Budak Ranjang Tuan Muda You

Budak Ranjang Tuan Muda You
131. Mendatangi Bella


__ADS_3

Pagi itu, Angelina menghabiskan seluruh waktunya untuk menanyakan segala sesuatu yang terjadi di rumah itu saat ia tidak ada.


Setelah mandi dan berganti baju, Angelina hendak keluar dari kamar ketika Tiara menghentikannya.


"Nyonya tidak boleh keluar dari kamar ini. Tuan memerintahkan kami untuk tetap menjaga Nyonya di dalam kamar ini, sebab Tuan begitu khawatir kalau terjadi sesuatu dengan kandungan nyonya yang masih belum--"


"Jadi dia ingin mengurungku?!!" Angelina menyela ucapan Tiara dengan tangan terkepal kuat.


Dia sudah dikurung selama berhari-hari di rumah Hendra, jadi dia merasa sangat kesal. Dan sekarang, dia kembali lagi dikurung di rumah you???


"Ah,, bukan begitu. Tuan berpesan jika perut Nyonya sudah tidak sakit lagi, makanya sudah bisa keluar. Tapi Tuan mengatakan pada kami bahwa khusus hari ini nyonya tidak boleh meninggalkan kamar, karena Tuan sangat takut kalau Nyonya sampai terluka." Ucap Tiara.


"Benarkah?" Angelina bertanya sembari mengerutkan keningnya, sebab dia tidak pernah percaya bahwa pria itu akan membebaskannya.


"Benar Nyonya, besok pagi dokter akan datang untuk memeriksa nyonya dan kalau hasil pemeriksaannya bagus maka Nyonya bisa berjalan-jalan sesuka hati Nyonya." Ucap Tiara.


"Oh,,, memangnya Tuan kalian tidak akan kembali ke sini?" Tanya Angelina.

__ADS_1


"Tuan berkata bahwa selama beberapa hari kedepan Tuan tidak bisa berada di rumah, jadi dia menugaskan kami untuk menjaga Nyonya dengan baik." Ucap Tiara.


"Hm...." Angelina mengetuk mengetuk meja riasnya sembari berpikir.


"Apakah tuanmu mengatakan kemana dia akan pergi?" Tanya Angelina.


"Tidak,," jawab Tiara dengan pasrah "Tapi,, Nyonya tidak perlu berpikir kalau Tuan pergi mencari perempuan bernama Bella itu. Perempuan itu,, dia masih terkurung di paviliun belakang. Kemarin baru dipindahkan oleh Tuan ke sana karena Tuan tidak mau Nyonya tinggal satu rumah dengan Nyonya." Ucap Tiara.


"Oh," Angelina masih mengetuk-ngetukkan jarinya di atas meja sembari mengingat apalagi yang perlu ia tanyakan.


"Nyonya tidak berniat menolong kakak Nyonya?" Tanya Tiara.


"Ohh,," Tiara mengangguk-angguk.


...


Di keesokan harinya, setelah Angelina diperiksa oleh dokter, Sang dokter mengatakan bahwa kesembuhan Angelina lebih cepat dari yang dokter perkirakan jadi Angelina merasa sangat senang.

__ADS_1


'Bayiku,, Pokoknya Ibu akan menjagamu dengan baik.' pikir Angelina sembari meraba perutnya.


Dia tidak akan memikirkan bahwa bayi itu adalah bayinya dengan You, tetapi yang ia pikirkan ialah, bayi itu merupakan bayi yang tidak berdosa. Tidak layak untuk menanggung kesalahan ayahnya.


"Tiara, antar aku untuk berjalan-jalan memetik bunga krisan." Ucap Angelina langsung teringat akan bunga kesukaan kakaknya.


"Baik Nyonya!!" Seru Tiara segera mengantar perempuan itu berjalan-jalan di sekitar taman.


Ketika mereka berjalan-jalan, seorang perempuan yang sedang duduk di dekat jendela paviliun langsung melihat kedua orang itu jadi perempuan itu langsung berteriak.


"Angelina!! Anak haram!! Angelina!!!" Teriakan Bella begitu keras hingga Angelina dan Tiara yang tidak jauh dari mereka langsung mendengar dan menoleh ke arah perempuan itu.


'Astaga,, aku lupa kalau seharusnya aku tidak boleh membawa Nyonya dekat-dekat dengan paviliun itu!!!' Tiara menggerutuki dirinya sendiri.


Tiara dengan gugup melihat Angelina, "Nyonya,, sebaiknya kita pindah ke taman samping. Di sana juga ada bunga krisan putih yang--"


"Tidak, Ayo kita pergi mengunjungi perempuan itu sebentar." Ucap Angelina berjalan ke arah paviliun di mana Bella masih berteriak-teriak dari balik jendela paviliun itu.

__ADS_1


"Tapi Nyonya,," Tiara begitu ketakutan, Bagaimana kalau terjadi sesuatu pada Angelina dan dia akan dibunuh oleh You?


__ADS_2