Budak Ranjang Tuan Muda You

Budak Ranjang Tuan Muda You
299.


__ADS_3

Akhirnya, sesuai dengan rencana Nyonya Jenkins, maka semua orang kini berkumpul di meja makan dan makan bersama.


"Sayang, bagaimana kandunganmu akhir-akhir ini? Kau tidak mengidam sesuatu yang aneh-aneh kan?" Tanya Raina sembari meletakkan sepotong daging di piring putrinya.


Angelina tersenyum lalu berkata, "Ibu tenang saja, cucu-cucu Ibu sangat baik, mereka tidak pernah menginginkan hal yang aneh-aneh."


Nyonya Jenkins mengangguk, "iya, selain hanya memilih dalam makan sayur-sayuran, Angelina tidak menolak apapun yang kubuatkan untuknya. Hah,, Sepertinya dia tidak mengikuti aku waktu aku mengandung.


"Padahal, dulu ketika aku mengandung You, dia begitu menyiksaku sampai aku beberapa kali masuk rumah sakit." Ucap Nyonya Jenkins langsung membuat semua orang tersenyum.


"Maafkan aku Bu," ucap You meletakkan sebuah daging di piring ibunya membuat Nyonya Jenkins tertawa kecil.


"Apakah sepotong daging ini adalah permintaan maaf untuk ibu?" Ucap Nyonya Jenkins menggoda putranya langsung membuat semua orang tertawa kecil.


"Sepertinya putriku mengikuti kebiasaan istriku, dia juga tidak pernah meminta hal yang aneh-aneh ketika dia mengandung kedua putri kami." Ucap Burhan menatap lembut Angelina.

__ADS_1


Nyonya Jenkins langsung mengangguk, "Ah,, syukurlah kalau begitu. Seandainya dia mengikutiku, maka dia akan sangat tersiksa dalam kehamilannya. Apalagi sekarang dia sedang hamil anak kembar," ucap Nyonya Jenkins merasa lega.


"Istriku ketika mengandung Angelina, dia tidak pernah mengidam apapun, kecuali dia paling tidak suka makan sawi." Ucap Burhan sembari tersenyum lembut menatap istrinya.


"Ah iya, Angelina juga tidak makan sawi selama dia hamil." Ucap Raina langsung dianggap ke semua orang.


"Itu bukan hal yang berarti, lagi pula Angelina tetap suka makan sayur-sayur yang lain." Kata Nyonya Jenkins.


"Iya, padahal waktu aku tidak hamil aku tidak pernah pilih-pilih makanan. Aku makan kacang merah maupun sawi." Ucap Angelina.


Raina tersenyum, "Itu hal biasa kalau hamil, apa yang kita sukai ketika tidak hamil bisa menjadi hal yang tidak kita sukai ketika hamil. Bahkan hal yang sebaliknya bisa terjadi," ucap Raina langsung diangguki oleh Nyonya Jenkins dan juga Angelina.


Jadi makan malam itu menjadi sangat ramai karena semua orang terus berbincang-bincang, kecuali Tuan Jenkins yang terus dia memperhatikan semua orang.


'Hm,, aku merasa senang dengan situasi ini, Aku harap kedepannya akan banyak momen-momen seperti ini di keluarga kami.' ucap Tuan Jenkins dalam hati sambil memperhatikan semua orang yang terus bercakap-cakap sembari menikmati makanan mereka.

__ADS_1


Setelah makan malam, semua orang berkumpul di ruang keluarga membicarakan banyak hal, sementara Angelina dia masuk ke kamar Nyonya Jenkins.


"Nenek," ucap Angelina menghampiri Nyonya Jenkins yang sementara menikmati makan malamnya.


Karena sudah tua, Nyonya Jenkins merasa kesal dengan keramaian, jadi perempuan itu bahkan tidak suka untuk makan malam bersama dengan keluarganya sendiri.


Hanya senang ketika dia berada di dalam kamar ditemani oleh perawatnya ataupun Angelina yang sering menemaninya ketika sedang makan.


"Ahh cucuku datang lagi, duduklah," ucap Nyonya Jenkins langsung menepuk-nepuk sofa di sampingnya sebagai pertanda supaya Angelina duduk di sampingnya.


Maka dengan segera, Angelina duduk di samping Nyonya Jenkins lalu membantu perempuan itu makan.


"Bagaimana keadaan cicit nenek?" Tanya Nyonya Jenkins sembari mengulurkan tangannya meraba perut Angelina yang telah membuncit.


"Baik, mereka senang setiap hari bisa bertemu dengan nenek," ucap Angelina langsung membuat Nyonya Jenkins tertawa malu.

__ADS_1


"Nenek jadi tersanjung karena kau berkata seperti itu. Jadi tidak sabar untuk menyambut kelahiran mereka." Kata Nyonya Jenkins.


"Aku juga tidak sabar," ucap Angelina sembari meraba perutnya dengan perasaan hangat memenuhinya.


__ADS_2