Budak Ranjang Tuan Muda You

Budak Ranjang Tuan Muda You
105. Surat ancaman


__ADS_3

Angelina sedang menghabiskan waktunya berlatih bela diri ketika seseorang tiba-tiba datang memberinya sebuah surat.


"Hei, kau dapat kiriman surat!" Ucap salah satu teman Angelina membuat Angelina menghentikan latihannya lalu perempuan itu mengambil suratnya.


'Hm,, disaat seperti ini, siapa yang masih mengirim surat?' Pikir Angelina sembari mengangkat bahunya membuka surat yang ada di tangannya.


Namun perempuan itu menghentikan gerakannya saat seorang pria tiba-tiba datang mengintip dari belakangnya.


Dia segera berbalik menatap Hendra, "Ini adalah surat cinta, kau ingin membacanya bersamaku?" Goda Angelina pada Hendra.


Sejak dulu, dia memang tahu bahwa pria itu menyukainya, tetapi dia sama sekali tidak tertarik dengan Hendra.


Pria itu adalah pria dengan segudang rahasia, dan terlebih, pria itu adalah pria kaya raya arogan!!


"Surat cinta?!" Wajah Hendra langsung berubah memandangi Angelina.


Melihat Angelina yang tampak tersenyum, pria itu mengalihkan tatapannya pada kertas yang ada di tangan Angelina.


Bagian depan kertas itu di beri lilin berwarna pink dengan stempel berbentuk love.


"Sial!! Pria siapa yang berani mencari masalah denganku?!!" Teriak Hendra menatap Angelina.


Angelina menggelengkan kepalanya lalu dia berjalan menjauhi pria itu.


Inilah alasan kenapa sejak dia berada di kota H, tidak ada satupun pria yang pernah berhubungan dengannya, karena di sisinya ada seorang pria yang benar-benar menyebalkan!!!


Mereka tidak memiliki hubungan, tetapi setiap kali pria itu melihat seorang pria memiliki perasaan pada Angelina maka Hendra akan membuat perhitungan dengan alasan bahwa pria tersebut sudah berani mendekati orang yang ia cintai.


"Tunggu!!!" Tiba-tiba suara Hendra dari belakang Angelina lalu ia merasakan tangannya yang memegang kertas kini di tahan oleh Hendra.


"Sial!!" Angelina langsung memindahkan surat itu ke tangan yang lainnya lalu dua orang itu akhirnya berkelahi.


"Hah,, aku bertaruh dengan seluruh milikku kalau pemenangnya pasti Tuan Bos."


"Aku juga."

__ADS_1


"Aku juga."


"Aku juga."


"Hei!! Kalau kalian semua bertaruh pada Tuan Bos maka siapa yang akan berada di sisi Angelina?!" Tanya Sala seorang yang kesal.


"Kau saja."


"Ck!! Siapa yang mau kalah?"


Semua bawahan Hendra ".."


Sudah tahu Angelina akan dikalahkan, lalu Mengapa masih menyuruh seseorang untuk berada di pihak Angelina?.....


Sementara itu, Angelina dan Hendra kini fokus berkelahi.


Meski kekuatan Angelina tidak sebanding dengan Hendra, tetapi dia masih berusaha mempertahankan surat itu.


Namun sayangnya, di menit ketiga pertarungan mereka, surat itu telah berada di tangan Hendra dan dirinya yang di tekan oleh Hendra ke lantai.


Semua bawahan Hendra yang melihat hal itu, hanya bisa diam di tempat mereka melihat sikap Bos mereka.


"Tuan Bos sangat kasihan, sudah berapa tahun dia mengejar Angelina yang terus mengabaikannya? Da sekarang,,, Tuan Bos harus mengetahui bahwa Angelina telah memiliki kekasih!!"


"Sebaiknya aku pulang saja," salah seorang berkata, lalu pria itu diam-diam meninggalkan ruangan.


Beberapa pria memperhatikan satu pria yang sudah meninggalkan pintu.


'Astaga kejadian mirip ini mirip dengan 3 tahun yang lalu!' satu persatu orang menyadari sesuatu dalam hatinya lalu mereka semua diam-diam meninggalkan tempat itu.


Tidak ada yang mau menjadi tempat pelampiasan amarah Hendra.


Sementara itu, Hendra masih berusaha membuka surat yang ternyata disegel dengan sangat rapi.


"Sial!! Dari mana asal kekasihmu itu hingga surat ini begitu sulit dibuka?" Gerutu Hendra dengan satu tangan masih terus bergelut dengan surat milik Angelina.

__ADS_1


Angelina memperhatikan ruangan yang telah sepi, dia bisa membaca semua pikiran dari pria-pria yang sudah meninggalkan ruangan itu jadi dia menghela nafas pasrah.


Dasar penghianat!!!


"Lepaskan aku!!!" Teriak Angelina pada Hendra namun diabaikan oleh Hendra.


Pria itu masih sibuk membuka segel terakhir dari surat yang ia pegang lalu mengeluarkan isinya.


Betapa terkejutnya dia ketika melihat isinya adalah foto-foto seorang pria dan seorang perempuan paruh baya.


"A,, apa ini?!" Hendra langsung melepaskan cekalahannya pada Angelina lalu mengulurkan tangannya untuk memungut foto yang terjatuh di lantai.


"Kau sialan!!!" Teriak Angelina langsung mendorong Hendra dan memukul pria itu dengan keras.


Dia sungguh-sungguh tidak perduli dengan isi suratnya, karena dia tahu tidak ada surat yang begitu penting untuknya.


Namun ayunan pukulan yang ia berikan pada Hendra kini ditahan oleh Hendra, lalu pria itu bertanya, "Siapa yang mengirimimu foto orang tuamu?"


Mendengar pertanyaan itu, Angelina langsung menarik diri lalu melihat foto yang berserakan di lantai.


"Ap,, apa ini??" Angelina mengatup erat-erat giginya memungut foto itu lalu melihatnya satu persatu.


Foto ayah dan ibunya berada di suatu tempat yang sangat asing baginya.


Lebih lagi, tempat itu terlihat sangat indah, luas, terawat dan siapapun yang melihatnya bisa menebak bahwa tempat itu adalah milik orang kaya.


Di belakang salah satu foto tertulis tulisan, *Kembali ke dalam negeri dan temui aku!!*


Saat itu juga, nafas Angelina tertahan.


Selamat bertahun-tahun, dia sudah dibuang ke luar negeri dengan ancaman jika dia berani kembali maka orang tuanya akan dilenyapkan.


Dan sekarang orang yang dulu mengancamnya telah hilang, tapi muncul lagi orang yang baru?


Kini ancamannya terbalik, dia harus kembali ke dalam negeri!!!

__ADS_1


__ADS_2