuku?"
Angelina terdiam sejenak lalu berkata, "Ya, kalau aku mampu."
You merasa lega, tentu saja perempuan itu mampu, hanya sebuah pemintaan kecil saja.
"Aku mau kau tetap di sisiku," ucap You sembari meletakkan tangannya di atas tangan Angelina.
Pria itu menggenggam tangan Angelina dengan lemah, hingga membuat Angelina merasa tak karuan.
Kemana perginya pria pemaksa yang ia kenal pada You?
Sekarang pria itu malah tampak seperti orang tak berkekuatan apa pun.
"Satu hari saja. Aku ingin sekali bersamamu." Lagi ucap You dengan mata sayu penuh harap menatap Angelina.
Angelina menatap tangan You di atas tangannya, tangan pria itu penuh luka dan terlihat lemah.
"Baiklah, hanya satu hari." Jawab Angelina membuat You merasa begitu lega.
"Terima kasih," ucap You merasa sangat senang hingga pria itu tak bisa menahan senyumnya.
Senyum pria itu membuat Angelina terpaku, tak bisa berpikir untuk beberapa detik.
__ADS_1