
Pada lantai bawah, kediaman di keluarga Jenkins, seorang perempuan dengan wajah yang begitu cantik beserta tubuh yang sangat sempurna baru saja memasuki ruang tamu.
Perempuan itu langsung disambut dengan hangat oleh Nyonya Jenkins dan mempersilahkan perempuan itu duduk di ruang tamu.
Neraka berbincang-bincang sebentar sebelum tuan cincin turun dari lantai dua dan bergabung bersama kedua perempuan itu.
"Oya Tante, dimana You?" Tanya Sherin ketika dia sudah tidak sabar untuk melihat pria yang sangat tampan yang ia lihat di foto.
"Ah ya,, aku akan memanggilnya sekarang," ucap Nyonya Jenkins lalu melihat ke arah suaminya, "sayang, bawalah tamu kita ke ruang makan, aku akan segera memanggil You."
Tuan Jenkins tidak mengatakan apapun, tetapi pria itu hanya mengangguk lalu membiarkan istrinya pergi ke lantai 2.
Sembari melangkahkan kakinya ke lantai dua, Nyonya Jenkins sudah begitu takut dalam hatinya.
'Bagaimana kalau anak itu tidak mau turun sendirian dan maunya turun bersama Angelina?' Perempuan itu merasa sangat cemas, sebab meski dia tidak menyukai Angelina, tetapi perempuan itu disukai oleh putranya.
Bahkan, saat ini Angelina sedang mengandung cucu dari keluarga Jenkins, apalagi jika anak tersebut adalah seorang pria, maka sudah dipastikan bahwa dia akan menjadi penerus keluarga Jenkins.
Tok tok tok...
__ADS_1
Akhirnya perempuan itu mengetuk pintu kamar You, tetapi setelah menunggu beberapa waktu, tidak ada jawaban dari dalam kamar.
"Ibu akan masuk," ucap Nyonya Jenkins memutar handle pintu lalu mendorong pintu tersebut.
Kamar tersebut sangat tenang dan terlihat bahwa ranjang tampak berantakan karena orangnya mungkin baru saja bangun tidur.
'Dimana mereka?' Nyonya Jenkins menatap sekeliling kamar lalu melihat pintu kamar mandi yang tampak tertutup, namun tidak seprnuhnya tertutup.
Sepertinya ditutup dengan terburu-buru hingga sedikit celah memungkinkan seseorang untuk melihat ke dalam pintu kamar mandi.
Nyonya Jenkins lalu mendekati pintu untuk untuk memanggil penghuni kamar.
Akan tetapi, perempuan itu belum menyentuh handle pintu kamar mandi ketika dia langsung menghentikan kakinya dan membeku di tempatnya.
"Hah hah hah.."
"Katakan kalau sakit!!"
"Hah,, mmmnggg, terussskan saj,,, ja!! Hah.. hah... Hah..."
__ADS_1
"Ebak?"
"H'mmmmnnggg!!"
Tangan Nyonya Jenkins melayang di udara dengan sedikit gemetar sebelum ditarik kembali dan di kepal dengan kuat.
'Apa yang terjadi?' Nyonya Jenkins mengintip celah pintu yang sedikit kecil, tetapi dia tidak melihat siapapun di dalam kamar mandi, sebab lubang tersebut terlalu sempit.
Namun, perempuan itu bisa membayangkan apa yang terjadi karena dia pun sudah mengalaminya.
Nyonya Jenkins terdiam beberapa waktu sebelum berbalik keluar dari kamar dan berdiri di pintu kamar dengan nafas yang berusaha diatur dengan baik.
Perempuan itu lalu menunggu selama 15 menit, lalu kembali mengetuk pintu kamar.
Namun, sama seperti sebelumnya, tidak ada suara yang menjawab dari dalam kamar, jadi Nyonya Jenkins menghela nafas dan melangkah turun ke lantai bawah.
Dia lalu memberitahu dua orang yang ada di meja makan bahwa You masih mandi sehingga belum bisa untuk bergabung.
"Tidak perlu menunggu nya lagi, kita makan malam saja duluan." Ucap Tuan Jenkins yang merasa bahwa tamunya telah kelaparan.
__ADS_1
Tetapi di luar dugaan pria itu, Sherin malah berkata, "kalau begitu paman dan Bibi bisa makan duluan dan aku nanti bersama You saja."
Ucapan perempuan itu langsung menarik perhatian dua keluarga Jenkins di depannya. Dengan Tuan Jenkins yang langsung berkata, "kalau begitu kita menunggu sebentar lagi."