Budak Ranjang Tuan Muda You

Budak Ranjang Tuan Muda You
103. Ketegangan menghadapi You


__ADS_3

Sesuai dengan perintah, maka orang-orang Kenan langsung mendatangi kampung kumuh untuk membawa kedua orang tua Angelina.


"Apa yang membuat kalian datang kemari?" Ruben bertanya pada dua orang yang datang ke rumahnya.


Dia mengenal dua orang itu sebagai bawahan dari pria yang sudah menyuruhnya untuk menghilangkan nomor 7 dan nomor 15 di kampung kumuh.


"Kami datang kemari atas perintah Tuan muda kami untuk membawa orang tua Nona Angelina ke Villa." Ucap salah seorang dari mereka membuat Ruben mengerutkan keningnya.


"Orang tua Angelina? Tapi,, dari mana kalian mengenalnya?" Tanya Ruben yang merasa heran dua orang itu mengetahui orang tua Angelina.


"Itu tidak penting, yang penting sekarang, biarkan kami membawa mereka berdua agar tuan muda kami tidak merasa khawatir bahwa mereka berdua harus tinggal di tempat seperti ini." Lagi kata orang suruhan Kenan akhirnya membuat Ruben mengangguk.


"Kalian tunggu di sini sebentar, aku akan memanggil mereka," ucap Ruben lalu pria itu memasuki rumahnya dan bertemu dengan orang tua Angelina yang sedang duduk di sofa sembari bercakap-cakap.


"Tuan dan Nyonya Hall, maaf sekali karena mengganggu kalian." Ucap Ruben.


"Ah,, tidak perlu minta maaf, lagi pula kami hanya bercakap-cakap. Tapi ada apa?" Tanya Burhan sembari memperhatikan pria yang ada di depannya.

__ADS_1


"Ah, jadi begini, ada dua orang di depan yang datang untuk menjemput kalian. Mereka akan membawa kalian ke sebuah villa untuk tinggal di sana." Ucap Ruben.


"Villa?" Raina terkejut, "Mengapa kami harus pindah ke Villa?" Tanya Raina merasa aneh.


Ruben kebingungan, dia harus menjawab apa pada dua orang itu? Pria itu dengan cepat memikirkan sebuah solusi di kepalanya lalu berkata, "Ya, ini perintah dari tuan muda kami. Karena rumah ini juga akan segera ditempati oleh beberapa orang yang datang dari luar negeri. Jadi mau tidak mau Tuan dan nyonya harus pindah ke villa."


Dua orang yang ada di situ langsung mengangguk-angguk lalu mereka segera berdiri, "Kalau begitu kami akan membereskan barang-barang kami." Ucap Burhan segera diangguki oleh Ruben.


Akhirnya, setelah membereskan barang-barang mereka, Raina dan Burhan dibawa oleh dua orang suruhan Kenan menuju sebuah Villa yang terletak di pinggir ibukota.


Begitu memasuki Villa, Raina dan Burhan begitu terpukau dengan Villa yang sangat besar itu.


"Eh? Tapi kami tidak terbiasa dilayani kami bisa melayani diri kami sendiri. Juga,, kami sudah terbiasa bekerja jadi--"


"Maaf Tuan, tapi inilah yang diperintahkan oleh Tuan Muda kami. Namun Kalau tuan dan nyonya ingin bekerja, maka saya akan menanyakannya dulu pada tuan muda kami." Ucap bawahan Kenan.


"Baik, kalau begitu tolong katakan padanya Kalau kami siap mengerjakan apapun." Ucap Burhan.

__ADS_1


"Baik," jawab orang suruhan Kenan lalu pria itu segera meninggalkan dua orang itu dan melaporkan kejadiannya pada Zain.


Saat itu, Zain sedang berdiri di depan ruangan You, ia menunggu Kenan yang belum juga tiba sementara waktu yang tersisa adalah 2 menit terakhir.


'Astaga,, mengapa aku merasa sedang berlari cepat di padang pasir yang panas?" Pikir Zain yang merasakan jantungnya berpacu cepat dan keringatnya mengalir dengan deras, serta suhu tubuhnya sangat panas di ruangan ber-ac.


Pria itu masih dalam keadaan cemas ketika ponselnya tiba-tiba bergetar.


Zain langsung mengangkat panggilan itu.


"Katakan," ucap pria itu dengan kegugupan memenuhi seluruh tubuhnya.


"Perintah Tuan sudah kami laksanakan dan saat ini, Tuan dan Nyonya Hall sudah berada di villa. Namun mereka berdua meminta supaya mereka diberi pekerjaan." Ucap bawahan Kenan.


"Ah, aku akan menanyakannya pada Tuan Kenan lalu memberitahukannya padamu." Ucap Zain menutup panggilan itu bertepatan dengan You yang keluar dari ruangannya.


Zain langsung berada dalam kondisi tegang seperti busur yang ditarik kencang.

__ADS_1


Waktu 20 menit telah habis tetapi Kenan belum tiba!!!


__ADS_2