Budak Ranjang Tuan Muda You

Budak Ranjang Tuan Muda You
136. Bertemu Nyonya Jenkins 3


__ADS_3

Nyonya Jenkins memperhatikan dua orang yang kini duduk di hadapannya, yang satu putranya, dan yang lain adalah perempuan asing yang baru pertama kali ia lihat.


"You, perempuan ini mengatakan bahwa dia tinggal di rumahmu? Bagaimana bisa kau membawa perempuan lain ke rumahmu saat kau sudah beristri?" Tanya Nyonya Jenkins yang merasa bahwa perbuatan putranya sudah keterlaluan.


Meski dia telah menahan malu karena keluarga menantunya yang bangkrut, tetapi Nyonya Jenkins juga merasa begitu malu jika orang-orang mengetahui perbuatan putranya. Menyimpan perempuan lain di rumahnya!!


"Ibu, sebenarnya ada sesuatu yang belum ku ceritakan pada ibu." Ucap You mengulurkan tangannya untuk memegang tangan Angelina.


Tetapi tangan pria itu melayang di udara kala Angelina menjauhkan tangannya dari You dengan perempuan itu juga ikut berdiri.


"Aku akan pergi menemui nenek, kalian bicaralah di sini." Kata Angelina langsung berbalik pergi meninggalkan dua orang itu dengan Nyonya Jenkins yang tercengang melihat keberanian Angelina.


"Kau!! Berhenti!!" Langsung teriak Nyonya Jenkins pada Angelina.


"Ibu, biarkan dia pergi," You menghalangi Ibunya.


"Tapi nenekmu--"

__ADS_1


"Tidak apa-apa." Ucap You sembari melihat ke arah Angelina dengan menganggukkan kepalanya, pertanda bahwa dia mengijinkan perempuan itu pergi.


Angelina tidak mengatakan apapun, dia hanya berbalik menuju kamar Nyonya Jenkins 3.


'Heh! Dia pikir aku akan melunak dengan dia yang terus membelaku? Tidak akan!!! Aku hanya datang kemari karena ingin bertemu dengan Nyonya Jenkins, bukan karena dia.' Gerutu Angelina dalam hati sembari melangkah ke pintu kamar Nyonya Jenkins 3.


Begitu tiba di pintu kamar, ia berbalik menatap Tiara dan Marlin yang membawa makanan yang telah Ia masak, "pergi siapkan makanannya ke dapur, lalu bawa kemari." Perintah Angelina.


"Baik Nyonya."


"Baik Nyonya."


Angelina kemudian mengantuk pintu kamar Nyonya Jenkins.


Tok tok tok...


'Aku harap Nyonya Jenkins tidak terkejut melihatku, dan semoga dia bisa menerima penjelasanku.' pikir Angelina dalam hati yang merasa gugup untuk menghadapi Nyonya Jenkins dengan penampilannya yang sekarang.

__ADS_1


"Masuk," terdengar suara yang tampak lemah dari dalam kamar.


Angelina langsung membuka pintu kamar tersebut dan melihat Nyonya Jenkins sedang menggunakan kacamatanya, membaca sebuah buku yang sudah tua.


"Nenek," Angelina tersenyum mendekati perempuan itu.


"Siapa kau?" Nyonya Jenkins mengerutkan keningnya hingga kedua alis matanya membentuk satu garis lurus sembari menatap Angelina dengan seksama.


Meski dia mengenali suara perempuan itu, tetapi melihat wajah Angelina, dia sama sekali tidak mengenali perempuan itu.


Angelina tersenyum mendekati Nyonya Jenkins, "Maaf karena baru bisa menjenguk nenek sekarang. Sepertinya nenek sudah lupa denganku." Ucap Angelina sembari duduk pada sofa di depan Nyonya Jenkins.


Beberapa detik, Nyonya Jenkins terdiam memperhatikan Angelina, "Ha ha ha... Tentu saja aku kenal, kau cucu menantuku! Sekarang Kau pasti datang untuk menepati janjimu, kan?" Tanya Nyonya Jenkins sembari tertawa kecil meletakkan bukunya, lalu perempuan itu berpindah duduk di samping Angelina.


Kini berbalik, Angelina lah yang mengerutkan keningnya karena merasa heran bahwa perempuan tua itu bisa mengenalinya.


"Nenek, bagaimana bisa nenek mengingatku?" Tanya Angelina kebingungan.

__ADS_1


"Tentu saja tahu, dari suaramu dan dari tatapan matamu, bahkan dari postur tubuhmu, nenek selalu mengingatnya. Hah... Sudah lama nenek merindukanmu. Selama ini kau pergi ke mana saja hingga lupa menjenguk nenek?" Tanya Nyonya Jenkins sembari memperhatikan wajah Angelina.


Wajah yang terakhir kali ia lihat kini berbeda sekali dengan yang ada di depannya, tetapi mata itu, dia tidak bisa melupakan mata Angelina.


__ADS_2